Prabowo dan Bayang-Bayang Kekuasaan Lama

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo dan Bayang-Bayang Kekuasaan Lama

Penulis : Sri Radjasa (Pemerhati Intelijen)

Mediainvestigasi.net–Satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah berlalu, namun arah perubahan yang dijanjikan pada masa kampanye belum sepenuhnya terlihat. Janji koreksi terhadap warisan persoalan yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya tampak masih terhalang oleh bayang-bayang kekuasaan lama yang enggan surut. Dalam ruang publik, pertanyaan besar mengemuka, apakah pemerintahan hari ini berjalan menuju pembaruan, atau sekadar mengulang bab lama yang dikemas dengan metode baru?

Program-program populis yang diusung di awal masa jabatan, terutama Makan Bergizi Gratis, memang menarik simpati. Tetapi implementasinya yang tersendat, pengawasan yang belum kuat, dan indikasi merembesnya kepentingan rente, membuat publik kembali meragukan komitmen pemerintah terhadap tata kelola yang bersih. Sebuah program sebesar itu menuntut kesiapan manajemen dan integritas, bukan sekadar kecepatan peluncuran.

Di sisi penegakan hukum, publik menunggu bukti, bukan sekadar pernyataan. Sejumlah kasus besar yang melibatkan sektor energi, proyek strategis nasional, hingga isu penyimpangan yang menyentuh elite politik, belum menunjukkan kemajuan berarti. Kekecewaan muncul karena praktik tebang pilih masih terasa, sementara lembaga hukum tampak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan. Tanpa keberanian politik yang sungguh-sungguh, penegakan hukum yang adil hanya akan menjadi slogan.

Gaya pemerintahan yang mengandalkan satgas di berbagai lini memperlihatkan respons cepat, tetapi sekaligus menyingkap kelemahan institusi negara. Ketika setiap masalah diserahkan kepada tim ad-hoc, lembaga formal kehilangan ruang untuk tumbuh dan memperbaiki tata kelola. Negara tidak bisa terus bekerja dalam mode darurat; yang diperlukan adalah sistem yang kuat dan berkelanjutan.

Konstelasi politik internal negeri ini pun menghadirkan ironi tersendiri. Beberapa figur yang sebelumnya berada di lingkar kuasa pemerintahan lama justru kembali mengisi posisi strategis. Publik wajar bertanya, apakah ini bagian dari konsolidasi nasional, atau bukti bahwa pemerintahan baru tidak benar-benar ingin memutus mata rantai kekuasaan lama? Sementara itu, sejumlah menteri yang dinilai publik sebagai sumber kekacauan tata kelola tetap dipertahankan, seolah-olah masa lalu yang penuh masalah tak pernah menjadi beban.

Baca Juga :  Babinsa Pantau Pertumbuhan Tanaman Tomat UMKM "Makmur Tani"

Situasi politik menjelang 2029 mulai menggeliat. Ambisi tokoh-tokoh lama untuk kembali ke gelanggang kekuasaan menimbulkan kekhawatiran baru, terutama jika tarikan kepentingan itu mulai memengaruhi kebijakan negara. Rakyat, yang telah kenyang dengan drama politik elit, kini hanya berharap pemerintah fokus bekerja, bukan sibuk mengelola bayang-bayang kekuasaan masa lalu.

Namun harapan publik tidak hilang. Rakyat masih percaya bahwa Presiden Prabowo memiliki ruang untuk melakukan koreksi. Tetapi koreksi itu harus dimulai dari keberanian menata ulang lingkar kekuasaan, memperkuat hukum tanpa kompromi, dan menempatkan integritas di atas kepentingan politik. Reformasi bukan sekadar perubahan wajah kepemimpinan, melainkan perubahan cara kerja, cara berpikir, dan keberpihakan kepada rakyat.

Setahun pemerintahan adalah waktu yang cukup untuk membangun pondasi, tetapi juga cukup untuk melihat kecenderungan. Jika pemerintah ingin memutus mata rantai masa lalu, langkah-langkah besar harus segera dilakukan. Jangan sampai harapan publik kembali meredup dan negeri ini kembali terjebak dalam lingkaran lama, yakni perubahan yang dijanjikan, namun tidak pernah benar-benar hadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang
Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang
​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang
Dugaan Penampungan Pertalite untuk Dijual Kembali di Caringin Jadi Sorotan
Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, Padang Pariaman Sosialisasikan KIPPRAH hingga Kecamatan dan Puskesmas
Tembus Gelombang dan Lumpur: Kodim 0314/Inhil Pasok Material TMMD Ke-130 ke Desa Kuala Lemang
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pacu Pembangunan Desa, Kodim 0314/Inhil Gesa Pengerjaan Semenisasi Jalan TMMD ke-130 di Keritang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Kejar Target TMMD ke-130, Kodim 0314/Inhil Kebut Pembangunan RTLH di Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:00 WIB

​Kemanunggalan TNI dan Rakyat: TMMD Ke-130 Percepat Pembangunan Jalan Desa Kuala Lemang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:17 WIB

Gadai Mobil Berujung Petaka! Tagihan Membengkak, Nissan March Diduga Dilelang Diam-Diam, Direktur Perusahaan Dipolisikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Berita Terbaru