MEDIAINVESTIGASI.NET – Aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah karyawan Perum DAMRI sempat memicu ketegangan di Kantor Pusat DAMRI, jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Senin (9/3/2026).
Puluhan karyawan DAMRI dari berbagai daerah berkumpul di depan kantor pusat DAMRI untuk menuntut haknya, sehingga memenuhi bagian jalan.
Situasi nyaris ricuh ketika seorang pengendara motor nekat menerobos massa aksi, namun segera dilerai oleh koordinator aksi dan segera meminta maaf kepada para pengendara.
Beruntung aparat keamanan dari Polres Jakarta Timur dan Polsek Matraman secara sigap menetralisir lokasi.
Banyak pengendara yang membunyikan klakson dan melambaikan tangan sebagai bentuk dukungan.
Sekretaris DPP Serikat Karyawan DAMRI, Ernawati, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan para pekerja terhadap manajemen perusahaan yang dinilai belum menyelesaikan sejumlah persoalan hak karyawan.
“Kami sudah berkali-kali mengirimkan surat kepada manajemen, namun sampai saat ini belum ada tanggapan yang jelas,” kata Ernawati kepada wartawan wartawan di lokasi aksi.
Menurutnya, serikat karyawan selama ini menjadi wadah penyalur aspirasi pekerja yang menuntut penyelesaian hak-hak normatif yang belum dipenuhi oleh perusahaan.
“Kami menampung aspirasi karyawan karena ada sejumlah hak yang hingga kini belum diselesaikan oleh Perum DAMRI,” ujarnya.
Ernawati juga menyebut pihaknya sempat bertemu dengan jajaran manajemen perusahaan. Namun pertemuan tersebut, menurut dia, belum menghasilkan keputusan konkret karena belum melibatkan direksi.
“Kami sudah bertemu dengan manajemen, tetapi yang kami terima baru sebatas janji. Kami berharap bisa bertemu langsung dengan direksi agar ada keputusan yang jelas,” tegasnya.
Yongki, Ketua koordinator aksi menambahkan, setidaknya terdapat ratusan karyawan aktif yang belum dibayar gajinya. Begitupun 400 karyawan purna bakti, yang hingga kini disebut belum menerima haknya secara tuntas.
“Aksi ini akan terus kami lakukan sampai hak normatif karyawan dipenuhi. Perjuangan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, sehingga akhirnya kami memutuskan turun melakukan aksi, bahkan besok kami tidak akan meredam lagi ratusan karyawan yang ingin ikut aksi ini,” kata Yongki.
Sementara itu, saat peliputan berlangsung, wartawan sempat diminta menghentikan pengambilan gambar dan diusir oleh salah satu karyawan pusat DAMRI bernama Indri dari divisi umum sehingga security menghadang peliputan, namun karyawan yang melakukan aksi meneriaki untuk mendukung peliputan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak direksi DAMRI Pusat belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para karyawan maupun insiden pelarangan peliputan tersebut.
Penulis: Shendy Marwan












