Gambar Presiden RI dan Program MBG Prabowo Subianto (Dok, Istimewa)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program andalan Presiden Prabowo Subianto, kini tercoreng dugaan pungutan liar (pungli) di Kabupaten Dharmasraya. Ironisnya, Pemerintah Daerah Dharmasraya justru terkesan hanya melempar wacana pembentukan satgas, tanpa tindak lanjut yang jelas.
Padahal, program MBG sudah didanai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan seluruh pembiayaan ditanggung oleh BGN. Artinya, tidak ada ruang sedikit pun untuk pungutan biaya dari pihak manapun. Jika ada pihak yang mengatasnamakan MBG lalu meminta uang, hal itu jelas-jelas sebuah pelanggaran.
Dugaan Calo Terbongkar
Isu pungli ini mencuat setelah Momenpembaruan.com merilis berita berjudul “Terkait Ada Dugaan Calo BGN di Dharmasraya, Sepak Terjang Poniman Cs Dibuka Mantan Rekan Satu Tim”. Hengki Purnanda, mantan rekan satu tim Poniman Cs, mengungkap adanya praktik dugaan calo yang mengatasnamakan yayasan di Jakarta dan BGN.
Hengki mengaku diajak bergabung bersama Poniman, Riza Suryadi, dan Fadli. Namun, ia mendapati adanya permintaan sejumlah uang dari calon peserta dapur MBG.
“Awalnya saya diajak gabung, tapi kemudian saya tahu ada permintaan uang dalam proses menjadi calon pemilik dapur. Itu yang membuat saya angkat bicara,” ujar Hengki.
Berdasarkan informasi yang diterima media ini, bukti transfer ke rekening atas nama Riza Suryadi, mengalir dari berbagai pihak.
Pemda Hanya Lempar Wacana
Salah seorang peserta (tidak ingin disebut namanya) hadir dalam kunjungan resmi BGN ke Dharmasraya menegaskan bahwa Pemda seolah tak peduli.
“Nan jaleh kini ko Pemda seakan diam melihat kondisi yang ada. Katanya mau bentuk satgas, tapi sampai kini tidak ada realisasi,” kritiknya.
Dalam forum resmi itu, Pemda sempat melempar janji akan membentuk satgas pengawasan. Namun, janji tinggal janji—hingga kini tak ada tindak nyata.
Bantahan, Tapi Lewat Media Tandingan
Di sisi lain, sejumlah media online, salah satunya topsatu.com merilis berita “Tudingan Ada Calo MBG di Dharmasraya Tidak Benar”. Dalam konferensi pers, Poniman bersama koordinator lapangan Riza Suryadi membantah keras tuduhan tersebut.
“Kami menyatakan dengan tegas tudingan tersebut tidak benar,” ujar Poniman, Kamis (11/9/2025) malam.
Namun publik menilai bantahan itu hanya upaya kontra-narasi. “Kalau memang mau membantah, kenapa tidak gunakan hak jawab di media yang sama? Kenapa malah buat berita lain di media berbeda? Katanya pemda mau bentuk satgas, tapi faktanya tak ada realisasi,” sindir salah satu peserta itu.
Warga Diimbau Laporkan Pungli
Menguatnya dugaan pungli ini tidak hanya mencoreng nama baik daerah, tapi juga berpotensi menodai citra Presiden Prabowo dan harapan masyarakat kecil yang mestinya jadi penerima manfaat utama.
Sebagai catatan, program MBG telah didanai sepenuhnya oleh APBN dan ditanggung oleh BGN. Oleh karena itu, jika masyarakat menemukan praktik pungutan biaya yang mengatasnamakan MBG, diimbau untuk segera melaporkannya langsung ke BGN.
Langkah ini penting untuk menjaga integritas program nasional agar benar-benar sampai kepada masyarakat tanpa dikotori kepentingan segelintir pihak.
Editor: Yanti












