Gambar screenshot video bupati Anisa dan DPRD pada akun Facebook kaba Dharmasraya (Dok, Istimewa)
Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Panggung politik Dharmasraya kembali menampakkan wajah ironis. Setelah berhari-hari DPRD digempur buzzer, influencer, hingga media online di bawah intervensi Kominfo Dharmasraya, tiba-tiba pada Minggu (31/08/2025), Bupati Anisa Suci Ramadani bersama Wakil Bupati Leli Arni justru mengundang pimpinan DPRD ke rumah dinasnya.
Agenda yang digelar secara mendadak itu berbuah kata sepakat: perubahan APBD 2025 harus segera diselenggarakan.
Dalam sebuah video berdurasi 1 menit 06 detik yang beredar di akun Facebook Kaba Dharmasraya, tampak Bupati Anisa, Wakil Bupati Leli Arni, Ketua DPRD Jemi Hendra, Wakil Ketua DPRD Sujito SM dan Ade Sudarman, serta sejumlah anggota DPRD tersenyum—seakan tak pernah ada luka atau penghinaan terhadap lembaga dewan sebelumnya.
“Hari ini kami pemerintah daerah bersama-sama dengan anggota dewan yang terhormat baru saja menyelesaikan rapat, yang pada intinya kita sepakat akan menyelenggarakan perubahan APBD demi terlaksananya program pembangunan pro masyarakat,” ucap Anisa di hadapan kamera.
Sikap Berbalik Bupati
Pernyataan ini sontak mengundang sorotan. Pasalnya, jika sejak awal Anisa memahami pentingnya perubahan APBD untuk rakyat, kenapa DPRD harus lebih dulu dihantam buzzer dan influencer binaannya? Kenapa harus ada framing negatif kepada DPRD, sementara ujung-ujungnya Anisa sendiri yang mengundang DPRD dan memohon percepatan perubahan anggaran?
Sikap ini dianggap publik sebagai bentuk inkonsistensi, bahkan kelemahan seorang kepala daerah yang akhirnya “menyimpuh menadahkan tangan” di hadapan lembaga yang sebelumnya dilecehkan marwahnya oleh barisan pendukungnya sendiri.
DPRD Tetap Elegan
Menariknya, dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Jemi Hendra justru menunjukkan sikap legowo.
“Kami dari DPRD insyaallah hari Senin akan menjadwalkan Bamus, insyaallah akan membahas asesstensi sesegera mungkin untuk kepentingan bersama, untuk masyarakat, dan untuk kemajuan daerah,” kata Jemi.
Di sinilah terlihat elegannya DPRD. Meski marwahnya diinjak-injak, DPRD memilih menempatkan amanah masyarakat di atas kepentingan emosional pribadi.
Retorika Persatuan yang Terlambat
Menutup video, Anisa kembali melontarkan jargon manis:
“Untuk mempercepat pembangunan Dharmasraya kita perlu bergandengan tangan, bersatu, dan tidak boleh terpecah belah.”
Sementara Wakil Bupati Leli Arni menambahkan:
“Wujudkan Dharmasraya sejahtera merata.”
Sayangnya, retorika persatuan itu terdengar terlambat. Sebab publik masih segar mengingat bagaimana narasi perpecahan justru lebih dulu digoreng oleh buzzer dan influencer yang menyerang DPRD, yang notabene mitra strategis pemerintah daerah.
Kini publik menunggu: apakah pernyataan manis ini hanya sekadar pencitraan, atau benar-benar menjadi titik balik bagi Bupati Anisa untuk menghentikan politik adu domba dan mulai menempatkan DPRD sebagai mitra sejati, bukan sasaran serangan.
Editor: Yanti














