Foto Dokumentasi La Omy La Tua : SPPG Makanan Bergizi (MBG) Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan
Tataba Kabupaten Banggai Kepulauan,
Media Investigasi.net, Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, lakukan sorotan keras terhadap Pengelola Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (MBG) Kecamatan Buko yang menilai tidak layak yang ada hanya makanan asal jadi tanpa ada kelengkapan tidak memenuhi Standar Nasional, ungkapnya.
Dimana Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, secara tegas mengatakan bahwa fakta Makanan Bergizi (MBG) yang di sajikan tidak sesuai standar nasional selama satu bulan berturut-turut makanan yang di sajikan hanya, nasi, ayam potong satu panggal, tempe berapa iris sebesar jeri kelinci, sayur kol, dan sepanggal buah semangka tanpa ada susu dan buah-buahan yang layak.
Pengelolah harusnya memenuhi standar Nasional yang mengandung Karbohidrat (Makanan Pokok) sebagai sumber energi utama anak untuk belajar dan beraktivitas karena itu wajib di sajikan Pengelola Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (MBG) Kecamatan Buko,tegas, La Omy La Tua
Selain itu, pengelola Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (MBG) Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan juga harus wajib meneyediakan kelengkapan makanan bergizi di antaranya adalah :
1). Nasi putih, nasi merah, atau diversifikasi pangan lokal seperti jagung, ubi, kentang, dan singkong.
2). Protein Hewani Sangat penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan mencegah anemia (kurang darah) pada anak yakni daging ayam (teriyaki/semur), daging sapi (malbi/rendang), telur (balado/dadar), atau ikan lokal (bandeng presto/ikan bumbu kuning namun kenyataannya Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (MBG) setiap hari hanya ayam potong tidak pernah berubah.
3). Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (MBG) juga harus dapat meningkatkan
Protein Nabati sebagai pelengkap kebutuhan protein dan serat pangan harian seperti Tahu (tahu pong/tahu goreng crispy), tempe mendoan, atau tumis oncom.
4). Sayuran (Sumber Vitamin & Mineral) untuk menjaga daya tahan tubuh dan melancarkan pencernaan anak dan juga wajib menjikan makanan seperti tumis kacang panjang, brokoli, wortel, buncis, bayam, atau lalapan segar seperti timun dan tomat.
5). Pengelola Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (MBG) Kecamatan Buko juga harus dapat menyediakan
Buah-buahan & Pelengkap sebagai penyedia antioksi dan vitamin alami juga wajib membari buah Jeruk, pisang, apel, atau semangka dan beberapa paket menu juga melengkapinya dengan susu.
Pengelolah SPPG Makanan Bergizi (MBG) Kecamatan Buko juga dapat kombinasi menu harian SPPG beberapa variasi menu riil yang kerap didistribusikan oleh SPPG ke sekolah-sekolah di antaranya adalah Nasi putih, Ayam Teriyaki, Tahu Goreng Crispy, Tumis Kacang Panjang, Buah Jeruk namun faktanya buah-buhan selama satu bulan hanya buah semangka dan buah melon saja.

Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga menyatakan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dan juga menyoroti lemahnya kontrol pengelola tingkat kecamatan.
Selanjutnya Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga menyoroti dapur dinilai melanggar standar gizi nasional akibat di duga belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga dugaan indikasi pemotongan anggaran makan setiap hari
Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga sangat menyayangkan pengelolah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Buko tiga kali saat mau di temui selalu tidak ada di tempat menurut karyawannya nanti malam hari baru ada di tempat degan hal tersebut harusnya ada Evaluasi secara menyeluruh yang terus dilakukan oleh pemerintah untuk menertibkan penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap memenuhi Angka Kecukupan Gizi.
Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga tegas minta Pemerintah harusnya dapat meningkatkan pengawasan terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seperti yang ada di Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan.
Karena masalah utama kata, Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, yang menjadi sorotan meliputi beberapa aspek krusial adalah Sertifikasi Higiene dan Sanitasi yang masih banyak pengelola SPPG kecamatan seperti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Buko dan Buko Selatan yang mungkin belum mengantongi SLHS disyaratkan oleh Dinas Kesehatan dan BGN dalam Standar Fasilitas.
Tidak layak itu dikarenakan kurangnya fasilitas sanitasi dasar, seperti ketiadaan IPAL yang berpotensi mencemari lingkungan serta Kualitas dan Porsi makanan yan ditemukan indikasi penyimpangan dana operasional di beberapa daerah yang berdampak pada kualitas gizi, kebersihan, dan porsi makanan bagi siswa.
Dan untuk memastikan operasional, Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, minta kepada seluruh pengelola SPPG di seluruh Kecamatan Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya pengelola SPPG Kecamatan Buko agar dapat mematuhi standar agar berjalan sesuai prosedur operasi standar (SOP), BGN,
Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga berharapa pad pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional, makanan yang disajikan untuk anak sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memenuhi prinsip Gizi seimbang sesuai dengan Pedoman MBG dari Kementerian Kesehatan.
Yang mana setiap porsi makanan wajib menyertakan kombinasi lengkap dari lima komponen utama yakni Karbohidrat (Makanan Pokok) sebagai sumber energi utama anak untuk belajar dan beraktivitas serta mendapatkan makanan yang layak seperti Nasi putih, nasi merah, atau diversifikasi pangan lokal seperti jagung, ubi, kentang, dan singkong.2. Protein HewaniSangat penting untuk pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan mencegah anemia (kurang darah pada anak.
Selain itu anak juga mendapatkan menu yang layak saji seperti Daging ayam pilihan teriyaki semur, daging sapi (malbi/rendang), telur balado/dadar, atau ikan lokal bandeng presto/ikan bumbu kuning selain itu Protein Nabati sebagai pelengkap kebutuhan protein dan serat pangan harian.
Kemudian Tahu pong atau tahu goreng crispy, tempe mendoan, atau tumis oncom serta sayuran salah satu sumber Vitamin & Mineral untuk menjaga daya tahan tubuh dan melancarkan pencernaan anak.
Tumis kacang panjang, brokoli, wortel, buncis, bayam, atau lalapan segar seperti timun dan tomat, Buah-buahan & PelengkapSebagai penyedia antioksidan dan vitamin alami seprti
jeruk, pisang, apel, atau semangka dan juga beberapa paket menu sebegai pelengkap harus ada susu.
Namun sangat di sayangkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Buko berdasarkan hasil Investigasi di lapangan masih banyak kekurangan peyediaan makanan serta kelengkapan hinggah saat ini belum memenuhi srandar Nasional 100%
Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga tegas mengatakan jika pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Buko tidak dapat di tinfkatkan maka pemerintah harusnya melakukan investigasi dan jika ada pelanggaran wajib di hentikan segala aktivitasnya karena ini menyangkut hal hidup anak bukan asal-asalan,
Ketua Investigasi Nasional Lembaga Perlindungan Konsumen Gerakan Perubahan Indonesia (LPK GPI), La Omy La Tua, juga tegas mengarakan jika pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Buko tidak mau di komfirmasih awak media kami juga tak butuh, tutupnya.
Tim Investigasi Indonesia Nasional ****






