Sungai Batang Siek Menghitam dan Berbau, Warga Koto Baru Resah Diduga Tercemar Limbah Sawit PT DL

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Kondisi Sungai Batang Siek di Nagari Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, tampak menghitam dan keruh, diduga tercemar limbah pabrik kelapa sawit PT DL (Dok, Istimewa) 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Warga Jorong Seberang Tapian Napal, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, dibuat resah. Sungai Batang Siek yang selama ini menjadi sumber utama air bersih, dilaporkan menghitam, keruh, dan berbau tak sedap sejak dua hari terakhir, Kamis (15/1/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan, air sungai yang biasanya berwarna kecokelatan kini berubah menjadi lebih gelap dan kotor. Aroma tak sedap pun tercium menyengat di sekitar aliran sungai. Kondisi ini diduga kuat akibat limbah pabrik kelapa sawit milik PT Sawit Dharmasraya Lestarindo (PT DL) yang berada tak jauh dari sungai tersebut.

Ardi (35), warga setempat, mengungkapkan perubahan warna air Sungai Batang Siek terjadi sejak dua hari lalu dan kondisinya terus memburuk.

“Sudah dua hari ini air sungai menghitam dan bau. Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Kami menduga kuat ini berasal dari limbah pabrik sawit PT DL,” ujar Ardi.

Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa menghentikan aktivitas mandi, mencuci, hingga mengambil air dari sungai. Kekhawatiran akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan pun semakin meningkat.

“Kalau dibiarkan, bisa mencemari air tanah dan mematikan ikan. Sungai ini sangat penting bagi masyarakat di sini,” tambahnya.

Warga juga mendesak pemerintah daerah bersikap tegas jika terbukti terjadi pencemaran lingkungan. Dugaan pembuangan limbah ini berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengatur sanksi administratif hingga pidana.

“Kalau memang terbukti limbah dibuang ke sungai secara sengaja, sanksi tegas harus diberikan sesuai aturan,” tegasnya.

Baca Juga :  Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

Ardi berharap hasil pemeriksaan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya dapat diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

“Supaya semuanya jelas dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.

Menanggapi laporan warga, Kepala DLH Kabupaten Dharmasraya, Budi Waluyo, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi Sungai Batang Siek.

“Laporan sudah kami terima. Tim DLH sudah kami turunkan ke lapangan untuk meninjau langsung dan mengambil sampel air yang akan diuji di laboratorium,” ujar Budi.

Menurutnya, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab perubahan kualitas air sungai serta menentukan langkah penanganan dan penegakan hukum jika ditemukan pelanggaran.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Baru, Anggun Saputra, mengatakan pihak nagari juga telah melaporkan kejadian tersebut ke instansi terkait. Ia menegaskan Sungai Batang Siek memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat.

“Kami sudah melaporkan kondisi ini. Harapan kami pemerintah daerah segera bertindak karena sungai ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujarnya.

Di sisi lain, Zulkifli, Manager Humas PT Sawit Dharmasraya Lestarindo, membantah adanya pencemaran dari aktivitas perusahaan.

“Sepanjang pantauan kami di lapangan, kondisi air di sekitar perusahaan masih normal. Tidak ada kebocoran atau limbah yang meluap,” tulisnya melalui pesan WhatsApp kepada media ini.

Hingga kini, warga masih menunggu hasil pemeriksaan resmi DLH dan berharap ada langkah cepat serta transparan demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. (Tim)

Editor: Mitra Yuyanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong
DKUPP Inhil Tegaskan Lapak Pasar Bukan Untuk Diperjualbelikan, Buka Posko Pengaduan dengan QR Code
Polsek Kateman Ungkap Kasus Curat, Lima Orang Diamankan dalam Pengembangan Perkara
 Komitmen Lapas Bersih Narkoba, Razia Gabungan & Tes Urin di Lapas Bukittinggi Negatif
Pelantikan Rektor UINSA Surabaya Disambut Gelombang Penolakan Terhadap Rektor Muzakki Menjabat 2 Periode
Muhammad Herindra Pimpin PB ESI 2026–2030, ESI Soppeng Harap Prestasi Atlet Makin Bersinar.
Berita ini 112 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Jumat, 18 September 2026 - 11:51 WIB

My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045

Jumat, 18 September 2026 - 09:41 WIB

DKUPP Inhil Tegaskan Lapak Pasar Bukan Untuk Diperjualbelikan, Buka Posko Pengaduan dengan QR Code

Jumat, 18 September 2026 - 06:51 WIB

Polsek Kateman Ungkap Kasus Curat, Lima Orang Diamankan dalam Pengembangan Perkara

Kamis, 17 September 2026 - 11:30 WIB

 Komitmen Lapas Bersih Narkoba, Razia Gabungan & Tes Urin di Lapas Bukittinggi Negatif

Berita Terbaru