Setahun Berdiri, Tower Internet di Ampek Koto Dibawuah Masih Jadi Monumen Besi: Janji Bupati Dharmasraya Dipertanyakan

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Kondisi Tower Internet di Ampek Koto Dibawuah Masih Jadi Monumen Besi (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Harapan warga Nagari Ampek Koto Dibawuah, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, untuk menikmati akses internet yang layak tampaknya masih sebatas angan. Tower jaringan internet yang berdiri tepat di depan Kantor Wali Nagari Ampek Koto Dibawuah hingga kini hanya menjadi rangka besi tak bernyawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudah satu tahun tower tersebut berdiri. Namun ironisnya, sinyal internet yang dijanjikan belum juga bisa dinikmati masyarakat sekitar.

“Di sini sudah ada tower katanya untuk jaringan internet. Sudah satu tahun tower di sana, di depan kantor wali itu. Kami masih juga tidak ada sinyal internet,” ujar Ekon (54), salah seorang warga dengan nada kesal.

Keluhan ini bukan tanpa alasan. Wilayah Ampek Koto Dibawuah sejak lama dikenal sebagai daerah dengan akses internet terbatas. Kehadiran tower tersebut sempat disambut penuh optimisme, karena digadang-gadang menjadi solusi atas keluhan menahun masyarakat terkait sulitnya jaringan telekomunikasi.

Namun fakta di lapangan berkata lain.

Wali Nagari Ampek Koto Dibawuah, Mukhlis Dt Sampono, membenarkan bahwa hingga kini tower tersebut belum berfungsi.

“Benar, sampai saat ini belum bisa berfungsi,” ujarnya singkat.

Janji di Awal Kepemimpinan

Publik tentu masih ingat, di awal masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadani – Leli Arni, isu blankspot menjadi salah satu perhatian serius.

Bahkan, dengan difasilitasi Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, Bupati Annisa disebut melakukan kunjungan resmi ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan jajaran pimpinan Telkomsel.

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan proposal pembangunan menara telekomunikasi (BTS) di delapan nagari blankspot di Kabupaten Dharmasraya.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tapanuli Tengah Hadiri Pembukaan Musyawarah Provinsi XII PMI Sumut di Medan

Langkah itu kala itu dipuji sebagai gerak cepat dan bukti keseriusan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat di era digital.

Namun setahun berlalu, tower di Ampek Koto Dibawuah justru menjadi simbol pertanyaan besar: apakah ini sekadar pencitraan awal masa jabatan?

Antara Seremonial dan Realisasi

Masyarakat tidak butuh rangka besi. Mereka butuh sinyal. Mereka butuh akses internet untuk pendidikan anak-anak, komunikasi, hingga aktivitas ekonomi digital yang kini tak terelakkan.

Jika tower sudah berdiri namun tak berfungsi, publik berhak mengetahui:

Apakah perangkat BTS belum terpasang?

Apakah terkendala administrasi?

Ataukah ini proyek yang berhenti di tengah jalan?

Ketiadaan penjelasan resmi justru memunculkan spekulasi dan kekecewaan.

Di tengah gencarnya narasi transformasi digital dan pemerataan pembangunan, kondisi ini menjadi tamparan keras bagi kepemimpinan daerah. Terlebih ketika proyek tersebut pernah dielu-elukan sebagai bukti konkret kerja cepat di awal pemerintahan.

Tower itu kini berdiri tegak. Tapi ia tak memancarkan sinyal.

Yang terpancar justru satu hal: tanya besar dari masyarakat Dharmasraya kapan janji itu benar-benar menyala?

Editor: Mitra Yuyanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Inhil Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Pengungkapan 5 Kasus
Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan
Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak
Lewat Tengah Malam,Tim Satria Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Hiburan Organ Tunggal
Jelang HUT ke-78, Polwan Polda Riau Berjibaku Lawan Karhutla hingga Dampingi Warga Terdampak
Kadis PMD Inhil Hadiri Rapat Persiapan Pelaksanaan TMMD dan Karya Bhakti TNI
Inhil Merdeka Run 2026 Diikuti Ratusan Pelari, Semangatkan Gaya Hidup Sehat
Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan di Desa Tanjung Melayu
Berita ini 148 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Polres Inhil Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Ribuan Ekstasi Hasil Pengungkapan 5 Kasus

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:55 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Kembali Baik, Polda Riau: Penanganan Karhutla Tetap Berjalan

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Tangis di Rumah Duka Pilubang, Bupati JKA Hadir Menguatkan Keluarga Korban, Ingatkan Orang Tua Awasi Anak

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Lewat Tengah Malam,Tim Satria Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Hiburan Organ Tunggal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Jelang HUT ke-78, Polwan Polda Riau Berjibaku Lawan Karhutla hingga Dampingi Warga Terdampak

Berita Terbaru