Oleh: Aziz Yanuar, P. S.H., M.H., M.M.
MEDIAINVESTIGASI.NET – Terkait kericuhan dan berbagai tindakan anarkis serta meresahkan dalam aksi penyampaian pendapat di muka umum beberapa hari ini.
Kami dari DPP FPI API (Advokat Persaudaraan Islam) menyatakan mengecam keras dan sangat menyesalkan hal itu dapat terjadi.
Kami meminta penegak hukum dan pemerintah menindak tegas seluruh pihak yang anarkis itu dan juga mengusut serta menangkap seluruh aktor intelektual di belakang aksi-aksi tidak bertanggung jawab serta cenderung menganggu ketertiban dan keamanan masyarakat itu.
Kami sangat yakin aksi-aksi itu ada yang mendalangi
Ini wajib segera ditindak dan masyarakat yang waras pasti mendukung karena ini selain meresahkan juga dikhawatirkan mengganggu stabilitas roda pemerintahan presiden prabowo subianto
Diduga kuat “Mulyono” dan gengnya ada dibalik aksi-aksi yang meresahkan ini.
Aksi-aksi beruntun dua hari tersebut memang diduga sudah diarahkan untuk bentrok dan anarkis serta merusak.
Massa merusak fasilitas umum,blokir jalan,melumpuhkan transportasi umum, namun anehnya aparat keamanan bersikap sangat lunak dalam menyikapi anarkisme tersebut.
Kenapa ini bisa terjadi?
Di sisi lain berbagai “kebijakan oknum-oknum pejabat” yang nyleneh dan terkesan dungu seakan akan “pancingan memicu amarah” rakyat
Kemudian pola itu “disambut” dengan “aksi-aksi” massa yang anarkis lalu “dibiarkan” aparat.
Beberapa media televisi seperti di orkestrasi untuk menayangkan berjam-jam aksi tersebut tanpa jeda iklan, berapakah biayanya??
Sehingga jelas sangat polanya : inkompetensi pejabat—-reaksi anarkis massa—-media spot ini habis habisan—-pembiaran aparat keamanan.
Ini jelas orkestra pembusukan pemerintahan dari dalam kemudian kombinasi dengan media dan massa yang entah dr mana rimbanya
Lalu belakangan partai kecil yang tau tau naik berwarna merah itu tiba-tiba menuding Prabowo gagal lalu berlanjut dengan makzulkan Prabowo kemudian naikkan gibran
Ini sangat berbahaya dan berpotensi geng solo naik tahta lagi dan melanjutkan kesengsaraan berpuluh tahun akibat kerusakan geng solo ini
Maka itu pihak intelejen dan penegak hukum termasuk TNI sebagai aparat keamanan wajib untuk bertindak atas nama negara dan masyarakat.
Kami mengimbau Presiden Prabowo untuk tetap dekat dengan ulama dan tokoh agama yang lurus dan istiqamah dan konsisten. Karena ulama dan umat tidak mungkin berkhianat pada negara dan bangsa.
Menjauhi dan menggilas pihak pihak manapun yang mencoba mengadu domba ulama dan umara.
Editor: Shendy Marwan













1 Komentar