Setelah DPRD Dihantam Buzzer, Bupati Anisa Justru Minta Perubahan APBD Disegerakan

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 00:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar screenshot video bupati Anisa dan DPRD pada akun Facebook kaba Dharmasraya (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Panggung politik Dharmasraya kembali menampakkan wajah ironis. Setelah berhari-hari DPRD digempur buzzer, influencer, hingga media online di bawah intervensi Kominfo Dharmasraya, tiba-tiba pada Minggu (31/08/2025), Bupati Anisa Suci Ramadani bersama Wakil Bupati Leli Arni justru mengundang pimpinan DPRD ke rumah dinasnya.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agenda yang digelar secara mendadak itu berbuah kata sepakat: perubahan APBD 2025 harus segera diselenggarakan.

Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 06 detik yang beredar di akun Facebook Kaba Dharmasraya, tampak Bupati Anisa, Wakil Bupati Leli Arni, Ketua DPRD Jemi Hendra, Wakil Ketua DPRD Sujito SM dan Ade Sudarman, serta sejumlah anggota DPRD tersenyum—seakan tak pernah ada luka atau penghinaan terhadap lembaga dewan sebelumnya.

“Hari ini kami pemerintah daerah bersama-sama dengan anggota dewan yang terhormat baru saja menyelesaikan rapat, yang pada intinya kita sepakat akan menyelenggarakan perubahan APBD demi terlaksananya program pembangunan pro masyarakat,” ucap Anisa di hadapan kamera.

 

Sikap Berbalik Bupati

Pernyataan ini sontak mengundang sorotan. Pasalnya, jika sejak awal Anisa memahami pentingnya perubahan APBD untuk rakyat, kenapa DPRD harus lebih dulu dihantam buzzer dan influencer binaannya? Kenapa harus ada framing negatif kepada DPRD, sementara ujung-ujungnya Anisa sendiri yang mengundang DPRD dan memohon percepatan perubahan anggaran?

Sikap ini dianggap publik sebagai bentuk inkonsistensi, bahkan kelemahan seorang kepala daerah yang akhirnya “menyimpuh menadahkan tangan” di hadapan lembaga yang sebelumnya dilecehkan marwahnya oleh barisan pendukungnya sendiri.

 

DPRD Tetap Elegan

Menariknya, dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Jemi Hendra justru menunjukkan sikap legowo.

Baca Juga :  RUPSLB Bank Mandiri, Antara Konsolidasi Manajemen dan Risiko Konflik Kepentingan

“Kami dari DPRD insyaallah hari Senin akan menjadwalkan Bamus, insyaallah akan membahas asesstensi sesegera mungkin untuk kepentingan bersama, untuk masyarakat, dan untuk kemajuan daerah,” kata Jemi.

Di sinilah terlihat elegannya DPRD. Meski marwahnya diinjak-injak, DPRD memilih menempatkan amanah masyarakat di atas kepentingan emosional pribadi.

 

Retorika Persatuan yang Terlambat

Menutup video, Anisa kembali melontarkan jargon manis:

“Untuk mempercepat pembangunan Dharmasraya kita perlu bergandengan tangan, bersatu, dan tidak boleh terpecah belah.”

Sementara Wakil Bupati Leli Arni menambahkan:

“Wujudkan Dharmasraya sejahtera merata.”

Sayangnya, retorika persatuan itu terdengar terlambat. Sebab publik masih segar mengingat bagaimana narasi perpecahan justru lebih dulu digoreng oleh buzzer dan influencer yang menyerang DPRD, yang notabene mitra strategis pemerintah daerah.

Kini publik menunggu: apakah pernyataan manis ini hanya sekadar pencitraan, atau benar-benar menjadi titik balik bagi Bupati Anisa untuk menghentikan politik adu domba dan mulai menempatkan DPRD sebagai mitra sejati, bukan sasaran serangan.

 

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Lampung Jadi Tuan Rumah HUT ke-19 PPWI, Husin Muchtar: Momentum Mempererat Persatuan dan Berdampak bagi Ekonomi Daerah
Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi
Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?
Pondok Pesantren Alaimatul Arbaah Tak Boleh Jadi Korban Konflik, Pendidikan Santri Harus Diselamatkan
Dugaan Pungli Mengintai Pilkades Serentak 2026 di Bekasi, AWIBB Jabar Siapkan Laporan Polisi
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:28 WIB

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:58 WIB

Lampung Jadi Tuan Rumah HUT ke-19 PPWI, Husin Muchtar: Momentum Mempererat Persatuan dan Berdampak bagi Ekonomi Daerah

Sabtu, 12 September 2026 - 09:21 WIB

Gubernur Jabar Dituding Framing Profesi Wartawan, FWJ: Jangan Generalisasi dan Menghakimi

Kamis, 10 September 2026 - 11:05 WIB

Subuh Tadah Air, Pagi Antre BBM, Siang Berburu Gas, Malam Cari Lilin: Kapan Rakyat Bisa Bernapas?

Berita Terbaru