Kondisi terkini Jembatan Pulau Anjolai, Sembilan Koto (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net — Warga Jorong Pulau Anjolai, Nagari Koto Nan Ampek Dibawah, Kecamatan Sembilan Koto, Dharmasraya, Sumatera Barat, tengah dihantui kecemasan. Satu-satunya jembatan penghubung di wilayah mereka dalam kondisi darurat dan nyaris ambruk. Lantai kayu jembatan tampak lapuk, berlubang di beberapa titik, dan dapat membahayakan nyawa pengguna jalan sewaktu-waktu.

Sudah dua bulan warga terpaksa melintasi jembatan yang kondisinya kian memburuk. Tidak ada alternatif jalan lain. Jika jembatan ini putus, maka akses warga menuju pusat kecamatan dan pusat ibukota kabupaten akan terputus total.
“Kondisinya makin parah. Jembatan ini akses vital masyarakat kami. Tidak ada jalur lain selain ini. Kami khawatir kalau dibiarkan terus bisa menelan korban,” ujar Rio (37), warga Pulau Anjolai, kepada media ini, Senin (4/8/2025).
Kepala Jorong Pulau Anjolai, Bobi, turut menyoroti lambannya respons pemerintah terhadap kondisi tersebut. Ia mengaku telah menerima instruksi dari pihak nagari untuk mendokumentasikan kondisi jembatan sebagai bentuk laporan resmi.
“Kami sudah ambil dokumentasi. Harapan kami, pemerintah daerah segera turun tangan. Ini bukan keluhan biasa, ini ancaman nyata bagi keselamatan warga,” kata Bobi.
Menanggapi hal itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dharmasraya, Catur Eby, mengakui pihaknya telah mendapat laporan dan sedang mengupayakan perbaikan.
“Kita mengetahui dan sudah melihat langsung ke lokasi, kita sudah inventarisir, namun anggaran untuk pemeliharaan semua jembatan, baru dapat diajukan kembali pada APBD Perubahan, karena tidak ada anggaran di APBD awal. Sesuai perintah Bupati mudah-mudahan semuanya nanti penanganannya dapat kita lakukan,” ujar Catur.
Meski begitu, belum ada kepastian waktu realisasi perbaikan. Kondisi jembatan yang kian mengkhawatirkan mendorong desakan dari warga agar pemerintah tak menunggu jatuhnya korban baru bertindak. Warga berharap segera ada tindakan nyata di lapangan.
Editor: Yanti












1 Komentar