Serangan Udara Israel Guncang Beirut Selatan, Pentolan Militer Hizbullah Ali Tabtabai Tewas

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi, Respons Hizbullah: “Israel Telah Melintasi Garis Merah”
REUTERS/Mohamed Azakir

Foto: Ilustrasi, Respons Hizbullah: “Israel Telah Melintasi Garis Merah” REUTERS/Mohamed Azakir

Palestina, Mediainvestigasi.net – Beirut Selatan kembali diguncang serangan udara Israel pada Minggu (23/11/2025), tepat saat gencatan senjata di kawasan itu semakin rapuh.

Serangan terbaru ini menyasar jantung wilayah yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah, dan menewaskan salah satu figur paling senior yang masih tersisa dalam struktur militer kelompok tersebut: Ali Tabtabai.

Israel: Targetnya Pejabat Militer Paling Senior yang Masih Tersisa

Militer Israel mengonfirmasi bahwa operasi presisi dilakukan di distrik Haret Hreik dan berhasil menewaskan Tabtabai—sosok yang mereka klaim mengendalikan sebagian besar unit Hizbullah dan tengah berupaya memulihkan kesiapan kelompok itu untuk kembali berperang dengan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan ini jadi yang pertama dalam beberapa bulan terakhir yang menghantam pinggiran ibu kota Lebanon, dan jelas membuka babak baru eskalasi di kawasan.

Hizbullah Akui Kematian Tabtabai

Tak lama setelah laporan Israel beredar, Hizbullah merilis pernyataan yang mengonfirmasi kematian Tabtabai.

Mereka menyebutnya sebagai “komandan jihad besar” yang tetap berada di garis depan hingga akhir hayatnya.

Walau tidak merinci jabatan spesifiknya, pernyataan Hizbullah menegaskan bahwa Tabtabai adalah tokoh dengan pengaruh strategis di tubuh organisasi.

Profil Tabtabai: Target Lama AS

Tabtabai bukan nama baru dalam radar intelijen internasional.

Amerika Serikat sudah menjatuhkan sanksi terhadapnya sejak 2016 dan memasukkan namanya ke daftar buruan dengan hadiah hingga US$5 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai keberadaannya.

Washington menyebutnya sebagai salah satu arsitek penting operasi Hizbullah.

Dalam setahun terakhir, Israel memang intens memburu elite Hizbullah, bahkan sampai menewaskan pemimpin tertinggi mereka, Hassan Nasrallah.

Respons Hizbullah: “Israel Telah Melintasi Garis Merah”

Dari lokasi serangan, pejabat Hizbullah Mahmoud Qmati mengecam keras tindakan Israel. Berdiri di dekat bangunan yang hancur, ia mengatakan:

Baca Juga :  Resmi Lepas Kontingen O2SN Padang Pariaman, Bupati JKA ; Kobarkan Semangat Menuju Tingkat Nasional

“Israel telah melintasi garis merah.”

Qmati menegaskan bahwa keputusan mengenai respons bakal ditentukan langsung oleh pucuk pimpinan Hizbullah—menandakan kemungkinan eskalasi belum berakhir.

Korban Sipil Berjatuhan

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan ini menewaskan lima orang dan melukai 28 lainnya.

Puing-puing dari gedung bertingkat yang hancur bahkan berguguran hingga menutup jalan utama di bawahnya.

Situasi semakin menegangkan di tengah ketidakpastian keamanan yang sudah berlangsung berbulan-bulan.

Israel Tegas: Tidak Akan Biarkan Hizbullah Bangkit

Dalam pernyataan singkat yang disiarkan televisi, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel tidak akan membiarkan Hizbullah memulihkan kekuatan militernya.

Ia juga menekan pemerintah Lebanon agar memenuhi kewajibannya melucuti senjata kelompok bersenjata tersebut.

Lebanon Minta Dunia Internasional Turun Tangan

Sebaliknya, Presiden Lebanon Joseph Aoun menyerukan komunitas internasional untuk menghentikan serangan-serangan Israel—menegaskan bahwa situasi keamanan negeri itu semakin rapuh.

Datang di Saat Sensitif: Kunjungan Paus Leo di Depan Mata

Serangan ini terjadi hanya sepekan sebelum kunjungan bersejarah Paus Leo ke Lebanon, perjalanan luar negeri pertamanya.

Banyak warga Lebanon memandang kedatangan Paus sebagai cahaya harapan bagi negara yang terus dihantam krisis politik dan ekonomi.

Namun dengan eskalasi terbaru, kunjungan tersebut kini dibayangi ketegangan baru antara Israel dan Hizbullah.*** Rully Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Dalami Dugaan Mafia Tanah PTSL 2019
1. CHAT WALI JORONG PILADANG TERUNGKAP: “SAMPAI KINI AMBO BENTUK INDAK DIANGGAP JO PEMBORONG”
Ketua Investigasi Nasional LPK-GPI Tegas Minta Seluruh Penegak Hukum Tangkap Seluruh Drakula Pelaku Pembongkaran RSUD Lama Bobong Pulau Taliabu
Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Cek Karhutla di Inhu, Tegaskan Penanganan Kolaboratif
Ketua Investigasi Nasional LPK GPI La Omy La Tua Soroti Tiga Proyek Jalan Macan Tutul Terbengkalai Di Pulau Taliabu Alasan Dinas PUPR Keterlambatan Material
H. Zainal Mus Kembali Di Beri Rekomendasi Oleh DPD I Partai Golkar Maluku Utara Menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pulau Taliabu
Polda Sumbar Berduka Kabidkum Polda Sumbar Kombes Pol Ahmad Basahil Meninggal Dunia di RS Bhayangkara Padang
Pandangan Rusia tentang Hukum Syariah dan Tinjauan Perspektif Filsafat
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:07 WIB

Kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor Digeledah, Polisi Dalami Dugaan Mafia Tanah PTSL 2019

Jumat, 11 September 2026 - 14:34 WIB

1. CHAT WALI JORONG PILADANG TERUNGKAP: “SAMPAI KINI AMBO BENTUK INDAK DIANGGAP JO PEMBORONG”

Jumat, 11 September 2026 - 14:23 WIB

Ketua Investigasi Nasional LPK-GPI Tegas Minta Seluruh Penegak Hukum Tangkap Seluruh Drakula Pelaku Pembongkaran RSUD Lama Bobong Pulau Taliabu

Jumat, 11 September 2026 - 14:23 WIB

Kapolda Riau dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Cek Karhutla di Inhu, Tegaskan Penanganan Kolaboratif

Jumat, 11 September 2026 - 12:54 WIB

Ketua Investigasi Nasional LPK GPI La Omy La Tua Soroti Tiga Proyek Jalan Macan Tutul Terbengkalai Di Pulau Taliabu Alasan Dinas PUPR Keterlambatan Material

Berita Terbaru