Jeritan Ibu dan Anak di Jakarta Timur: Predator Anak Masih Berkeliaran

- Reporter

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers dugaan rusapaksa anak kandung. (Dok. Shendy/ Media Investigasi)

Konferensi pers dugaan rusapaksa anak kandung. (Dok. Shendy/ Media Investigasi)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Kasus dugaan predator seksual terhadap anak kandung kembali mengemuka. Seorang ibu berinisial AP melaporkan suaminya sendiri atas dugaan pemerkosaan dan pencabulan terhadap anak mereka yang masih di bawah umur.

Anak korban disebut telah mengalami kekerasan seksual berulang serta hidup dalam ancaman pembunuhan.

Kasus ini disuarakan oleh Aziz Yanuar, didampingi Irvan Ardiansyah dan Fikri, dari Front Persaudaraan Islam (FPI) melalui Advokat Persaudaraan Islam (API) yang mendampingi langsung korban beserta keluarganya.

“Ini bukan hanya kejahatan seksual terhadap anak, tapi juga kekerasan dalam rumah tangga terhadap istri. Seorang ayah yang seharusnya melindungi, justru menjadi predator bagi anaknya sendiri,” tegas Aziz Yanuar dalam konferensi pers, di jalan Kemang Timur, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).

Mereka mengungkap, laporan sudah disampaikan ke Polda Metro Jaya sejak 31 Oktober 2024. Namun hingga lebih dari dua bulan, pelaku diduga masih bebas berkeliaran.

“Sudah jelas ada korban. Sudah ada pengakuan, visum, dan bukti kekerasan. Tapi jangankan ditangkap, diperiksa pun belum serius dilakukan. Mau tunggu berapa korban lagi?” ujar Aziz

Ia menilai lambannya proses hukum berpotensi membuka ruang terjadinya kekerasan lanjutan. “Kalau negara diam, masyarakat bisa hilang kepercayaan. Jangan sampai keadilan berubah jadi hukum rimba karena negara gagal hadir,” tegasnya.

Dalam kesaksiannya, AP mengaku selama lebih dari satu tahun mengalami KDRT berat. Ia menyebut sering dipukul, dibenturkan ke tembok, dicekik, dan diancam dengan senjata tajam.

“Saya pernah ditodong samurai. Anak saya kepalanya dibenturkan ke tembok, lehernya dicekik. Kami hidup dalam teror,” ungkapnya.

Anaknya, korban berinisial AR, diduga menjadi korban kekerasan seksual sebanyak tiga kali. Peristiwa pertama disebut terjadi pada Mei 2024 di wilayah Pisangan Baru, Jakarta Timur. Kejadian berikutnya diduga terjadi pada Maret–April 2025 dan September 2025.

Akibat trauma berat, korban sempat berhenti sekolah dan mengalami penurunan prestasi drastis.

“Ia ketakutan, sering dibuntuti ke sekolah, diancam, sampai harus bersembunyi di ruang BK. Sekarang dia takut keluar rumah,” kata sang ibu.

Tim kuasa hukum mendesak Gubernur DKI Jakarta, Kapolda Metro Jaya, Kapolri, dan Presiden RI untuk turun tangan langsung.

“Kami minta negara hadir melindungi anak-anak dan perempuan Indonesia. Hukum harus ditegakkan, jangan ada pembiaran,” ujar Aziz Yanuar.

Saat ini korban dan anak-anaknya telah dievakuasi ke tempat aman. Namun mereka mengaku belum mendapat perlindungan langsung dari negara.

“Yang melindungi saat ini justru masyarakat. Negara belum benar-benar hadir,” pungkasnya.

Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut

Editor: Shendy Marwan 

Satu tanggapan untuk “Jeritan Ibu dan Anak di Jakarta Timur: Predator Anak Masih Berkeliaran”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu
Ketua Pemuda Desa Sahu Sahrif mengecam Excavator Milik Kontraktor Melintas Tanpa Alas Jalan Aspal Rusak
MBG, KORUPSI, DAN PENGKHIANATAN DARI LINGKAR KEKUASAAN
Setelah Desakan Masyarakat dan Pemberitaan Meluas, Kapolres Inhu Dorong Kolaborasi Berantas PETI di Peranap
Bawa Kabur Dump Truk dari Sungai Salak, Pemilik Janjikan Imbalan Rp20 Juta Bagi yang Menemukan
PETI di Peranap Kian Merajalela, Tokoh Adat dan Pemerintah Desa Surati Polisi: APH Jangan Lamban!
Diduga Curi Buah Sawit di Kebun PT. APN, Humas Laporkan ke Polsek Keritang
Tambang Ilegal di Pasaman Barat Mendadak Sepi: Alat Berat Hilang, Lubang Menganga, Publik Justru Semakin Curiga!
Berita ini 432 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 20:15 WIB

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Kasus Peredaran Sabu, Amankan Seorang Pengedar dan Sita 4,70 Gram Sabu

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:35 WIB

Ketua Pemuda Desa Sahu Sahrif mengecam Excavator Milik Kontraktor Melintas Tanpa Alas Jalan Aspal Rusak

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:02 WIB

MBG, KORUPSI, DAN PENGKHIANATAN DARI LINGKAR KEKUASAAN

Senin, 1 Juni 2026 - 23:02 WIB

Setelah Desakan Masyarakat dan Pemberitaan Meluas, Kapolres Inhu Dorong Kolaborasi Berantas PETI di Peranap

Senin, 1 Juni 2026 - 22:59 WIB

Bawa Kabur Dump Truk dari Sungai Salak, Pemilik Janjikan Imbalan Rp20 Juta Bagi yang Menemukan

Berita Terbaru