Menu

Mode Gelap

Berita

Sujito SM: Menyambung Nyala Proklamasi ke Dharmasraya

badge-check


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Wakil Ketua I DPRD Dharmasraya Sujito SM saat pembacaan naskah proklamasi di upacara HUT RI ke 80 di lapangan Blok C Sialang Gaung, Koto Baru (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net –Delapan puluh tahun sudah sejak Bung Karno di dampingi Bung Hatta dengan lantang mengumandangkan proklamasi kemerdekaan. Bukan perkara mudah kala itu—di tengah penjajahan, tekanan, dan ketidakpastian. Namun dengan keberanian dan keyakinan penuh, Bung Karno berdiri tegas: “Proklamasi!”. Sebuah titik balik yang mengubah sejarah bangsa.

Wakil Ketua I DPRD Dharmasraya, Sujito SM, memandang momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai pengingat bahwa tujuan proklamasi bukan hanya merdeka dari penjajah, melainkan membangun negeri dengan kemandirian, keadilan, dan kesejahteraan.

“Proklamasi yang dikumandangkan Bung Karno pada 1945 itu adalah tanda keberanian untuk melawan keterjajahan. Hari ini, tantangan kita berbeda. Dharmasraya mesti berani memerdekakan diri dari belenggu kemiskinan, ketertinggalan, dan mentalitas pasif. Merdeka artinya berani berdiri di atas kaki sendiri, membangun daerah dengan potensi kita sendiri,” tegas Sujito kepada media ini (17/08).

Menurutnya, sebagaimana Bung Karno berani mengambil keputusan besar di tengah kondisi genting, Dharmasraya juga harus berani menatap masa depan dengan optimisme. HUT RI ke-80 menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat kolektif dalam membangun nagari.

“Saya berharap Dharmasraya mampu menegakkan cita-cita kemerdekaan dengan menghadirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat. Tidak cukup hanya membangun fisik, kita juga harus membangun karakter, pendidikan, dan sumber daya manusia yang unggul.” lanjutnya.

Bagi Sujito, kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa harus diterjemahkan dalam tindakan nyata di level daerah. Ia menekankan bahwa proklamasi adalah panggilan untuk bekerja, bukan sekadar simbol.

“Bung Karno mengumumkan kemerdekaan dengan lantang walau masih dijajah, itu memberi pesan: jangan pernah takut bermimpi besar dan bertindak berani. Dharmasraya harus berani keluar dari zona nyaman, harus berani menatap dunia, harus berani melangkah maju,” pungkasnya.

Di usia ke-80 Republik Indonesia, suara Sujito bergema: Dharmasraya mesti meneruskan nyala proklamasi. Merdeka bukan tujuan akhir, melainkan gerbang menuju pembangunan yang lebih adil dan berkeadaban.

 

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Imajinasi Menjadi Karya, Siswa SDN 20 Talamau Hasilkan 63 Puisi

6 Juni 2026 - 21:35 WIB

Polsek Tempuling Laksanakan Pengecekan Ketahanan Pangan Dukung Program Swasembada Pangan Polda Riau

6 Juni 2026 - 19:52 WIB

Bahas Perluasan Jaringan Pemerataan Akses Telekomunikasi, Kadis Kominfo Nias Utara Audiensi Dengan Pimpinan Telkomsel

6 Juni 2026 - 16:01 WIB

Trending di Berita