Wartawan Diteror Kepala Babi, Menkomdigi Pastikan Presiden Prabowo Komitmen Terhadap Kebebasan PERS

- Penulis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Teror kepala babi yang dikirim ke wartawan Tempo Francisca Christy Rosana atau yang akrab disapa Cica akan membuka dan mengungkap tabir gelap yang selama ini banyak dialami wartawan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyayangkan teror dan menyarankan wartawan Tempo melaporkan masalah tersebut agar terungkap siapa pengirimnya.

“Saya sebagai mantan jurnalis menyayangkan tentu, dan silakan saja nanti laporkan, supaya ketahuan begitu siapa yang kirim,” kata Meutya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (21/3).

Meutya menunggu laporan dari Dewan Pers terkait teror kepala babi yang dialami wartawan Tempo. Dia mendorong kasus tersebut diproses secara hukum di kepolisian.

“Kita dorong justru silakan untuk diproses secara hukum di kepolisian,” seru Meutya Hafid.

Di waktu yang sama, mantam Wartawan Tempo yang kini menjadi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengingatkan bahwa kebebasan pers dilindungi oleh undang-undang (UU).

“Kebebasan pers kan dilindungi oleh undang-undang pers ya. Jadi kalau memang ada hal yang tidak sesuai, mungkin bisa disesuaikan dengan undang-undang pers,” tambah Nezar kepada wartawan.

Nezar berkomitmen, Komdigi terus mendukung kebebasan pers di Indonesia dan menegaskan apabila ada konflik dengan pers dapat diselesaikan dengan undang-undang.

“Kita mendukung yang namanya kebebasan pers, kita berharap kalau ada konflik bisa diselesaikan dengan undang-undang,” jelasnya.

Namun, Nezar belum menentukan soal langkah tegas Komdigi terkait teror kepala babi kepada Tempo. Dia menunggu hasil penyidikan polisi. “Tergantung nanti penyidikannya gimana,” ujar Nezar.

Presiden Prabowo akan Mengambil Sikap

Kembali ke Meutya Hafid, sebagai Menkomdigi, memastikan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen terhadap kebebasan pers. Hal ini, kata Meutya, dapat terlihat dari masukan-masukan masyarakat yang selalu ditampung oleh Prabowo.

Baca Juga :  Tentang Dugaan Pelecehan di Pondok Melati: Korban Kecewa dengan Proses Hukum

“Pasti dong, masih, kita tidak pernah berubah dalam rangka kebebasan pers sampai saat ini. Kita lihat berbagai masukan justru ditampung oleh pemerintah, presiden, bahwa masukan-masukan dari masyarakat, dari social media pun beliau mendengarkan, dan beberapa kebijakan kan dikoreksi,” pungkas Meutya Hafid,

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku
Rokok Diduga Tanpa Cukai di Cinere Menguak, Puluhan Dus dan Jutaan Rupiah Jadi Sorotan
Penetapan Irlan–Indra Dipertanyakan, Kuasa Hukum Soroti Tempus Delicti hingga SPDP
Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang
Polsek Padang Selatan Bekuk Juru Parkir Terduga Penggelapan Sepeda Motor
Diduga Hendak Curi Motor, Pria Diamankan Warga Cimanggu Tanah Sareal
12 Perempuan Diamankan di Gang Sandiwara Kemang, Operasi Yustisi Buka Pertanyaan Baru
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:03 WIB

PWI OKU Timur mengecam keras Pelaku Pemukulan Wartawan di Palembang, Usut tuntas Pelaku

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Sabtu, 26 September 2026 - 10:49 WIB

Rokok Diduga Tanpa Cukai di Cinere Menguak, Puluhan Dus dan Jutaan Rupiah Jadi Sorotan

Jumat, 25 September 2026 - 11:03 WIB

Penetapan Irlan–Indra Dipertanyakan, Kuasa Hukum Soroti Tempus Delicti hingga SPDP

Kamis, 17 September 2026 - 11:58 WIB

Konfirmasi Belum Terjawab, Dua Pelaksana Blokir Kontak Wartawan — PUPR/Pemkab Bogor Diminta Buka Terang

Berita Terbaru