Dua Kecelakaan Beruntun: Saatnya Evaluasi Pola Perjalanan Dinas Pejabat Dharmasraya ke Provinsi

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Kecelakaan Perjalanan Dinas Pejabat Dharmasraya ke Provinsi (Dok, Istimewa)

 

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat

 

Mediainvestigasi.net – Dharmasraya kembali dirundung kabar tak sedap. Dalam rentang waktu satu bulan, dua kali kendaraan dinas pejabat tinggi mengalami kecelakaan di perjalanan menuju agenda kedinasan di luar daerah.

Pertama, 14 Juli lalu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dharmasraya mengalami kecelakaan di wilayah Solok, saat hendak menghadiri acara kedinasan di Kota Padang pada pagi hari. Beruntung, ia selamat dan hanya menderita luka ringan.

Belum genap sebulan, 14 Agustus pagi, musibah serupa terulang. Kali ini, mobil dinas Inspektorat Kabupaten Dharmasraya mengalami kecelakaan di Sijunjung. Mobil itu sedang membawa rombongan untuk menghadiri agenda kedinasan yang sama harinya. Sekretaris Inspektorat dilaporkan patah kaki, sopir patah tangan, dan seorang penumpang lainnya luka-luka.

 

Pola Berangkat Pagi Buta: Risiko yang Mengintai

Perjalanan dinas pejabat daerah ke provinsi, khususnya ke Kota Padang, bukanlah jarak tempuh yang bisa dianggap sepele. Dari Dharmasraya, perjalanan darat membutuhkan waktu 6–8 jam, tergantung kondisi lalu lintas dan cuaca. Jika acara dimulai pagi, artinya rombongan harus berangkat dini hari, bahkan sebelum subuh, demi tiba tepat waktu.

Kondisi ini bukan hanya menguras fisik, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Mengemudi jarak jauh di waktu mengantuk, melalui jalan berkelok, tanjakan, turunan, hingga rawan longsor, adalah kombinasi maut yang sayangnya kerap diabaikan demi “efisiensi anggaran”.

Prosedur Ideal yang Diabaikan
Secara teknis, perjalanan dinas jarak jauh yang melibatkan pejabat daerah seharusnya memenuhi prinsip keamanan dan kesehatan kerja. Prosedur yang umum dilakukan daerah lain:

1. Berangkat Sehari Sebelum Acara – Agar sopir dan penumpang cukup beristirahat sebelum agenda.

Baca Juga :  KONSPIRASI JOKOWI HANCURKAN INDONESIA: "Prabowo Tersandra"

2. Menginap di Hotel Terdekat – Dinas membiayai penginapan di lokasi atau kota terdekat tempat acara.

3. Menyiapkan Sopir Cadangan – Untuk mengurangi risiko kelelahan saat perjalanan.

4. Memastikan Kondisi Kendaraan Prima – Pemeriksaan teknis sebelum berangkat.

Namun, di Dharmasraya, efisiensi anggaran kerap menjadi dalih. Biaya menginap sering dipangkas, dan perjalanan luar daerah dipadatkan dalam satu hari. Hasilnya: berangkat dini hari, pulang larut malam, dengan kondisi tubuh lelah dan rentan celaka.

 

Standar Ganda dalam Perjalanan Dinas?

Ironisnya, ketika staf dibatasi fasilitasnya demi penghematan, bupati justru leluasa melakukan perjalanan dinas berhari-hari. Tak jarang, kameranya wartawan menangkap momen sang bupati menghadiri berbagai acara di Jakarta.

Kita patut bertanya: Apakah efisiensi anggaran hanya berlaku untuk staf bawahan, sementara pimpinan punya “jalur khusus” yang tidak terikat pembatasan?

 

Saatnya Berbenah

Kecelakaan beruntun ini harus menjadi alarm keras. Pemerintah daerah perlu menetapkan SOP perjalanan dinas jarak jauh yang mengutamakan keselamatan, bukan sekadar hemat anggaran di atas kertas. Menginap di hotel sehari sebelum acara bukanlah pemborosan, tapi investasi keselamatan jiwa.

Karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada selisih biaya perjalanan yang dihemat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Babak Baru Literasi Pasaman Barat Dimulai, Pelantikan Pengurus Forum TBM Berlanjut dengan Workshop Inspiratif
PLTU Banjarsari Mati Berbulan-bulan, CERI Desak PTBA Diaudit dan Manajemen Dievaluasi
Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian
SOSOK INSPIRATIF DI PALEMBAYAN | PATUT DICONTOH!
Ketika Pikiran Presiden Sulit Dipahami
LUAR BIASA! Di Tangan Kepsek Muharni, SD Negeri 01 Pasar Palembayan Bertransformasi, Gudang Piala Penghargaan, Sekolah Bersih dan Jadi Kebanggaan Siswa
KEREN DAN MENDIDIK! Begini Cara SMKN 1 Palembayan Terapkan Disiplin Humanis, Siswa Terlambat Tidak Dimarahi, Tapi Dibina Jadi Generasi Hebat
BIKIN BETAH! Intip Potret SMA Negeri 1 Palembayan yang Bersih, Asri dan Nyaman, Sekolah Idaman di Ujung Agam – Jumat, 2 Oktober 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Babak Baru Literasi Pasaman Barat Dimulai, Pelantikan Pengurus Forum TBM Berlanjut dengan Workshop Inspiratif

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:38 WIB

PLTU Banjarsari Mati Berbulan-bulan, CERI Desak PTBA Diaudit dan Manajemen Dievaluasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:11 WIB

SOSOK INSPIRATIF DI PALEMBAYAN | PATUT DICONTOH!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Ketika Pikiran Presiden Sulit Dipahami

Berita Terbaru