Puluhan Tahun Tak Jelas, Masyarakat Durian Simpai-Koto Baru Desak Bupati Tuntaskan Janji PT BRM Estate Sijunjung Sumbar

- Penulis

Kamis, 1 Mei 2025 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana saat rapat mediasi Niniek mamak Durian Simpai dengan Humas  PT BRM Estate Sijunjung Sumbar (Dok Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Kekecewaan mendalam disuarakan masyarakat Durian Simpai dan Koto Baru, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya. Pasalnya, janji PT BRM Estate Sijunjung Sumbar yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) sejak tahun 2001, tak kunjung terealisasi penuh hingga kini. Warga menilai pemerintah daerah, khususnya Bupati Dharmasraya Anisa Suci Ramadani, tidak serius memperjuangkan hak masyarakatnya.

 

Dalam MoU tersebut, PT BRM berkomitmen menyediakan lahan seluas 1.000 hektar sebagai kompensasi atas pemanfaatan lahan ulayat masyarakat untuk tanaman akasianya. Namun hingga saat ini, baru sekitar 450 hektar yang terealisasi, dan sisanya sebanyak 550 hektar masih menjadi tanda tanya besar.

 

Gambar Lahan yang 450 Hektar status HPL, masyarakat menuntut sisanya.

 

“Yang 550 hektar ini, bertahun-tahun kami tagih. Mana hak kami? Ini bukan perkara baru, ini soal janji PT BRM yang disahkan dalam kesepakatan bersama para niniek mamak sejak 2001,” tegas Aidil Fitri Dt Penghulu Bosau, tokoh masyarakat setempat.

 

Ironisnya, MoU yang seharusnya dilaksanakan sejak 2001 justru baru mulai dijalankan pada 2006 dengan skema berbeda melalui addendum. Dalam addendum tersebut, masyarakat dibebankan untuk menanam sendiri sawit dengan dana bantuan dari perusahaan.

 

Terpisah, Rosmanita (56), warga Durian Simpai, mengaku pihak Niniek Mamak kami telah mengirim surat resmi kepada Bupati Dharmasraya pada 24 Maret 2025 lalu. Namun hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemimpin daerah.

 

“Kami menunggu Bupati. Sudah kami sampaikan secara tertulis, tapi belum ada kabar. Ini hak kami, jangan sampai Pemkab tutup mata. Kenapa terkesan tidak ada keberpihakan?” ujar Rosmanita dengan nada kecewa kepada media ini (01/05).

Baca Juga :  Agustiar Saragih Nahkodai PBVSI Simalungun Masa Bhakti 2025-2029

 

Lebih parah lagi, upaya mediasi yang digelar belum lama ini pun gagal memberikan titik terang. Rapat yang menghadirkan pihak BRM hanya diwakili oleh bagian humas, bukan oleh manajemen puncak yang bisa mengambil keputusan. Hal ini membuat para niniek mamak selaku pemangku adat kecewa berat.

 

“BRM seperti main-main. Datang bukan membawa solusi, tapi alasan. Kami minta menejernya langsung, bukan sekadar humas. Kalau di Sijunjung saja bisa diselesaikan, kenapa kami terus diabaikan? Ada apa sebenarnya?” tanya Rio (35), warga lainnya.

 

Masyarakat kini menuntut Bupati Anisa Suci Ramadani untuk tidak lepas tangan dan segera menindaklanjuti persoalan ini secara serius. Mereka berharap Pemkab Dharmasraya tidak menjadi bagian dari pembiaran terhadap ketidakadilan yang telah berlangsung puluhan tahun.

 

Editor: Yanti 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan
Satukan Langkah Membangun Negeri, TMMD ke-130 Inhil Rampungkan 90% Target Fisik ​
Bangun Negeri dari Desa, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Perkuat Ketahanan Pangan di Keritang
Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa, TMMD ke-130 Tanam 1.000 Bibit Petai, Jengkol, dan Sirsak ​
Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti
Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Pinangsori Tapteng, 14 Paket Disita
Bupati Tapteng Hadiri Wisuda Wabup Mahmud Efendi di UMN Al Washliyah Medan
Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perencanaan Pembangunan Gedung DPRD Kota Bukittinggi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:37 WIB

Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan

Senin, 2 November 2026 - 12:58 WIB

Satukan Langkah Membangun Negeri, TMMD ke-130 Inhil Rampungkan 90% Target Fisik ​

Senin, 2 November 2026 - 12:36 WIB

Bangun Negeri dari Desa, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Perkuat Ketahanan Pangan di Keritang

Senin, 2 November 2026 - 12:17 WIB

Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa, TMMD ke-130 Tanam 1.000 Bibit Petai, Jengkol, dan Sirsak ​

Minggu, 1 November 2026 - 19:57 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti

Berita Terbaru