CSR Disulap Jadi Make Up Politik Anisa

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar dari akun Facebook Anisa Suci Ramadani (Dok, Istimewa)

 

Muka Bupati Diselamatkan, Hak Rakyat Disingkirkan

 

Oleh: Mitra Yuyanti Kaperwil Sumatera Barat Mediainvestigasi.net

Di tengah sorotan tajam atas kegagalannya membangun infrastruktur, Bupati Anisa Suci Ramadani justru melempar bola ke perusahaan-perusahaan besar di Dharmasraya. Lewat akun Facebook resminya, Anisa meminta agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) dialihkan untuk perbaikan jalan dan jembatan.

Sekilas terdengar mulia. Namun, publik bertanya-tanya: apakah CSR memang hadir untuk kepentingan rakyat, atau sekadar make up politik bagi seorang bupati yang dinilai gagal memenuhi janji pembangunan?

Padahal publik tahu, hampir setiap pekan Anisa terbang ke Jakarta dengan pesawat kelas bisnis. Proposal-proposal pembangunan ia bawa ke meja para menteri, lengkap dengan fasilitas mewah yang mengiringi perjalanan. Sayangnya, hingga kini, semua masih sebatas janji dan wacana. Jalan-jalan tetap berlubang, jembatan masih rapuh, dan rakyat Dharmasraya tetap menunggu.

 

Esensi CSR yang Terlupakan

Menurut UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, CSR atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) wajib dijalankan perusahaan untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta menjaga harmonisasi hubungan antara perusahaan dengan lingkungan sekitar.

Artinya, masyarakat miskin di sekitar perkebunan sawit, pekerja, hingga warga yang lingkungannya rusak akibat aktivitas korporasi, seharusnya jadi prioritas utama. Bukan malah tersisih karena seorang kepala daerah butuh “penyelamat muka” lewat tambalan proyek jalan dan jembatan.

 

Suara Rakyat yang Tak Didengar

“Anak-anak kami butuh beasiswa, bukan sekadar janji jalan mulus. Kalau sekolah saja susah, bagaimana bisa masa depan mereka lebih baik?” keluh Rini, ibu rumah tangga yang tinggal di dekat areal perkebunan.

Baca Juga :  Bupati Tapteng Lakukan Groundbreaking Pembangunan SPAM Aek Sipan dan Hutagurgur

Andi, seorang buruh harian lepas, menambahkan, “Kami di sini masih kesulitan air bersih, Bu. Kalau perusahaan mau bantu, seharusnya ya bangun sumur bor atau fasilitas kesehatan. Jalan memang penting, tapi apa artinya jalan bagus kalau perut warga tetap lapar?”

 

Bahaya CSR Dipelintir

Jika seluruh CSR diarahkan hanya untuk menutup kekurangan APBD, maka program pemberdayaan masyarakat—mulai dari pelatihan UMKM, bantuan kesehatan, hingga perlindungan lingkungan—akan terpinggirkan.

Lebih parah lagi, CSR kehilangan ruhnya. Dari kewajiban sosial untuk rakyat, berubah menjadi sekadar alat politik penyelamat citra kekuasaan.

 

Saatnya Masyarakat Mengawasi

CSR bukan dana bonus untuk pemerintah, melainkan hak masyarakat dan lingkungan sekitar perusahaan. Karena itu, warga—termasuk wartawan—harus ikut mengawasi, agar dana CSR tidak dijadikan make up politik penguasa.

Jika CSR dipelintir hanya untuk merias kegagalan pemerintah, maka yang terjadi adalah perampasan hak rakyat Dharmasraya atas masa depan yang lebih adil, sejahtera, dan berkelanjutan.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penutupan Program Pelita 2026 Bupati Nias Utara Turut Hadir
IWO Soppeng Kecam Pernyataan Karyawan SPPG Lalabata, Polemik MBG Jadi Sorotan
Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa
100 Siswa Keracunan MBG di Cirebon, Jawaban Pemerintah Kita Sudah Hafal
Bupati Nias Utara Terima Kunjungan Kerja Kapolres Nias Perkuat Komunikasi & Kolaborasi
Beli 7 Dapat 9 Kubik” – Pasir Proyek Kantor Wali Nagari 4 Koto Palembayan Jadi Sorotan, Wali Nagari Diduga Sopiri Sendiri
Bupati Bersama Ketua DPRD Hadiri Simposium Energi Nasional Deklarasi Ketahanan Dan Kemandirian Energi
Bupati Nias Utara Menutup Secara Resmi Open Turnamen Bola Voli Bupati Cup Nias Utara 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Penutupan Program Pelita 2026 Bupati Nias Utara Turut Hadir

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:43 WIB

IWO Soppeng Kecam Pernyataan Karyawan SPPG Lalabata, Polemik MBG Jadi Sorotan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Warga Srijaya keluhkan irigasi air kering kepada anggota DPRD OKUT I Ketut budiyasa pada saat Reses didesa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:32 WIB

100 Siswa Keracunan MBG di Cirebon, Jawaban Pemerintah Kita Sudah Hafal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Bupati Nias Utara Terima Kunjungan Kerja Kapolres Nias Perkuat Komunikasi & Kolaborasi

Berita Terbaru