Buzzer 3M: Menjilat, Menyanjung, Menyikut – Lalu Apa Selanjutnya?

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi Buzzer (Dok, Istimewa)

 

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat Mediainvestigasi.net

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Di tengah dinamika politik Dharmasraya, fenomena “buzzer” kian mencuat. Mereka bukan lagi sekadar akun anonim di media sosial, melainkan “pasukan siluman” yang rajin beraksi tiap kali kritik dialamatkan kepada bupati. Tak lain, mereka menjalankan misi 3M: Menjilat, Menyanjung, dan Menyikut. Semoga jangan sampai berlanjut ke “Merampok.”

Bagi sebagian masyarakat, ini bukan sekadar permainan opini. Mereka melihat ada pola: setiap kritik dialihkan, setiap suara berbeda ditekan, dan setiap pujian digemakan seolah-olah suara rakyat.

“Ini jelas mencederai citra seorang pemimpin. Membayar atau mengarahkan buzzer untuk menyerang lawan kritik sama saja menipu diri sendiri. Publik bukan bodoh,” tegas Zainal (35), tokoh masyarakat Dharmasraya, yang gusar melihat tren ini.

 

Pers Bukan Musuh, Kritik Bukan Bencana

Zainal mengingatkan: pers adalah pilar keempat demokrasi, bukan alat pengganggu. Produk jurnalistik yang berbasis data dan fakta seharusnya disikapi sebagai kontrol sosial, bukan dianggap serangan pribadi.

“Pejabat kok takut dikritik? Itu justru tanda kelemahan. Kritik adalah vitamin bagi kepemimpinan. Kalau takut, jangan jadi pemimpin,” cetusnya pedas.

Di era keterbukaan informasi, publik Dharmasraya semakin cerdas. Netizen bahkan lebih tajam dalam berkomentar ketimbang buzzer bayaran. Satu peristiwa di selatan kabupaten, hanya butuh hitungan menit sudah bergaung sampai ke Pulau Punjung. Maka, upaya “membodohi publik” lewat pasukan buzzer hanyalah ilusi.

 

Bupati Harus Tunjukkan Kelas

Saat ini, Dharmasraya berada di awal periode kepemimpinan baru. Masih ada waktu hingga 2025 untuk membuktikan arah dan gaya kepemimpinan. Apakah ia akan dikenang sebagai pemimpin yang berani, terbuka pada kritik, dan dekat dengan rakyat—atau sebaliknya, sebagai pemimpin yang berlindung di balik buzzer dan pujian palsu.

Baca Juga :  Saurip Kadi: Reformasi Polri Harus Menyeluruh

“Perbaikilah gaya kepemimpinan dari sekarang. Jangan salahkan masyarakat kalau nanti bereaksi keras terhadap kebijakan yang tidak berpihak. Ingat, rakyat mungkin diam sebagai penonton, tapi mereka bisa bersuara lantang saat merasa dikhianati,” ujar Zainal mengakhiri.

 

Catatan Tajam

Buzzer 3M mungkin bekerja keras untuk mengangkat citra, tetapi masyarakat jauh lebih pintar dari yang mereka kira. Menjilat dan menyanjung tidak akan membangun Dharmasraya, justru mempermalukan kepemimpinan. Sejatinya, kepemimpinan yang kuat tidak butuh pasukan buzzer, melainkan butuh keberanian menghadapi kritik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Lampung Jadi Tuan Rumah HUT ke-19 PPWI, Husin Muchtar: Momentum Mempererat Persatuan dan Berdampak bagi Ekonomi Daerah
Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi
Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?
Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:28 WIB

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:58 WIB

Lampung Jadi Tuan Rumah HUT ke-19 PPWI, Husin Muchtar: Momentum Mempererat Persatuan dan Berdampak bagi Ekonomi Daerah

Sabtu, 12 September 2026 - 09:21 WIB

Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi

Kamis, 10 September 2026 - 11:05 WIB

Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?

Berita Terbaru