Sekda Jadi Ujung Tombak, Bupati Hanya Bayangan?

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Sekda Dharmasraya Jasman (Dok, Istimewa)

 

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat Mediainvestigasi.net

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ada pemandangan baru di Dharmasraya. Setelah beberapa bulan menjabat, sang bupati seperti memilih berdiri di balik layar. Justru Pj Sekda Jasman yang tampak maju ke panggung utama, menjadi wajah, suara, dan bahkan nafas dari pemerintahan ini.

Bukan rahasia lagi, hampir setiap agenda penting, dari pembahasan KUA-PPAS hingga forum krusial bersama DPRD, selalu terwakili oleh sekda. Jasman tampil ke depan, sementara sang bupati lebih sering absen. Pertanyaan pun menggantung di ruang publik: apakah bupati kita tak cukup bernyali untuk berdialog dengan wakil rakyatnya? Atau memang belum percaya diri menyuarakan programnya sendiri?

 

Tradisi Baru atau Gejala Lemahnya Kepemimpinan?

Sejak Dharmasraya berdiri, jarang sekali kita melihat sekda sedemikian dominan. Jasman kini bukan sekadar administrator birokrasi, melainkan seolah “panglima lapangan” yang mengamankan langkah demi langkah kebijakan daerah. Ada yang menyebut ini sebagai bentuk efisiensi. Namun, tak sedikit pula yang menilai ini adalah cermin rapuhnya kepemimpinan seorang bupati baru yang masih belajar memahami panggung politik dan pemerintahan.

Sungguh ironis, kursi bupati yang mestinya penuh wibawa, kini seperti ditopang oleh seorang sekda. Padahal masyarakat Dharmasraya tidak memilih sekda, melainkan bupati. Jasman memang bekerja dengan baik, tetapi bukankah seharusnya seorang pemimpin hadir langsung di momen-momen strategis?

 

Dharmasraya Butuh Pemimpin, Bukan Penonton

Perjalanan masih panjang. Tahun 2025 menjadi tonggak uji kepemimpinan: apakah bupati mampu berdiri tegak, mengambil alih kendali, dan berbicara di hadapan publik tanpa perantara? Ataukah Dharmasraya harus rela dipimpin dari balik bayang-bayang seorang sekda?

Baca Juga :  Dua Kecelakaan Beruntun: Saatnya Evaluasi Pola Perjalanan Dinas Pejabat Dharmasraya ke Provinsi

Masyarakat tidak menuntut kesempurnaan. Mereka hanya ingin melihat pemimpinnya berani, hadir, dan memimpin dengan hati. Karena di kursi bupati, yang diharapkan bukan sekadar tanda tangan, tapi juga keberanian untuk berdiri di garis depan.

 

Catatan

Hari ini, Jasman mungkin menjadi ujung tombak. Tapi ujung tombak sejatinya bukan untuk menggantikan pemegangnya. Jika bupati terus bersembunyi di balik sekda, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kewibawaan jabatan, tetapi juga kepercayaan rakyat Dharmasraya.(**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Lampung Jadi Tuan Rumah HUT ke-19 PPWI, Husin Muchtar: Momentum Mempererat Persatuan dan Berdampak bagi Ekonomi Daerah
Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi
Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?
Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:28 WIB

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:58 WIB

Lampung Jadi Tuan Rumah HUT ke-19 PPWI, Husin Muchtar: Momentum Mempererat Persatuan dan Berdampak bagi Ekonomi Daerah

Sabtu, 12 September 2026 - 09:21 WIB

Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi

Kamis, 10 September 2026 - 11:05 WIB

Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?

Berita Terbaru