DPRD Malut Mislan Syarif Minta Pemprov Malut Jagan Di Anak Tirikan Pembangunan Pulau Taliabu

DPRD Malut Mislan Syarif Minta Pemprov Malut Jagan Di Anak Tirikan Pembangunan Pulau Taliabu

- Penulis

Rabu, 30 April 2025 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa : Mislan Syarif, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Fraksi Gerindra, daerah pemilihan Sula-Taliabu

Sofifi Provinsi Maluku Utra, Media Investigasi.net, Sorotan tajam dari Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra, Mislan Syarif, saat  di ruang Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Maluku Utara yang di hadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, berkaitan degan ketimpangan pembangunan yang tidak merata yang hinggah sampai saat  ini masih dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu, ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dimana Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra, Mislan Syarif, mendesak Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara agar keadilan sosial tak lagi menjadi jargon kosong, melainkan dapat diwujudkan nyata melalui distribusi pembangunan yang merata bukan malah di abaikan seakan kami di Kabupaten Pulau Taliabu tidak masuk di lingkaran Wilayah Maluku Utara, tuturnya.

Seperti yang di sampaikan oleh Mislan Syarif (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra) saat Paripurna DPRD Provinsi Malut bersama Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara, Sarbin Sehe bahwa
“Taliabu seperti anak tiri di rumah sendiri apalagi sudah terlalu lama kami bersabar, terlalu sering kami menunggu dalam gelap. Kini, saatnya Masyarakat Kabupaten Taliabu bicara, ujarnya.

Salah satu sorotan utama Mislan Syarif (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra) itu juga adalah selama ini Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, tidak dimasukan Kabupaten Pulau Taliabu dalam daftar distribusi beras dari Bulog, hanya karena alasan yang disampaikan pihak terkait dari lingkup Pemrov Malut itu kami tidak dapat diterima, tegasnya.

Melalui Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku Utara yang istimewa ini Mislan Syarif (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra) menyatakan bahwa, kami tidak bicara soal kemewahan, kami hanya bicara tentang kebutuhan paling mendasar terkait beras bulog hanya Kabupaten Pulau Taliabu yang tidak mendapatkan jatah beras Bulog, hanya karena alasan jarak yang terlalu jauh hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Bulog Provinsi. Alasan klasik yang tak layak lagi digunakan itu di pakai abad ke -21, tendasnya.

Baca Juga :  Bupati Terpilih Anisa Suci Ramadani Absen di Rapat Paripurna DPRD, Publik Bertanya-tanya!

“Akibat kelangkaan pasokan ini memicu lonjakan harga beras di Kabupaten Pulau Taliabu, yang kian menyulitkan masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang belum juga kian mereda”

“Bayangkan, di tengah gempuran ekonomi yang berat, rakyat kami harus membeli beras dengan harga tinggi, sementara di wilayah lain harga bisa ditekan lewat intervensi pemerintah. Di mana letak keadilannya?” kata Mislan Starif.

Mislan Starif (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra) juga megatakan bahwa yang di alami Kabupaten Pulau Taliabu saat ini bukan hanya soal pangan, sektor vital lain seperti kesehatan dan infrastruktur juga belum mendapat perhatian memadai dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara seperti Proyek jalan lingkar kabupaten yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas antarwilayah masih belum tuntas dikerjakan hinggah sampai saat ini.

“Sampai saat ini mastarakat kami di Kabupaten Pulau Taliabu masih menyusuri jalan tanah, menyeberangi sungai dengan rakit, dan bertaruh nyawa demi menjangkau pelayanan degan dasar, ini bukan potret masa lalu, ini kenyataan hari ini di Kabupaten Pulau Taliabu sehinggah harus ada  keprihatinan penuh.

Mislan Starif (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra) juga
mengungkapkan mengenai, keresahan yang alami oleh masyarakat di Kabupaten Pulau Taliabu, bukan semata luka lama, melainkan seruan agar pemerintah lebih peka terhadap wilayah yang selama ini berada di pinggiran pembangunan nasional, kami tidak minta diistimewakan, kami hanya minta diperlakukan setara dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara

Jika pembangunan di wilayah Provinsi Maluku Utara menjadi hak kami, maka patut kami menuntut hak untuk Kabupaten Pulau Taliabu yang  ingin maju seperti Daerah lain, jika tidak kami hanya berharap agar negara hadir sepenuhnya untuk memberikan solusi pembangunan di Kabupaten Pulau Taliabu terwujud, ucapnya.

Baca Juga :  Asisten II Setda Kabupaten Pulau Taliabu Hadiri Pemasangan Tiang Alif Masjid Al - Mujahidin Desa Kramat Taliabu Barat

Mislan Starif (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara dari Fraksi Gerindra) secara tegas meminta kejelasan status kedudukan Kabupaten Pulau Taliabu di Wilayah Provinsi Maluku Utara, jika tidak ada sama sekali dirinya minta agara Kabupaten Pulau Taliabu di lepas dari wilayah Provinsi Maluku Utara agar Taliabu bergabung ke Provinsi terdekat seperti Provinsi Sulawesi Tegah, tutupnya.

Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Selenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Kemiskinan Daerah
Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang
Ditresnarkoba Polda Sumbar Perkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Air Manggis Selatan Pasaman
ABPEDNAS Soppeng Perkuat Tata Kelola Desa dan Konsolidasi Organisasi
Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri
Diduga Intimidasi Usai Pemberitaan, Penasehat PPWI Inhil Didatangi Pria yang Mengaku Suami Bidan
Plh. Kabag PBJ Tapanuli Tengah dengan Tegas Bantah Pokja ULP Pemkab Tapanuli Tengah Makelar Proyek Tahun 2026
Diduga Tak Bisa Pertanggung Jawabkan Keuangan, Pengurus Bumdes Sisobahili Tak Hadir Saat Di Panggil Dinas PMD
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 10:45 WIB

Bappeda Kabupaten Pulau Taliabu Selenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Kemiskinan Daerah

Selasa, 22 September 2026 - 06:03 WIB

Galodo Aro Suka Terjang Kompleks Pemkab Solok, Lumpur Penuhi Jalan Solok-Padang

Selasa, 22 September 2026 - 05:52 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Perkuat Program Kampung Bebas Narkoba di Nagari Air Manggis Selatan Pasaman

Selasa, 22 September 2026 - 05:37 WIB

Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri

Senin, 21 September 2026 - 18:41 WIB

Diduga Intimidasi Usai Pemberitaan, Penasehat PPWI Inhil Didatangi Pria yang Mengaku Suami Bidan

Berita Terbaru

Rapat Penyusunan Annual Work Plan (AWP) dan Overall Work Plan (OWP) Daerah Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) Tahun Anggaran 2026-2030. (Dok. Bina Bangda/ Kemendagri)

Bina Bangda

Kemendagri Matangkan AWP dan OWP Program LSDP 2026-2030

Selasa, 22 Sep 2026 - 07:19 WIB