Kondisi Persawahan masyarakat terendam banjir (Dok, Istimewa)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net-3 Maret 2025 – Petani di Dharmasraya kembali dihantam kerugian besar! Sebanyak 281,25 hektar lahan pertanian yang terdiri dari persawahan, ladang jagung, dan tanaman cabai dipastikan gagal panen setelah terendam banjir. Dampaknya, ribuan petani kehilangan sumber pendapatan.
Tak hanya itu, pemilik kebun sawit dan karet juga terkena imbasnya. Genangan air yang berkepanjangan menyebabkan penurunan produksi yang signifikan, membuat ekonomi masyarakat semakin terhimpit.
Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, nagari-nagari yang terdampak gagal panen meliputi:
Nagari Koto Salak
Nagari Gunung Selasih
Nagari Koto Nan Empat Dibawuah
Nagari Silago
Nagari Taratak Koto Tuo (Siguntur)
Nagari Sitiung
Nagari Taratak Tinggi
Nagari Panyubarangan
Nagari Sungai Langkok
Kepala Dinas Pertanian, Darisman, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan total luas area pertanian yang terdampak banjir dan berpotensi gagal panen.
“Tanaman yang seharusnya dipanen dalam waktu dekat justru hancur karena tergenang air. Petani kita mengalami kerugian,” ungkap Darisman.
Dampak Ekonomi: Masyarakat Kian Terpuruk!
Gagal panen ini bukan sekadar bencana pertanian, tetapi juga ancaman serius bagi ekonomi masyarakat. Pendapatan petani anjlok.
Buruh tani dan pekerja kebun juga terdampak. Banyak yang kini kehilangan pekerjaan karena ladang dan kebun tak bisa diolah. Tanpa tindakan cepat, angka kemiskinan di Dharmasraya bisa meningkat tajam.
“Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Kalau setiap tahun seperti ini dan tidak ada solusi nyata dari pemerintah, kami bisa bangkrut,” ujar Irwan (45) seorang petani dari Nagari Koto Salak.
Kondisi ini bukan yang pertama kali terjadi di Dharmasraya. Banjir yang berulang setiap tahun menjadi bukti bahwa pemerintah daerah belum memiliki solusi jangka panjang. Jika terus dibiarkan, petani akan selalu menjadi korban, dan ekonomi masyarakat semakin terpuruk.
“Jika masalah banjir ini tidak ditangani serius, petani Dharmasraya akan terus mengalami kerugian setiap kali hujan datang! Sudah waktunya pemerintah berhenti hanya meninjau lokasi bencana dan mulai memberikan solusi nyata bagi masyarakat,”tutup Irwan.
Editor: Yanti













