Menu

Mode Gelap
Advokat Persadin Angkatan XXII Resmi Diambil Sumpah di Pengadilan Tinggi Banten DPAC Karawaci Partai Demokrat Bersama Ibu-Ibu Pensiunan TVRI Salurkan Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Bupati JKA dan BWS Sumatera V Tinjau Lokasi Terdampak Bencana di Batang Anai. TNI All-Out di Sumatra: Ribuan Personel, Puluhan Alutsista, dan Jembatan Darurat Dikerahkan Polda Kepri Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 Mendagri Ungkap Peran Strategis BPD dalam Pengawasan Pemerintahan Desa

Peristiwa

Dipicu Provokator, Bentrok di Rempang Pecah, Polisi Kejar Pelaku

badge-check


					Dipicu Provokator, Bentrok di Rempang Pecah, Polisi Kejar Pelaku Perbesar

 Korban luka bentrokan di Goba, Pulau Rempang. (dok.istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Sehari sebelum bentrokan pecah di Goba, Pulau Rempang, seorang oknum masyarakat mengaku sebagai pemilik tanah di hadapan warga yang sedang berkumpul. Ia menyatakan telah menghibahkan tanahnya kepada warga, yang langsung disambut dengan sukacita. Namun, belakangan terungkap bahwa tanah yang dihibahkan tersebut bukanlah miliknya, sehingga memicu kebingungan dan ketegangan di antara masyarakat.

Keesokan harinya, Rabu (18/9/2024), bentrokan terjadi antara warga dan pihak PT Makmur Elok Graha (MEG), pengelola lahan yang ditunjuk oleh Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral, menjelaskan, warga terprovokasi oleh oknum tersebut, yang memberikan informasi palsu terkait kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan. “Ada oknum yang memancing situasi, memberi informasi kepada warga bahwa ada ketidakadilan dari pihak PT MEG,” ujar Alex.

Alex juga menambahkan bahwa oknum tersebut mengaku sebagai pemilik tanah dan berjanji akan menghibahkan lahan kepada warga. Informasi inilah yang memicu aksi anarkistis warga di fasilitas milik PT MEG. Saat ini, polisi sedang mengejar oknum provokator tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban.

Di sisi lain, BP Batam sudah membayarkan hak atas lahan kepada warga dan menyerahkan pengelolaannya kepada PT MEG. Namun, sekitar 50 warga yang merasa dirugikan terlibat bentrok dengan karyawan PT MEG. Bentrokan ini terjadi karena komunikasi yang kurang baik di lapangan, sehingga kedua pihak bersinggungan. “Ada korban dari kedua belah pihak, baik dari warga maupun dari pihak PT MEG. Saat ini masing-masing menempuh jalur hukum,” kata Alex.

Akibat bentrokan tersebut, tiga karyawan PT MEG mengalami luka-luka. Direktur Utama PT MEG, Nuraini Setiawati, mengungkapkan bahwa karyawannya, Hardin, mengalami luka dalam dan retak rahangnya, Afrizal mengalami luka di bawah mata hingga penglihatannya kabur, sementara Franklin mengalami luka di kepala akibat benturan benda keras. “Ketiganya saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit,” katanya Minggu (22/9).

Nuraini menjelaskan, pihaknya bertahan di lahan yang telah diserahkan BP Batam kepada PT MEG untuk proyek pengembangan kawasan Rempang. Namun, pada saat itu, puluhan warga datang memaksa pihak perusahaan untuk meninggalkan lokasi. Ketegangan semakin memanas hingga berujung pada tindakan anarkistis warga, yang membawa senjata kayu dan menyerang karyawan PT MEG.

Kapolsek Alex menegaskan, pada dasarnya situasi di Pulau Rempang aman, namun pihak-pihak tertentu memanfaatkan situasi untuk memanaskan keadaan. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita simpang siur dan hoaks yang semakin banyak beredar terkait konflik ini. “Situasi sebenarnya aman, tapi terus dipanas-panasi hingga terjadilah masalah ini,” tegas Alex.

Polisi kini terus mengejar pelaku provokasi yang menyebabkan bentrokan ini, sembari mendalami peran oknum-oknum lain yang diduga ikut terlibat. Warga diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada jalur hukum yang sedang ditempuh oleh kedua belah pihak.***

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bentrokan Debt Collector hingga Tewas di Kalibata, Warung Kecil Menjadi Imbas Pembakaran oleh Massa Tak Dikenal

12 Desember 2025 - 16:41 WIB

Cerita Korban Banjir di Padang: Embun, Rindu Rumahnya Kembali

7 Desember 2025 - 11:53 WIB

Wali Kota Padang Pastikan Bantuan Tidak Menumpuk di Posko

7 Desember 2025 - 11:48 WIB

Dua Ekskavator Diterjunkan Bersihkan Aliran Sungai Batang Kabung Ganting Pascabanjir

3 Desember 2025 - 14:39 WIB

Tumpukan kayu gelondongan memenuhi bibir Pantai Parkit di Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat

1 Desember 2025 - 14:27 WIB

Trending di Peristiwa