Dua Kecelakaan Perjalanan Dinas Pejabat Dharmasraya ke Provinsi (Dok, Istimewa)
Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat
Mediainvestigasi.net – Dharmasraya kembali dirundung kabar tak sedap. Dalam rentang waktu satu bulan, dua kali kendaraan dinas pejabat tinggi mengalami kecelakaan di perjalanan menuju agenda kedinasan di luar daerah.

Pertama, 14 Juli lalu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya mengalami kecelakaan di wilayah Solok, saat hendak menghadiri acara kedinasan di Kota Padang pada pagi hari. Beruntung, ia selamat dan hanya menderita luka ringan.

Belum genap sebulan, 14 Agustus pagi, musibah serupa terulang. Kali ini, mobil dinas Inspektorat Kabupaten Dharmasraya mengalami kecelakaan di Sijunjung. Mobil itu sedang membawa rombongan untuk menghadiri agenda kedinasan yang sama harinya. Sekretaris Inspektorat dilaporkan patah kaki, sopir patah tangan, dan seorang penumpang lainnya luka-luka.
Pola Berangkat Pagi Buta: Risiko yang Mengintai
Perjalanan dinas pejabat daerah ke provinsi, khususnya ke Kota Padang, bukanlah jarak tempuh yang bisa dianggap sepele. Dari Dharmasraya, perjalanan darat membutuhkan waktu 6–8 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca. Jika acara dimulai pagi, artinya rombongan harus berangkat dini hari, bahkan sebelum subuh, demi tiba tepat waktu.
Kondisi ini bukan hanya menguras fisik, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Mengemudi jarak jauh di waktu mengantuk, melalui jalan berkelok, tanjakan, turunan, hingga rawan longsor, adalah kombinasi maut yang sayangnya kerap diabaikan demi “efisiensi anggaran”.
Prosedur Ideal yang Diabaikan
Secara teknis, perjalanan dinas jarak jauh yang melibatkan pejabat daerah seharusnya memenuhi prinsip keamanan dan kesehatan kerja. Prosedur yang umum dilakukan daerah lain:
1. Berangkat Sehari Sebelum Acara – Agar sopir dan penumpang cukup beristirahat sebelum agenda.
2. Menginap di Hotel Terdekat – Dinas membiayai penginapan di lokasi atau kota terdekat tempat acara.
3. Menyiapkan Sopir Cadangan – Untuk mengurangi risiko kelelahan saat perjalanan.
4. Memastikan Kondisi Kendaraan Prima – Pemeriksaan teknis sebelum berangkat.
Namun, di Dharmasraya, efisiensi anggaran kerap menjadi dalih. Biaya menginap sering dipangkas, dan perjalanan luar daerah dipadatkan dalam satu hari. Hasilnya: berangkat dini hari, pulang larut malam, dengan kondisi tubuh lelah dan rentan celaka.
Standar Ganda dalam Perjalanan Dinas?
Ironisnya, ketika staf dibatasi fasilitasnya demi penghematan, bupati justru leluasa melakukan perjalanan dinas berhari-hari. Tak jarang, kameranya wartawan menangkap momen sang bupati menghadiri berbagai acara di Jakarta.
Kita patut bertanya: Apakah efisiensi anggaran hanya berlaku untuk staf bawahan, sementara pimpinan punya “jalur khusus” yang tidak terikat pembatasan?
Saatnya Berbenah
Kecelakaan beruntun ini harus menjadi alarm keras. Pemerintah daerah perlu menetapkan SOP perjalanan dinas jarak jauh yang mengutamakan keselamatan, bukan sekadar hemat anggaran di atas kertas. Menginap di hotel sehari sebelum acara bukanlah pemborosan, tapi investasi keselamatan jiwa.
Karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada selisih biaya perjalanan yang dihemat. (**)















1 Komentar
**backbiome**
Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.