Agam, Mediainvestigasi.net – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 kembali mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada pukul 22.35 WIB.
Informasi resmi dari BMKG menyebutkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa terjadi pada malam hari dan berpusat di laut, sehingga getarannya kemungkinan dirasakan di sejumlah wilayah pesisir Sumatera Barat.
Data Teknis Gempa
Berikut parameter gempa berdasarkan rilis BMKG:
- Magnitudo: 5,2
- Kedalaman: 29 kilometer
- Koordinat: 0,74 LS – 99,14 BT
- Lokasi: 110 km Barat Daya Agam, Sumatera Barat
- Waktu: 22 Februari 2026, 22:35:41 WIB
Gempa Laut, Tidak Berpotensi Tsunami
Karena pusat gempa berada di laut, masyarakat sempat khawatir akan potensi tsunami.
Namun BMKG menegaskan bahwa parameter gempa tidak memenuhi syarat terjadinya tsunami.
Magnitudo dan mekanisme sumber gempa tidak menunjukkan adanya deformasi dasar laut yang signifikan.
Analisis Sementara
Wilayah barat Sumatera, termasuk Sumatera Barat, berada di jalur aktif zona subduksi Mentawai yang merupakan pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.
Aktivitas tektonik di zona ini memang kerap memicu gempa dengan kekuatan menengah seperti M5.
Dengan kedalaman 29 km, gempa ini tergolong gempa dangkal–menengah, yang umumnya lebih terasa dibanding gempa dalam.
Potensi Gempa Susulan
BMKG biasanya mencatat kemungkinan adanya gempa susulan pasca gempa utama.
Meski belum ada laporan susulan signifikan, masyarakat tetap diminta:
- Tetap tenang dan tidak panik
- Menghindari bangunan yang retak atau rusak
- Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi
Dampak Sementara
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat laporan kerusakan atau korban jiwa.
Getaran kemungkinan dirasakan di beberapa wilayah Sumatera Barat, termasuk kawasan pesisir dan dataran tinggi.
Gempa magnitudo 5,2 yang terjadi pada Minggu malam di barat daya Agam merupakan bagian dari aktivitas tektonik rutin di zona Mentawai.
Meski terjadi di laut, gempa ini tidak berpotensi tsunami dan belum dilaporkan menimbulkan dampak serius.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG.***
Penulis: Rully Firmansyah













