Polemik Penggusuran Pejompongan: Warga Klaim Tak Dapat Kompensasi, Pemerintah Diminta Klarifikasi

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi penggusuran di Jakarta Pusat. (Dok. Istimewa)

Situasi penggusuran di Jakarta Pusat. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Sekitar 300 aparat dari pelbagai unsur yang dikerahkan Walikota Jakarta Pusat melakukan penggusuran secara paksa (forced eviction) terhadap 30-KK Warga Perumahan Pam Baru di Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

“Aksi brutal aparat yang mengusur secara paksa ini dapat dikatagorikan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Walikota. Apalagi proses yang dilakukan sudah menyalahi hukum karena tanpa di dahului dialog dan musyawarah. Warga hanya di tawari uang kompensasi sebesar Rp. 50 juta, kemudian uang kompensasi dianggap hangus karena warga tidak mau mengosongkan rumahnya,” ujar kuasa hukum warga 30-KK Syech Rusmin Effendy SH, MH kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/5).

Menurut Rusmin, aksi yang di mulai sejak pukul 8.00 wib itu telah membuat warga 30-KK menjadi histeris dan panik, apalagi kebiadaban aparat dengan mengerakan alat berat beco untuk menghacurkan rumah warga.

“Situasi ini menjadi tragedi kemanusia yang paling biadab di era Gubernur DKI Pramono, rakyat di tindas secara paksa. Tidak ada yang peduli, walaupun sudah di infokan ke pelbagai pihak agar tidak melakukan tindakan anarkis mengusur warga. Ingatlah para penguasa yang zolim, akan berlaku hukum tabur tuai dan pasti mendapat azab Allah SWT,” kata dia.

Selain itu, kondisi saat ini ada lima rumah warga yang sudah dihancurkan dan fasilitas aliran listrik sudah di matikan. warga tetap di paksa mengosongkan rumahnya atau di hancurkan secara paksa.

“Saya mengimbau Presiden Prabowo meninjau lamngsung langsung korban pengusuran secara paksa. Rakyat kecil ditindak oleh kekuasaan. Buktikan bahwa anda siap mati buat rakyat. Rakyat menagih janjimu Prabowo,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Rusmin, tindakan sewenang-wenang Walikota tidak sesuai denga napa yang diucapkan, termasuk Gubernur Pramono yang saat kampanye berjanji tidak melakukan pengusuran warga.

Baca Juga :  Terkait Kasus Perdata ‘Tipu-tipu Abunawas’ di PN Sorong, Penggugat Ajukan Saksi Palsu

“Faktanya rakyat di tindas dan digusur secara paksa oleh Walikota tanpa kompensasi. Kebiadaban yang dilakukan penguasa yang zolim sedang di pertontonkan,” tegas dia.

Menjawab Langkah apa yang akan dilakukan, Rusmin menjelaskan, pihak segera melakukan gugatan hukum dan meminta Komisi III DPR RI memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pengusuran secara paksa serta memproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Siapa pun yang terlibat akan tetap di proses secara hukum dan keadilan harus tetap ditegakkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aziz Yanuar Desak Bersih-Bersih Polri, Penangkapan Sigit Harus Jadi Momentum Ungkap Tragedi KM 50
Istana Sebut Potensi Makar Terhadap Kasus Penyadapan Presiden oleh Jenderal Listyo Sigit
Mantan Kapolri Ditahan bersama Dua Jenderal Aktif Lainnya: Terseret Kasus Penyadapan Presiden?
Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan
Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti
Penganiayaan Berat di Caringin Bogor: Wilson Lalengke Kecam Aksi Main Hakim Sendiri, Desak Polisi Usut Tuntas Terduga Pelaku ‘Imron’
Kepala Bidang Aset Kekayaan INI Hustam Soroti Menteri Hukum RI Diduga Sengaja Abaikan Putusan MA Yang Sudah Inkrah
Beli 7 Dapat 9 Kubik” – Pasir Proyek Kantor Wali Nagari 4 Koto Palembayan Jadi Sorotan, Wali Nagari Diduga Sopiri Sendiri
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:58 WIB

Aziz Yanuar Desak Bersih-Bersih Polri, Penangkapan Sigit Harus Jadi Momentum Ungkap Tragedi KM 50

Rabu, 4 November 2026 - 22:20 WIB

Istana Sebut Potensi Makar Terhadap Kasus Penyadapan Presiden oleh Jenderal Listyo Sigit

Rabu, 4 November 2026 - 00:49 WIB

Mantan Kapolri Ditahan bersama Dua Jenderal Aktif Lainnya: Terseret Kasus Penyadapan Presiden?

Senin, 2 November 2026 - 16:37 WIB

Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan

Minggu, 1 November 2026 - 19:57 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti

Berita Terbaru