MEDIAINVESTIGASI.NET – Aksi teror pembakaran yang sempat viral di akun Instagram Berita Matraman akhirnya berhasil diungkap aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Matraman. Seorang terduga pelaku dengan nama panggilan berinisial “A” diamankan polisi setelah diduga terlibat dalam serangkaian aksi pembakaran di beberapa titik wilayah permukiman warga Pisangan Baru, kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Pengungkapan kasus tersebut sempat memicu kemarahan warga. Dari pantauan MEDIA INVESTIGASI, Polisi telah berada di lokasi, namun massa yang juga sudah mencurigai perbuatan “A” mendatangi rumah terduga pelaku karena kesal terhadap aksi yang dinilai telah menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Alhasil polisi dan aparat keamanan lainnya sempat kesulitan membawa pelaku karena banyaknya masa. Namun situasi berhasil dikendalikan. Gabungan dari Polsek Matraman, Babinsa, Satpol PP, perangkat RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat sehingga tidak terjadi tindakan anarkis.
Kapolsek Matraman AKP Suripno, S.H. memimpin langsung proses pengamanan terhadap terduga pelaku guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Alhamdulillah situasi dapat dikendalikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” ujar AKP Suripno kepada wartawan, Senin (11/5/2025).
Menurut Suripno, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, termasuk mencocokkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan barang bukti yang telah diamankan.
“Ada beberapa titik. Dari olah TKP akan kita sinkronkan, setelah itu kita proses lanjut sesuai apa yang ia lakukan dan barang bukti yang ada, baik motor maupun barang yang dia bawa,” jelasnya.
Polisi juga telah meminta keterangan dari pihak keluarga terduga pelaku. Berdasarkan pengakuan orang tua “A”, sosok yang terekam dalam rekaman CCTV yang beredar di masyarakat diduga benar merupakan anak mereka.
Rekaman CCTV menunjukkan aksi pembakaran di sejumlah lokasi yang cepat diketahui warga sebelum terjadinya kebakaran kecil di lingkungan permukiman.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi teror pembakaran tersebut. Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.













