Jokowi Masih Jadi Magnet Politik, Ketum Bara JP: Itu yang Ditakuti Sebagian Pihak

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan, Willem Frans Ansanay. (Dok. Istimewa)

Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan, Willem Frans Ansanay. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Willem Frans Ansanay, menilai berbagai kritik dan sindiran yang diarahkan kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana kunjungan ke sejumlah daerah sebagai sesuatu yang berlebihan.

Menurut Frans, kehadiran Jokowi di berbagai daerah untuk memenuhi undangan masyarakat tidak seharusnya dipersoalkan karena saat ini mantan kepala negara tersebut sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden maupun pejabat negara.

“Pak Jokowi sekarang adalah rakyat biasa. Beliau bukan lagi presiden dan bukan pejabat negara. Jadi kalau beliau memenuhi undangan masyarakat atau berkunjung ke daerah, saya tidak melihat ada yang salah,” kata Frans saat ditemui di kediamannya, Rabu (3/6/2026).

Frans menanggapi sejumlah narasi politik yang menyebut agenda kunjungan Jokowi sebagai langkah “turun gunung” menjelang Pemilu 2029. Menurutnya, istilah tersebut justru berpotensi mendiskreditkan sosok Jokowi.

Ia mempertanyakan alasan sebagian elite politik terus menjadikan Jokowi sebagai sasaran kritik, padahal setiap pemimpin maupun politisi memiliki kelebihan dan kekurangan.

“Kenapa Pak Jokowi selalu dipersoalkan? Semua presiden dan tokoh politik pasti punya kekurangan. Seharusnya para elite memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan menjaga etika politik dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Frans juga menegaskan bahwa apabila Jokowi memilih aktif membantu pengembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), hal tersebut merupakan hak politik yang sah. Menurut dia, aktivitas serupa juga dilakukan oleh tokoh-tokoh partai lainnya tanpa menimbulkan polemik.

“Kalau Pak Jokowi ingin membantu membesarkan PSI atau menghadiri kegiatan politik tertentu, itu hak beliau. Banyak ketua umum dan tokoh partai lain yang melakukan hal yang sama dan tidak menjadi persoalan,” katanya.

Lebih lanjut, Frans menilai tingginya perhatian publik terhadap setiap aktivitas Jokowi menunjukkan bahwa mantan wali kota Solo itu masih memiliki pengaruh dan daya tarik yang kuat di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Alumni 2001, SMAN 1 DONRIS / SMAN 3 SOPPENG Bagi-bagi Takjil

Menurutnya, semua dapat melihat sendiri di media sosial bagaimana antusiasme warga di berbagai daerah saat Jokowi hadir dalam sebuah kegiatan. Menurutnya, hal itu merupakan cerminan dari kepercayaan masyarakat terhadap warisan kepemimpinan yang ditinggalkan selama dua periode memimpin Indonesia.

“Kalau sampai sekarang masyarakat masih antusias menyambut Pak Jokowi, berarti ada kepercayaan dan hasil kerja yang dirasakan rakyat selama beliau menjadi presiden. Itu yang membuat beliau tetap memiliki magnet di tengah masyarakat,” tuturnya.

Frans menilai popularitas Jokowi yang masih tinggi kemungkinan menjadi salah satu alasan munculnya berbagai kritik dan tudingan politik yang terus diarahkan kepadanya.

Meski demikian, ia mengajak seluruh pihak untuk menghentikan praktik saling menyerang dan lebih fokus mendukung agenda pembangunan nasional yang saat ini dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kita harus menjaga suasana politik yang sehat dan santun. Jangan terus-menerus membangun narasi yang memecah belah. Saat ini yang lebih penting adalah mendukung keberlanjutan pembangunan dan menjaga persatuan bangsa,” tegasnya.

Frans juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan antaretnis, antaragama, dan antargolongan demi mendukung stabilitas nasional serta percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi
Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?
Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi
Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta
KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik
Budi Arie dan Godaan Menjadi Pemerintahan Bayangan
PENUNDAAN TRANSAKSI REKENING AKTIVIS PATI: JANGAN MEMBALIK LOGIKA HUKUM DAN JANGAN GUNAKAN INSTRUMEN TPPU UNTUK MEMBATASI HAK KONSTITUSIONAL WARGA
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:21 WIB

Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi

Kamis, 10 September 2026 - 11:05 WIB

Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?

Selasa, 8 September 2026 - 17:04 WIB

Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi

Selasa, 1 September 2026 - 10:08 WIB

Gang Sandiwara Kembali Disorot, Dugaan Perbuatan Cabul demi Keuntungan — Polsek Kemang Ditantang Buktikan Fakta

Berita Terbaru

Headline

Senin, 14 Sep 2026 - 14:55 WIB