Banjir Bandang Solok Telan Dua Korban Jiwa, Bupati Pastikan Penanganan Dilakukan Bersama Korban terakhir ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun lumpur dan material, operasi pencarian resmi dihentikan SOLOK, SUMATERA BARAT — Banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Hingga Jumat (25/9/2026), tim SAR gabungan telah menemukan seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Total korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut menjadi dua orang. Korban terakhir diketahui bernama Agusral (59). Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun lumpur dan material di kawasan yang tidak jauh dari kompleks perkantoran Bupati Solok. Tim SAR bersama masyarakat menemukan korban sekitar pukul 12.00 WIB pada Jumat. Dengan ditemukannya Agusral, pencarian terhadap korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang secara resmi dinyatakan selesai. Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin, menyampaikan bahwa tidak ada lagi korban yang tercatat dalam pencarian setelah korban terakhir ditemukan. Meski operasi pencarian dihentikan, personel SAR tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya laporan baru maupun potensi bencana susulan. Bupati: Penanganan Dilakukan Bersama Sebelumnya, Bupati Solok Jon Firman Pandu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bekerja sendiri dalam menghadapi dampak bencana. Dalam keterangannya di Posko Darurat Bencana pada 23 September 2026, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah bersama seluruh unsur dan masyarakat terus bergerak menangani dampak banjir bandang. Menurut Bupati, dukungan penanganan datang dari berbagai unsur, antara lain aparat keamanan, kejaksaan, balai terkait, anggota DPR RI, serta berbagai instansi lainnya. “Sejauh ini tidak terdapat kendala berarti, karena seluruh pihak bekerja secara bersama-sama,” ujar Jon Firman Pandu, sebagaimana diberitakan kanal resmi Pemerintah Kabupaten Solok. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Bupati menerima kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Danrem O32/Wirabraja, dan Kajati Sumatera Barat di Posko Darurat Bencana Kabupaten Solok. Dalam kesempatan itu, Bupati bersama rombongan juga meninjau sejumlah titik yang terdampak, termasuk kawasan sekitar perkantoran pemerintah dan permukiman warga. Dua Korban Sebelumnya Dilaporkan Hilang Pada tahap awal penanganan, terdapat dua orang yang dilaporkan hilang akibat bencana tersebut. Satu korban sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan dimakamkan pada 23 September. Sementara korban lainnya, Agusral, masih dalam pencarian hingga akhirnya ditemukan pada Jumat. Tim SAR gabungan sebelumnya melakukan penyisiran di sejumlah titik dengan mengikuti jalur aliran material banjir dan kawasan yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus. Penemuan korban terakhir sekaligus menjadi penutup operasi pencarian. Namun, keberadaan personel SAR di lokasi tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya laporan baru maupun kondisi darurat lainnya. Infrastruktur dan Fasilitas Publik Ikut Terdampak Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga berdampak terhadap sejumlah infrastruktur dan fasilitas publik di Kabupaten Solok. Pada Jumat (25/9/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah kemudian mendorong percepatan pemulihan akses utama dan fasilitas pelayanan publik. Salah satu perhatian berada pada akses jalan dan jembatan yang terdampak material banjir. Pemerintah menilai pemulihan akses menjadi bagian penting agar mobilitas masyarakat, distribusi bantuan, serta pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan. Kunjungan tersebut juga dilakukan untuk melihat langsung kondisi warga yang masih berada di lokasi pengungsian serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi. Pemerintah Fokus pada Pemulihan Setelah seluruh korban ditemukan, perhatian penanganan selanjutnya tidak hanya berkaitan dengan pembersihan material banjir, tetapi juga pemulihan kehidupan masyarakat dan fasilitas yang terdampak. Menko PMK Pratikno sebelumnya juga meninjau kawasan terdampak di Arosuka bersama Kepala BNPB, Gubernur Sumatera Barat, Bupati Solok, dan unsur pemerintah daerah. Pemerintah pusat mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan pendekatan pemulihan yang lebih baik pascabencana. Di tengah proses tersebut, dukungan dari berbagai daerah dan kelompok masyarakat juga terus berdatangan. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan warga sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana. Bupati Solok sendiri menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan bagi masyarakat Kabupaten Solok. Operasi SAR Berakhir, Kewaspadaan Tetap Dijaga Dengan ditemukannya Agusral, operasi pencarian korban dinyatakan selesai. Namun, kondisi di lapangan belum sepenuhnya kembali normal. Personel SAR tetap bersiaga sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya laporan baru ataupun bencana susulan. Peristiwa banjir bandang ini sekaligus menjadi perhatian dalam upaya penanganan dan pemulihan wilayah terdampak. Pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat, tim SAR, relawan, dan masyarakat masih memiliki pekerjaan lanjutan untuk membersihkan material, memulihkan akses, memastikan kebutuhan warga, serta memperbaiki fasilitas yang mengalami kerusakan. Bagi keluarga korban, berakhirnya operasi pencarian menjadi kabar yang sekaligus membawa duka. Sementara bagi pemerintah dan masyarakat Solok, fase berikutnya adalah memastikan proses pemulihan dapat berlangsung secara terkoordinasi hingga aktivitas warga berangsur kembali normal. MediaInvestigasi.net — Perkembangan penanganan pascabencana di Kabupaten Solok masih menjadi perhatian, khususnya terkait pemulihan infrastruktur, kondisi masyarakat terdampak, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lanjutan.