281,25 Hektar Gagal Panen, Petani Dharmasraya Terancam Bangkrut!

- Penulis

Senin, 3 Maret 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Persawahan masyarakat terendam banjir (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net-3 Maret 2025 – Petani di Dharmasraya kembali dihantam kerugian besar! Sebanyak 281,25 hektar lahan pertanian yang terdiri dari persawahan, ladang jagung, dan tanaman cabai dipastikan gagal panen setelah terendam banjir. Dampaknya, ribuan petani kehilangan sumber pendapatan.

Tak hanya itu, pemilik kebun sawit dan karet juga terkena imbasnya. Genangan air yang berkepanjangan menyebabkan penurunan produksi yang signifikan, membuat ekonomi masyarakat semakin terhimpit.

Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, nagari-nagari yang terdampak gagal panen meliputi:

Nagari Koto Salak

Nagari Gunung Selasih 

Nagari Koto Nan Empat Dibawuah

Nagari Silago

Nagari Taratak Koto Tuo (Siguntur)

Nagari Sitiung

Nagari Taratak Tinggi

Nagari Panyubarangan

Nagari Sungai Langkok

Kepala Dinas Pertanian, Darisman, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan total luas area pertanian yang terdampak banjir dan berpotensi gagal panen.

“Tanaman yang seharusnya dipanen dalam waktu dekat justru hancur karena tergenang air. Petani kita mengalami kerugian,” ungkap Darisman.

Dampak Ekonomi: Masyarakat Kian Terpuruk!

Gagal panen ini bukan sekadar bencana pertanian, tetapi juga ancaman serius bagi ekonomi masyarakat. Pendapatan petani anjlok.

Buruh tani dan pekerja kebun juga terdampak. Banyak yang kini kehilangan pekerjaan karena ladang dan kebun tak bisa diolah. Tanpa tindakan cepat, angka kemiskinan di Dharmasraya bisa meningkat tajam.

“Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Kalau setiap tahun seperti ini dan tidak ada solusi nyata dari pemerintah, kami bisa bangkrut,” ujar Irwan (45) seorang petani dari Nagari Koto Salak.

Kondisi ini bukan yang pertama kali terjadi di Dharmasraya. Banjir yang berulang setiap tahun menjadi bukti bahwa pemerintah daerah belum memiliki solusi jangka panjang. Jika terus dibiarkan, petani akan selalu menjadi korban, dan ekonomi masyarakat semakin terpuruk.

Baca Juga :  Perampokan Brutal di Sungai Betung, Pemilik Warung Ditodong Pembeli di Tembak

“Jika masalah banjir ini tidak ditangani serius, petani Dharmasraya akan terus mengalami kerugian setiap kali hujan datang! Sudah waktunya pemerintah berhenti hanya meninjau lokasi bencana dan mulai memberikan solusi nyata bagi masyarakat,”tutup Irwan.

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Ada Ampun bagi Pembakar Lahan, Polsek Kateman Amankan Seorang Pria
Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Upacara Gelar Senja di Kediaman Bupati
Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Tanjung Melayu
Bongkar sampai Bandar Besarnya! Warga Desak Polisi Putus Jaringan Narkoba Pulau Ruku
Resahkan Warga, Peredaran Narkoba di Desa Pulau Ruku Desak Tindakan Tegas Aparat
DPRD Inhil Apresiasi Sikap tegas DKUPP dalam penegakan aturan dan mengurangi kebocoran Retribusi
HUT Ke-1 BMSN, Perkuat Komitmen Tangkal Hoaks
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:04 WIB

Tak Ada Ampun bagi Pembakar Lahan, Polsek Kateman Amankan Seorang Pria

Senin, 14 September 2026 - 18:41 WIB

Kwartir Cabang 04.02 Gerakan Pramuka Indragiri Hilir Upacara Gelar Senja di Kediaman Bupati

Senin, 14 September 2026 - 16:04 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Asta Cita, Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Lahan Jagung di Desa Tanjung Melayu

Senin, 14 September 2026 - 14:55 WIB

Senin, 14 September 2026 - 11:38 WIB

Bongkar sampai Bandar Besarnya! Warga Desak Polisi Putus Jaringan Narkoba Pulau Ruku

Berita Terbaru

Headline

Senin, 14 Sep 2026 - 14:55 WIB