Korban Sentot korban Trabas Bansos Adventure Trail SP Session 3 diruang medis (Dok, Istimewa)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net — Event spektakuler bertajuk Trabas Bansos Adventure Trail Jelajah Alam SP Session 3 yang digelar di Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya, pada Minggu (25/5/2025), kini berubah menjadi duka. Seorang warga bernama Sentot, beralamat di SP 4, meninggal dunia akibat insiden kecelakaan yang diduga melibatkan peserta trabas yang keluar jalur.

Korban sempat dilarikan ke puskesmas sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Senin pagi pukul 07.00 WIB di RSUD Sungai Dareh.
Ketua panitia, Lila Kurniawan, saat dihubungi via telepon menjelaskan bahwa insiden terjadi saat salah satu rider keluar dari jalur perkebunan sawit dan menabrak korban yang sedang melintas di jalan aspal.
“Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB. Peserta keluar jalur dan terjadi tabrakan. Kami langsung bawa korban ke puskesmas hingga ke RSUD,” jelas Lila.

Namun ironis, saat dikonfirmasi soal insiden ini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpora), Lasmita, yang sebelumnya secara resmi membuka acara mewakili Bupati Dharmasraya, dikutip dari akun Facebook release Dharmasraya, justru memberi pernyataan yang cenderung melepaskan tanggung jawab.
“Saya hanya menghadiri undangan,” kata Lasmita singkat.

Pernyataan ini memunculkan tanda tanya besar. Sebab, pada saat pembukaan, Lasmita tidak hanya hadir sebagai tamu, namun juga memberikan sambutan yang menyemangati peserta dan mengajak masyarakat mendukung penuh kegiatan tersebut.
“Ajang ini bisa menjadi langkah awal melahirkan atlet balap motor baru dari Dharmasraya,” ujarnya kala itu.
Sayangnya, semangat sportivitas dan keselamatan yang disampaikan diduga kurang diiringi dengan pengawasan dan pengamanan yang memadai.
“Informasi ada korban yang meninggal baru kami dapatkan pagi ini, saat ini anggota satlantas tengah ke TKP serta menyita kendaraan yang terlibat,” tegas Kasatlantas AKP Zamrinaldi, SH MH, saat dikonfirmasi Senin pagi (26/5).
Kegiatan trabas ini diketahui diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah, dan berlangsung selama dua hari. Diduga lemahnya koordinasi panitia dengan aparat keamanan serta tidak adanya penjagaan jalur aspal tempat kejadian, memicu insiden fatal yang merenggut nyawa warga.
Kematian Sentot menjadi pukulan telak bagi panitia dan Pemkab Dharmasraya yang sebelumnya mempromosikan acara ini sebagai kebanggaan daerah.
Editor: Yanti











