Berita

Wakajati Kepri Bertindak Selaku Inspektur Upacara Hari Bela Negara Ke – 77 Tahun 2025 Di Lapangan Upacara Kejati Kepri

2
×

Wakajati Kepri Bertindak Selaku Inspektur Upacara Hari Bela Negara Ke – 77 Tahun 2025 Di Lapangan Upacara Kejati Kepri

Sebarkan artikel ini

Foto Dokumentasi Istimewa : Diah Yuliastuti (Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau). 

Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, Media Investigasi.net, Pada  Upacara Peringatan Hari Bela Negara yang Ke -77 Tahun 2025, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Diah Yuliastuti, menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke -77 Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Sasana Baharuddin Lopa Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, pada hari Jumat tanggal, 19 Desember 2025.

Dimana Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Diah Yuliastuti, dalam kesepatan itu membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-77  Tahun 2025, bahwa hari ini kita dapat memperingati Hari Bela Negara ke-77, yang mana ini merupakan sebuah momentum penting untuk meneguhkan komitmen kita menjaga keutuhan bangsa, ungkapnya.

Adapun yang hadir pada Upacara Peringatan Hari Hari Bela Negara Ke-77  Tahun 2025 adalah :

1). Kajari Tanjung Pinang.

2). Kajari Bintan.

3). Kejari Tanjungpinang.

4). Kejari Bintan.

5). Para Asisten, Kabag TU, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

6). Para Koordinator Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

7). Para Kasi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

8). Kasubbag, Kasubsi, Kaur dan seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Kegiatan Peringatan Upacara Hari Bela Negara Ke -77 Tahun 2025, yang di selenggarakan setiap tanggal 19 Desember, setiap tahun kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik lndonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, berdasarkan sejarah ketika itu Agresi Militer ll mengancam keberlangsungan Republik, dan peristiwa itu menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga lndonesia tetap berdiri kokoh sampai saat ini, tuturnya.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Diah Yuliastuti, juga menyatakan bahwa, Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema :

“Teguhkan Bela Negara untuk lndonesia Maju”

Tema ini mengingatkan kita bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, tegasnya.

Apalagi kata Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau Diah Yuliastuti,
Dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian kita tegah di hadapkan degan Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa, ujarnya.

Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berbentuk perang siber, gerakan radikalisme, hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi. Dalam situasi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga lndonesia.

Saat kita memperingati Hari Bela Negara ke-77, saat ini juga saudara- saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana alam. Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik, sehingga ujian yang mereka hadapi hari ini adalah panggilan bagi kita semua untuk hadir dan membantu mereka.

“Dari Aceh, mari kita semua belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara”.

Pada masa revolusi kemerdekaan, Aceh disebut sebagai “Daerah Modal” karena dukungan rakyatnya, baik logistik, pesawat, maupun dana yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan Republik. Tanpa keteguhan Aceh, perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak akan sekuat yang kita kenai hari ini.

Dari Sumatera Utara, kita mengenang semangat juang rakyat Medan Area dan perlawanan heroik di berbagai kota yang tidak pernah padam. Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap agresi Belanda dan menjadi wilayah strategis yang menjaga kesinambungan pemerintahan Republik. Ketangguhan rakyat Sumatera Utara menjadi bagian dari fondasi berdirinya negara kita.

Dan dari Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, lahir PDRI, penyelamat republik dalam masa paling kritis. Ketika ibu kota negara diduduki, justru dari Sumatera Barat-lah pemerintahan Republik tetap hidup. Tanpa keberanian para pemimpin dan rakyat di wilayah ini, sejarah lndonesia akan sangat berbeda, dan peringatan Hari Bela Negara tidak akan memiliki makna seperti hari ini.

Karena itu, tanpa Aceh, tanpa Sumatera Utara, dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa IaIu, tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini.

Momentum Hari Bela Negara ke-77 hendaknya menjadi pengingat bahwa cinta tanah air harus kita wujudkan dalam tindakan nyata: hadir dalam membantu sesama yang sedang tertimpa bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan berkontribusi dalam pembangunan sesuai peran masing-masing. “Mari kita bersama-sama meneguhkan tekad :

“Untuk Indonesia yang kuat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang selalu mampu bangkit menghadapi setiap tantangan. Salam Bela Negara”, tutup.Diah Yuliastuti (Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau). Sumber;Kasi Penkum Kejati Kepri.

Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *