Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?

- Penulis

Kamis, 10 September 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?

Oleh: Amiluddin
Kaperwil Mediainvestigasi.net Sulawesi Selatan

OPINI — Bayangkan satu hari dalam kehidupan masyarakat.

Subuh belum benar-benar terang, warga sudah sibuk menadah air. Pagi belum lama dimulai, antrean BBM mengular. Siang hari bukan digunakan untuk bekerja dengan tenang, tetapi berkeliling mencari tabung gas. Malam datang, lilin kembali dicari ketika listrik padam.

Subuh tadah air. Pagi antre bensin. Siang cari gas. Malam cari lilin.

Kalimat itu sederhana. Namun di balik kesederhanaannya, ada kritik sosial yang cukup keras: mengapa untuk mendapatkan kebutuhan dasar saja masyarakat harus menghabiskan begitu banyak waktu, tenaga, dan kesabaran?

Air adalah kebutuhan pokok. BBM menopang mobilitas. LPG menjadi kebutuhan rumah tangga. Listrik menerangi kehidupan. Ketika empat hal tersebut bermasalah dalam waktu yang berdekatan, yang terganggu bukan hanya kenyamanan, tetapi juga aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat.

Rakyat tidak sedang meminta kemewahan.

Mereka hanya ingin air tersedia ketika keran dibuka, BBM dapat diperoleh tanpa antrean yang menguras waktu, gas tidak menjadi barang yang harus diburu dari satu tempat ke tempat lain, dan listrik menyala ketika dibutuhkan.

Sesederhana itu.

Karena itu, keluhan masyarakat jangan buru-buru dianggap sebagai kegaduhan. Bisa jadi, keluhan tersebut merupakan alarm bahwa ada sesuatu yang perlu segera dibenahi.

Pemerintah bersama pihak terkait harus berani melakukan evaluasi secara serius. Jika masalahnya distribusi, benahi distribusinya. Jika persoalannya pasokan, pastikan pasokan tersedia. Jika ada permainan atau penyimpangan di lapangan, tindak secara tegas.

Jangan biarkan masyarakat terus-menerus menjadi pihak yang harus beradaptasi terhadap masalah.

Sebab terlalu lama beradaptasi dengan kelangkaan dapat melahirkan sesuatu yang jauh lebih berbahaya: hilangnya kepercayaan.

Baca Juga :  Ketua Investigasi Nasional LPK GPI Soroti Pemerintah Kecamatan Buko Seakan Buta Abaikan 3 Gedung Aset Negara Terbengkalai

Namun kritik juga harus memiliki batas kewarasan. Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya. Jangan pula menjadikan situasi sulit sebagai alasan untuk memperkeruh keadaan.

Ketenangan bukan berarti diam. Kritik bukan berarti provokasi.

Masyarakat tetap dapat menyampaikan keluhan, sementara pemerintah wajib menunjukkan bahwa keluhan tersebut benar-benar ditangani.

Kepercayaan publik tidak bisa diminta. Ia harus dibuktikan.

Ketika pemerintah mampu menghadirkan solusi, masyarakat akan melihat bahwa negara hadir. Sebaliknya, ketika masalah berulang tanpa kejelasan, wajar jika pertanyaan publik semakin keras: sebenarnya siapa yang bertanggung jawab memastikan kebutuhan dasar rakyat tetap tersedia?

Pada akhirnya, persoalan ini bukan semata tentang air, BBM, LPG, atau listrik.

Ini tentang kualitas hidup.

Ini tentang waktu masyarakat.

Ini tentang rasa aman.

Dan yang paling penting, ini tentang kepercayaan.

Jangan sampai suatu hari kita terbiasa melihat rakyat menjalani siklus yang sama: subuh menadah air, pagi mengantre BBM, siang berburu gas, malam mencari lilin.

Sebab jika itu menjadi rutinitas, yang sedang krisis bukan hanya pasokan.

Bisa jadi, yang perlahan habis adalah kesabaran rakyat.

Penulis : Amiludin

Editor : Atri

Sumber Berita: MI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Cepat dan Tanggap Tangani Banjir, Wabup Padang Pariaman Salurkan Bantuan dan Turunkan Alat Berat di Batang Gasan
‎Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat, Wabup Rahmat Ajak Warga Aktifkan IKD dan Jadi Agen Pelinsos
​Wujudkan Sanitasi Layak, TNI dan Masyarakat Kuala Lemang Gotong Royong Malam Hari di TMMD ke-130
Sinergi Tanpa Batas: TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Semenisasi Jalan 1 Km di TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil
DUGAAN PENYEKAPAN DI YOGYAKARTA, ALICE SRIE ANITHA MINTA PERKARA DITELUSURI
Kasdim 0314/Inhil Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan di Desa Kuala Lemang, Bangkitkan Semangat Bela Negara Melalui TMMD ke-130
Bupati Bungkam Soal Anggaran Media dan Nepotisme, Ketua AWI Kampar Sebut Pemimpin Kok Takut Jawab Rakyat
Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang
Berita ini 78 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:54 WIB

‎Cepat dan Tanggap Tangani Banjir, Wabup Padang Pariaman Salurkan Bantuan dan Turunkan Alat Berat di Batang Gasan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:35 WIB

‎Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat, Wabup Rahmat Ajak Warga Aktifkan IKD dan Jadi Agen Pelinsos

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:03 WIB

​Wujudkan Sanitasi Layak, TNI dan Masyarakat Kuala Lemang Gotong Royong Malam Hari di TMMD ke-130

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Sinergi Tanpa Batas: TNI-Polri dan Warga Gotong Royong Semenisasi Jalan 1 Km di TMMD Ke-130 Kodim 0314/Inhil

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:12 WIB

DUGAAN PENYEKAPAN DI YOGYAKARTA, ALICE SRIE ANITHA MINTA PERKARA DITELUSURI

Berita Terbaru