Tak Masuk RPJMN, Kabupaten Tetap Optimistis: Membangun dari Kekuatan Sendiri

- Penulis

Rabu, 12 Maret 2025 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Kabupaten Dharmasraya Leli Arni saat hadir di acara Konsultasi Publik KLHS RPJMD Tahun 2025-2030 di Auditorium, 11/03/2025 (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net-Tidak semua kabupaten masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Artinya, mereka tidak menjadi prioritas dalam kebijakan pembangunan pusat. Namun, bukan berarti mereka berhenti bergerak. Dengan mengandalkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pemerintah daerah tetap berjuang mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

 

RPJMD: Peta Jalan Mandiri di Tengah Ketimpangan Pusat-Daerah

RPJMN adalah dokumen pembangunan lima tahunan yang ditetapkan pemerintah pusat dan menjadi acuan bagi daerah. Sementara itu, RPJMD adalah strategi pembangunan daerah yang disusun berdasarkan kondisi dan potensi lokal. Meski harus selaras dengan RPJMN, RPJMD memberi ruang bagi kabupaten untuk menentukan arah pembangunan sendiri.

 

Ketika sebuah kabupaten tidak masuk dalam RPJMN, konsekuensinya jelas: sulitnya akses anggaran pusat, minimnya sinkronisasi program, hingga terbatasnya dukungan kebijakan dari pemerintah pusat. Namun, beberapa daerah menolak tunduk pada keterbatasan ini.

 

Optimisme Daerah: Berkarya dengan Sumber Daya yang Ada

Tanpa anggaran besar dari pusat, kabupaten harus berinovasi. Potensi lokal menjadi kunci, baik dari sumber daya alam, kekuatan sumber daya manusia, hingga kreativitas pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan. Beberapa strategi yang ditempuh antara lain:

 

Memanfaatkan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, atau pariwisata berbasis lokal.

Menggerakkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, baik melalui UMKM, koperasi, maupun gotong royong.

Menggandeng sektor swasta untuk investasi dan pembangunan infrastruktur.

Meningkatkan transparansi dan efisiensi anggaran, memastikan setiap rupiah benar-benar untuk rakyat.

 

Membangun Kesejahteraan: Kerja Keras yang Tak Bisa Ditawar

Sebuah RPJMD yang disusun dengan baik dan dijalankan secara konsisten dapat membawa perubahan nyata. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat melalui:

Baca Juga :  Apel Gabungan Eselon II & III Pemkab Tapteng, Tegakkan Disiplin Lewat Razia Kehadiran

 

Pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.

Lapangan kerja yang tercipta dari penguatan ekonomi lokal.

Pembangunan infrastruktur yang mendukung kesejahteraan rakyat.

Program pengentasan kemiskinan yang berbasis kebutuhan riil daerah.

 

Namun, tidak cukup hanya memiliki dokumen RPJMD yang bagus. Kunci keberhasilan ada pada komitmen pemerintah daerah, sinergi dengan masyarakat dan swasta, serta transparansi dalam penggunaan anggaran. Tanpa itu, RPJMD hanya akan menjadi sekadar wacana di atas kertas.

 

Kesimpulan: Bergerak Meski Tanpa Prioritas Pusat

Tidak masuk dalam RPJMN memang menantang, tapi bukan akhir segalanya. Kabupaten tetap bisa optimistis dan bergerak maju dengan kekuatan sendiri. Yang diperlukan adalah inovasi, kerja keras, serta komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat agar program daerah tetap mendapat perhatian.

 

Dalam kondisi keterbatasan, justru muncul semangat kemandirian. Kabupaten yang tak masuk radar pusat bisa membuktikan bahwa kesejahteraan tidak hanya datang dari bantuan pemerintah, tetapi juga dari kekuatan rakyatnya sendiri.

 

Pertanyaannya, mampu atau tidak Kabupaten Dharmasraya mengandalkan RPJMD? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti
Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Pinangsori Tapteng, 14 Paket Disita
Bupati Tapteng Hadiri Wisuda Wabup Mahmud Efendi di UMN Al Washliyah Medan
Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perencanaan Pembangunan Gedung DPRD Kota Bukittinggi
Kejar Target 1 Kilometer, Satgas dan Warga Maksimalkan Waktu Lembur di TMMD ke-130 Desa Kuala Lemang ​
Kejar Target, Satgas TMMD dan Warga Gesa Pengerjaan Sisa MCK dan Sumur Bor di Desa Kuala Lemang
Kian Mendekati Rampung, Satgas TMMD Ke-130 Kebut Pemasangan Jendela dan Teras Rumah Warga di Desa Kuala Lemang
Tertibkan Kafe Karaoke dan Kedai Tuak, Satpol PP Damkar Padang Pariaman Amankan Empat Pasangan Muda-Mudi
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:57 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti

Minggu, 1 November 2026 - 19:22 WIB

Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Pinangsori Tapteng, 14 Paket Disita

Minggu, 1 November 2026 - 15:57 WIB

Bupati Tapteng Hadiri Wisuda Wabup Mahmud Efendi di UMN Al Washliyah Medan

Minggu, 1 November 2026 - 15:33 WIB

Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perencanaan Pembangunan Gedung DPRD Kota Bukittinggi

Minggu, 1 November 2026 - 12:43 WIB

Kejar Target 1 Kilometer, Satgas dan Warga Maksimalkan Waktu Lembur di TMMD ke-130 Desa Kuala Lemang ​

Berita Terbaru