DPRD, Pilar yang Terus Berdiri di Tengah Hantaman Buzzer

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar (Dok, Istimewa) Namun, bila DPRD kembali mengabulkan permintaan penjadwalan ulang, disitulah……….

 

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat Mediainvestigasi.net

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dharmasraya sedang diuji. Di satu sisi, rakyat menaruh harapan besar pada DPRD agar tetap menjadi wadah aspirasi, tempat suara-suara kecil dari pelosok nagari bisa menemukan jalannya. Namun di sisi lain, marwah lembaga rakyat itu dilecehkan—bukan lewat argumentasi sehat, tapi melalui serangan buzzer yang dirawat dan dibiayai kekuasaan.

Ironis, memang. Bupati Anisa Suci Ramadani seolah lupa, bahwa DPRD bukanlah musuh politik yang mesti diluluhlantakkan dengan opini murahan di dunia maya. DPRD adalah representasi sah rakyat Dharmasraya, hasil pemilu yang tak bisa dipalsukan dengan narasi bayaran.

Asistensi anggaran 2025 seharusnya menjadi panggung serius. Di sana, masa depan pembangunan Dharmasraya dipetakan. Setiap rupiah diperdebatkan bukan untuk kepentingan kursi, melainkan untuk sekolah anak-anak di nagari, untuk jembatan yang menghubungkan dusun, untuk puskesmas yang layak. Jika rapat itu ditunda hanya karena ego seorang bupati, terkait lokasi, betapa rapuhnya nasib rakyat di tangan pemimpin yang lebih sibuk mengatur buzzer ketimbang mengatur anggaran.

Bupati Anisa Suci Ramadani meminta penjadwalan ulang mungkin terlihat wajar dalam administrasi. Namun di balik itu, publik melihat ada pola: pengerdilan lembaga legislatif, pelecehan kewibawaan DPRD, dan upaya menjadikan pemerintahan daerah ini hanya satu suara—suara tunggal dari kursi bupati. Padahal demokrasi lokal bukanlah orkestra satu nada. Ia hidup dari perdebatan, dari silang pendapat, dari check and balance.

Di warung kopi, orang mulai bertanya: apakah Bupati Anisa takut berhadapan dengan DPRD? Atau sengaja ingin melemahkan mereka dengan memainkan waktu?

Baca Juga :  Gubernur Sumbar Kunjungi SMAN 1 Sitiung, Dorong Guru Berinovasi di Era Digital

Namun bila benar DPRD kembali mengabulkan permintaan penjadwalan ulang itu, justru di situlah letak kemuliaan mereka. Bayangkan, setelah marwahnya dilecehkan buzzer binaan bupati, DPRD masih memilih berdiri tegak, menjalankan tugas konstitusional sebagai wakil rakyat. Tidak terseret arus dendam, tidak membalas hinaan dengan hinaan, melainkan menjawab dengan kerja nyata.

Inilah perbedaan kelas: DPRD memilih mengabdi pada rakyat, sementara bupati lebih sibuk mengurusi panggung pencitraan. DPRD hadir dengan rapat dan keputusan, bupati hadir dengan buzzer dan narasi.

Rakyat Dharmasraya tentu bisa menilai. Mana yang sesungguhnya bekerja demi kepentingan umum, mana yang hanya berlindung di balik sorak-sorai maya. Dan bila sejarah kelak menuliskan bab ini, jelaslah: DPRD tetap menjadi pilar, sementara bupati tercatat sebagai pemimpin yang merobohkan marwah demokrasi dengan tangannya sendiri.

(**)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik
Budi Arie dan Godaan Menjadi Pemerintahan Bayangan
PENUNDAAN TRANSAKSI REKENING AKTIVIS PATI: JANGAN MEMBALIK LOGIKA HUKUM DAN JANGAN GUNAKAN INSTRUMEN TPPU UNTUK MEMBATASI HAK KONSTITUSIONAL WARGA
Bogor Bersholawat 2026: Rakyat Bertahan, Pejabat Pergi — Seremoni Pemkab Bogor Dipertanyakan
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
Bikin Gaduh! Ayat Suci Jadi Gimmick Promosi Miras, Advokat Persaudaraan Islam DKI Siap Tempuh Jalur Hukum
MENGENAL LEBIH DEKAT SOSOK DALIMI: KARIR, PENGABDIAN, DAN PENGALAMAN BIROKRASI PEMERINTAHAN
Kembali Dipercaya, Abdul Rasyid Asal Soppeng Jabat Dewan Pakar Dewan Pengupahan Makassar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:41 WIB

KPK Geledah Disdik Kabupaten Bogor, Dua Koper Dibawa Penyidik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:29 WIB

Budi Arie dan Godaan Menjadi Pemerintahan Bayangan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:13 WIB

PENUNDAAN TRANSAKSI REKENING AKTIVIS PATI: JANGAN MEMBALIK LOGIKA HUKUM DAN JANGAN GUNAKAN INSTRUMEN TPPU UNTUK MEMBATASI HAK KONSTITUSIONAL WARGA

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Bogor Bersholawat 2026: Rakyat Bertahan, Pejabat Pergi — Seremoni Pemkab Bogor Dipertanyakan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:02 WIB

Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI

Berita Terbaru