Gambar: Kondisi Terkini Jembatan Rusak di Sembilan Koto (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kondisi infrastruktur di Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, kembali menjadi sorotan. Sebuah jembatan di Nagari Ampek Koto Dibawuah dilaporkan mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.
Jembatan tersebut merupakan akses vital warga Sembilan Koto menuju pusat pemerintahan kabupaten. Ratusan warga menggantungkan mobilitasnya pada jalur ini, mulai dari pekerja, pelajar, tenaga kesehatan, hingga aparatur pemerintahan.
Namun kondisi fisik jembatan kini jauh dari kata layak. Pantauan di lapangan menunjukkan lantai jembatan kayu sudah berlubang dan lapuk termakan usia. Di salah satu sisi bahkan tidak terdapat besi pelindung, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang mendominasi arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Tak hanya jembatan, kerusakan juga terjadi di sepanjang ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Jorong Lubuk Mansagu, Nagari Ampek Koto Dibawuah hingga Silago. Diperkirakan sepanjang 20 kilometer jalan dalam kondisi rusak dengan banyak titik berlubang.
“Sepanjang jalan Sembilan Koto dimulai dari Jorong Lubuk Mansagu Nagari Ampek Koto Dibawuah sampai Silago, diperkirakan 20 kilometer itu banyak yang rusak berlubang, terlebih jembatan ini. Kita berharap ini menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah,” ujar Siin (53), warga Sembilan Koto.
Menurutnya, jarak tempuh menuju pusat Kabupaten Dharmasraya sudah cukup jauh. Ketika akses jalan dan jembatan dalam kondisi rusak, masyarakat bukan hanya menghadapi ketidaknyamanan, tetapi juga ancaman keselamatan.
“Karena kami di sini untuk jarak tempuh ke kabupaten itu jauh. Ketika akses jalan dan jembatan rusak, selain terancam nyawa kami juga merasakan ketidaknyamanan dalam berkendaraan. Tidak hanya kami, tenaga pendidik, petugas kesehatan, pegawai camat dan sebagainya lalu-lalang melewati jalan ini pada jam kerja,” tambahnya.
Warga menilai jalan dan jembatan tersebut merupakan urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik di Kecamatan Sembilan Koto. Kerusakan yang dibiarkan berlarut dinilai berpotensi menghambat pertumbuhan wilayah dan memperbesar kesenjangan pembangunan antar kecamatan.
Kondisi ini juga menjadi perhatian publik di tengah jargon pembangunan “Dharmasraya Sejahtera Merata” di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati saat ini. Masyarakat berharap komitmen pemerataan pembangunan benar-benar diwujudkan melalui perbaikan infrastruktur dasar, terutama di wilayah pinggiran.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya, Willy, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa perbaikan masih dalam tahap perencanaan.
“Untuk rehab jalan lagi proses perencanaan. Kalau pergantian lantai jembatan kayu juga lagi perencanaan. Untuk fisiknya melihat skala prioritas,” jelasnya melalui pesan singkat WhatsApp.
Hingga kini, masyarakat Sembilan Koto masih menanti langkah konkret Pemerintah Kabupaten Dharmasraya. Perbaikan jalan dan jembatan dinilai mendesak dilakukan sebelum memakan korban jiwa. Infrastruktur bukan sekadar proyek pembangunan, melainkan penopang utama keselamatan dan kehidupan warga.
Editor: Mitra Yuyanti











