Menu

Mode Gelap

Berita

Jalan Utama ke Jorong Lubuk Labu dan Sungai Limau Memprihatinkan, Visi-Misi Bupati Dharmasraya Dipertanyakan

badge-check


					Jalan Utama ke Jorong Lubuk Labu dan Sungai Limau Memprihatinkan, Visi-Misi Bupati Dharmasraya Dipertanyakan Perbesar

Kondisi terkini jalan utama ke Jorong Lubuk Labu dan Sungai Limau Nagari Banai, Sembilan Koto (Dok, Mediainvestigasi.net/Yanti)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net– Kondisi jalan utama menuju Jorong Lubuk Labu dan Jorong Sungai Limau di Nagari Banai, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, semakin memprihatinkan. Jalan tersebut tak ubahnya seperti jalan babi hutan di tengah rimba. Tumbuhan liar yang tinggi menutupi badan jalan, sementara saat musim hujan, jalannya berlumpur dan sulit dilalui.

Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa titik di ruas jalan itu nyaris tak layak digunakan. Warga kesulitan mengakses kedua jorong yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Kantor Wali Nagari Banai, dengan waktu tempuh hingga tiga jam.

Wali Nagari Banai, Irmandes, mengonfirmasi kondisi ini kepada media. “Jalan tersebut merupakan akses utama ke Jorong Lubuk Labu dan Sungai Limau. Situasinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Menurut data tahun 2023, Jorong Sungai Limau dihuni oleh 41 Kepala Keluarga (KK), sedangkan Jorong Lubuk Labu memiliki 42 KK. Namun, upaya untuk memperbaiki akses jalan tersebut terhambat oleh statusnya sebagai jalan kabupaten.

“Dana desa tidak bisa digunakan karena status jalan itu milik kabupaten. Kami sudah menyampaikan keluhan ini ke berbagai pihak, tetapi sampai sekarang belum ada respons konkret,” kata Irmandes.

Ironisnya, kondisi ini bertolak belakang dengan visi-misi Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang mengklaim membangun dari pinggiran selama dua periode pemerintahannya. Jorong Lubuk Labu dan Sungai Limau, yang berbatasan dengan Kabupaten Solok dan Solok Selatan, tampak terabaikan, meski pembangunan di Kecamatan Sungai Rumbai terlihat begitu pesat.

Warga pun mulai mempertanyakan realisasi visi-misi bupati yang seharusnya menjangkau wilayah terpencil. Ketimpangan pembangunan ini menjadi sorotan tajam, menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Jika wilayah lain bisa menikmati infrastruktur yang memadai, mengapa kami yang di pinggiran justru dilupakan? Padahal, janji bupati jelas ingin memprioritaskan daerah-daerah pinggiran,” ungkap Yurnalis (54) salah satu warga Banai.

Editor: Yanti 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 Komentar

  1. Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good. https://accounts.binance.com/en-NG/register-person?ref=YY80CKRN

    Balas
  2. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?

    Balas
  3. I¦ll immediately snatch your rss as I can not in finding your e-mail subscription hyperlink or e-newsletter service. Do you have any? Kindly let me recognise so that I may subscribe. Thanks.

    Balas
  4. I love it when people come together and share opinions, great blog, keep it up.

    Balas
  5. I’m not sure exactly why but this site is loading very slow for me. Is anyone else having this problem or is it a issue on my end? I’ll check back later on and see if the problem still exists.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

RAPAT PARIPURNA DPRD NIAS UTARA: PENYAMPAIAN NOTA PENGANTAR LKPJ BUPATI TAHUN ANGGARAN 2025

16 Maret 2026 - 18:40 WIB

Vonis Kerry dan Wajah Lama Mafia Migas

16 Maret 2026 - 16:35 WIB

Varel Oriano Sosialisasikan Perda Perkebunan di Dharmasraya, Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Petani Sawit

16 Maret 2026 - 11:04 WIB

Trending di Berita