Layani Relawan hingga Pejabat, Skuad Dapur Umum Sinuruik Pasaman Barat: Dapur Kecil yang Menjadi Nadi Tanggap Darurat Talamau

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur Umum TDB Sinuruik Talamau, Pasaman Barat. Setiap harinya, dapur umum ini menyuapi hampir seratus orang—terdiri dari pejabat pusat, daerah, petugas gabungan, relawan, hingga para penggiat kemanusiaan dari berbagai daerah. (Foto: Media Invetigasi)

Dapur Umum TDB Sinuruik Talamau, Pasaman Barat. Setiap harinya, dapur umum ini menyuapi hampir seratus orang—terdiri dari pejabat pusat, daerah, petugas gabungan, relawan, hingga para penggiat kemanusiaan dari berbagai daerah. (Foto: Media Invetigasi)

Pasaman Barat, Mediainvestigasi.net – Di balik hiruk-pikuk alat berat, teriakan komando tim SAR, dan lalu-lalang relawan di wilayah bencana Talamau, ada satu tempat yang nyaris tak pernah sepi dari asap, suara wajan, dan langkah orang-orang kelaparan: Dapur Umum Posko TDB Nagari Sinuruik.

Tempat ini mungkin tak berjejer tenda mewah atau alat berat. Tapi dari dapur sederhana inilah nyawa para relawan, petugas, dan pencari korban terus disambung setiap hari.

Sejak pagi hingga larut malam, api kompor nyaris tak pernah padam. Beras ditebarkan, sayur dipotong cepat, air mendidih dalam dandang-dandang besar.

Semua bergerak dalam ritme yang nyaris tanpa jeda. Karena di luar sana, ratusan orang sedang bertaruh tenaga dan waktu untuk satu tujuan: menyelamatkan dan memulihkan.

Seratusan Pejabat dan Penggiat Kemanusiaan Disuplai Setiap Hari

Setiap harinya, dapur umum ini menyuapi hampir seratus orang—terdiri dari pejabat pusat, daerah, petugas gabungan, relawan, hingga para penggiat kemanusiaan dari berbagai daerah.

Mereka datang dalam kondisi lelah, berlumpur, bahkan kadang tanpa sempat mengganti pakaian.

Namun dari sinilah mereka kembali memperoleh tenaga.

“Nasi hangat, kopi panas, dan lauk sederhana di sini rasanya seperti bahan bakar utama kami,” ujar salah seorang relawan sambil tersenyum letih.

Tanpa dapur ini, proses pencarian korban dan penanganan bencana akan tersendat. Sebab di tengah medan ekstrem dan waktu yang terus berpacu, makanan bukan sekadar pengisi perut, tapi penopang semangat.

Saat Unsur Muspika Terkesan Lumpuh, Dapur Ini Justru Berdiri Paling Kokoh

Ironisnya, di saat unsur Muspika Kecamatan Talamau terkesan lumpuh tanpa daya akibat keterbatasan akses dan dampak langsung bencana, dapur umum Posko TDB Sinuruik justru tampil sebagai salah satu sistem pendukung paling stabil.

Baca Juga :  Polres Tapanuli Tengah Selidiki Temuan Mayat Pria di Sibabangun

Saat koordinasi sempat terhambat, listrik padam, akses terputus, dan logistik tersendat, dapur umum ini tetap hidup.

Ada ibu-ibu yang memasak tanpa mengenal lelah. Ada pemuda yang mengangkut air dari kejauhan. Ada relawan yang mengantar makanan menembus jalur berlumpur.

Semua bekerja tanpa banyak sorotan kamera, tanpa seremoni, tanpa panggung.

Mereka bergerak dengan satu prinsip sederhana:
“Kalau kami berhenti, yang di lapangan ikut berhenti.”

Bukan Sekadar Dapur, Tapi Pusat Harapan

Dapur umum ini bukan hanya tempat memasak. Ia menjadi:

  • Tempat relawan bertukar kabar,
  • Titik temu informasi lapangan,
  • Ruang istirahat darurat,
  • Serta penguat mental bagi mereka yang nyaris tumbang oleh lelah.

Di sinilah para petugas duduk bersama di lantai beralas tikar, menyeruput kopi pahit sambil bertukar cerita tentang korban yang belum ditemukan, jalan yang belum terbuka, dan keluarga yang masih bertahan di pengungsian.

Tak ada jabatan di meja makan ini. Semua setara sebagai manusia yang sama-sama sedang berjuang.

Tulang Punggung Sunyi Tanggap Darurat Talamau

Di saat banyak sorotan tertuju pada alat berat, pejabat, dan operasi penyelamatan, Skuad Dapur Umum Posko TDB Nagari Sinuruik justru menjadi tulang punggung sunyi yang jarang disebut.

Padahal tanpa mereka:

  1. Proses pencarian bisa berhenti karena kelelahan,
  2. Koordinasi bisa kacau karena petugas drop,
  3. Dan penanganan darurat bisa kehilangan ritmenya.

Mereka tidak menyelamatkan dengan tali atau excavator. Mereka menyelamatkan dengan nasi, air hangat, dan ketekunan.***Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPBU Jampang 34-16303 Kembali Disorot: Thunder Diduga Berulang Isi Pertalite, Pola Lama Muncul Lagi
‎Lebih dari 150 Hektare Kebun Sawit Warga di Sungai Raya Dirusak Ando, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku ‎
Kebakaran Kembali Melanda Lahan Perkebunan Cengkeh Milik Warga Desa Ufung, Taliabu Utara
Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desy Adnan Wahyu Kunjungi Posko Darurat Karhutla TBL Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Setibanya Bupati Taliabu Sashabila L Mus Langsung Tinjau Posko Darurat Karhutla Di Taliabu Barat Laut Untu Memasrikan Wilayah Dampak
Bupati Batu Bara: Pendampingan BKN Bantu Kaderisasi ASN dan Atasi Keterbatasan SDM di Daerah
Pers Diduga Diusir dari Kantor DLH, AWIBB Tantang Pemkab Bekasi: Berani Periksa Kadis?
Akibat Karhutla Di Kabupaten Pulau Taliabu Meluas, Citra Puspasari Mus Bagi Peduli Salurkan Bantuan Ke Warga Tani Terdampak Di TBL
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:34 WIB

SPBU Jampang 34-16303 Kembali Disorot: Thunder Diduga Berulang Isi Pertalite, Pola Lama Muncul Lagi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:14 WIB

‎Lebih dari 150 Hektare Kebun Sawit Warga di Sungai Raya Dirusak Ando, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku ‎

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Kebakaran Kembali Melanda Lahan Perkebunan Cengkeh Milik Warga Desa Ufung, Taliabu Utara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Ketua Bhayangkari Cabang Pulau Taliabu Ny. Desy Adnan Wahyu Kunjungi Posko Darurat Karhutla TBL Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Setibanya Bupati Taliabu Sashabila L Mus Langsung Tinjau Posko Darurat Karhutla Di Taliabu Barat Laut Untu Memasrikan Wilayah Dampak

Berita Terbaru