Menu

Mode Gelap

Berita

Poli Jantung RSUD Sungai Dareh Terhenti, Pasien Jantung Dharmasraya Terpaksa Cari Alternatif

badge-check


					Poli Jantung RSUD Sungai Dareh Terhenti, Pasien Jantung Dharmasraya Terpaksa Cari Alternatif Perbesar

Gambar: Suasana di RSUD Sungai Dareh Pasien jantung Dharmasraya terpaksa cari alternatif lain (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Penutupan layanan Poli Jantung di RSUD Sungai Dareh memicu kekecewaan pasien penyakit jantung di Kabupaten Dharmasraya dan daerah sekitar. Layanan yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat kini tidak lagi beroperasi, membuat pasien kebingungan mencari alternatif pengobatan.

Salah seorang keluarga pasien, Amir (36), warga Kiliran Jao, Kabupaten Sijunjung, mengaku terkejut saat mengetahui Poli Jantung tidak lagi melayani pasien.

“Kami kaget dan kecewa dengan tidak beroperasinya layanan Poli Jantung di RSUD Sungai Dareh,” ungkap Amir, Rabu (18/2/2026), di ruang tunggu rumah sakit.

Menurutnya, penutupan layanan tersebut menambah beban bagi keluarga pasien jantung. Jika harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang, biaya yang dikeluarkan tentu jauh lebih besar.

“Kalau harus berobat ke Padang, kami butuh biaya penginapan, transportasi, dan akomodasi lainnya. Itu jelas memberatkan,” tambahnya.

Amir berharap Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama manajemen RSUD Sungai Dareh segera mencarikan solusi agar pelayanan Poli Jantung dapat kembali dibuka.

“Kami berharap kepada pemerintah kabupaten dan Direktur RSUD agar pelayanan Poli Jantung ini bisa segera dibuka kembali. Penyakit jantung ini tidak bisa menunggu,” harapnya.

Dokter Jantung Lanjut Pendidikan Fellow

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Sungai Dareh, dr. Fitra Neza, menjelaskan bahwa dokter spesialis jantung saat ini tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan fellow ke Malaysia. Pendidikan tersebut merupakan salah satu persyaratan pengoperasian alat Cath Lab (kateterisasi jantung) yang direncanakan di RSUD Sungai Dareh.

“Dokter jantung persiapan untuk melanjutkan pendidikan fellow ke Malaysia sebagai persyaratan untuk alat Cath Lab RSUD. Kami sudah mengusahakan ke Persatuan Dokter Jantung di Padang. Bupati dan RSUD juga sedang mengajukan dokter jantung pengganti ke Kementerian Kesehatan melalui program PGDS,” terang dr. Fitra Neza melalui pesan WhatsApp.

Ia menambahkan, untuk sementara waktu pelayanan pasien jantung masih dapat dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam yang memiliki kompetensi dalam penanganan medis penyakit jantung.

“Saat ini pelayanan jantung bisa dilaksanakan oleh dokter penyakit dalam karena juga mempunyai kompetensi untuk pengobatan jantung,” jelasnya.

Harapan Masyarakat

Meski ada solusi sementara, masyarakat tetap berharap kehadiran dokter spesialis jantung definitif di RSUD Sungai Dareh dapat segera terealisasi. Mengingat angka penyakit jantung yang terus meningkat, keberadaan Poli Jantung dinilai sangat krusial sebagai layanan dasar kesehatan rujukan di Dharmasraya.

Kini publik menunggu langkah konkret pemerintah daerah dan manajemen RSUD agar layanan spesialis jantung kembali optimal, sehingga pasien tidak perlu menempuh jarak jauh demi mendapatkan penanganan medis yang layak.

 

Editor: Mitra Yuyanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Tapteng dan IT Del Tanda Tangani MoU Percepatan Digitalisasi Pemerintahan

15 Maret 2026 - 20:30 WIB

Wakil Bupati Tapteng Harapkan Pengurus KONI Tapteng Mampu Membina Generasi Muda Melalui Olahraga

15 Maret 2026 - 20:27 WIB

Polres Tapanuli Tengah Selidiki Temuan Mayat Pria di Sibabangun

15 Maret 2026 - 20:23 WIB

Trending di Berita