BeritaDaerah

Pengukuhan Duta SGO NGKA Stunting Desa Kabupaten Pulau Taliabu

2836
×

Pengukuhan Duta SGO NGKA Stunting Desa Kabupaten Pulau Taliabu

Sebarkan artikel ini

 

Taliabu Maluku Utara MediaInvestigas.net, Bertempat di Aula Kantor Bupati lama telah di laksanakan pelaksanaan Pengukuhan Duta Cegah Stunting Kabupaten Pulau Taliabu telah berlangsung dengan penuh khidmat tadi malam (Rabu/31/01/2023).

Dimana Stunting adalah merupakan gangguan pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya atau mengalami kekerdilan tubuh. Gangguan tersebut berkaitan dengan asupan gizi dan berbagai faktor lainnya, termasuk perilaku dan lingkungan, salah satunya adalah pola asuh.

Terkait hal ini, Duta Cegah Stunting Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu Kuraysia Marsaoly.S.Ag mengungkapkan, kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting sedini mungkin.

Sehingga diharapkan masyarakat dapat peduli dalam pencegahan stunting, serta memberikan pemahaman dan meningkatkan penerapan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung kepada kita semua, ungkap. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu Kuraysia Marsaoly.S.Ag

Duta Cegah Stunting memiliki empat tugas pokok di antaranya prioritas pembangunan nasional terkait upaya percepatan penurunan pencegahan stunting. Kemudian dapat mendukung pelaksanaan kebijakan daerah, selanjutnya ikut terlibat dalam perangkat di Kabupaten Pulau Taliabu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu Kuraysia Marsaoly.S.Ag juga berharap agar kita harus mampu
memberikan konvergensi dan intergrasi dalam upaya pencegahan penanggulangan stunting serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui TP PKK dengan memaksimalkan posyandu untuk penguatan 1000 hari pertama kehidupan masyarakat.

Peran TP PKK dalam pencegahan Stunting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat melalui pergerakan peran kader.

Kelompok desa wisma dengan melalui kunjungan rumah, penyuluhan kepada masyarakat, terlibat aktif dalam musyawarah dan perencanaan partisifstif desa, ujar. Kuraysia Marsaoly.S.Ag

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh :

1). Aliong Mus, S.T (Bupati Kabupaten Pulau Taliabu).

2). Zahra Yolanda Mus (Ibu Bupati/Duta Sgo Nggka Kabupaten Pulau Taliabu).

3). Ramli (Wakil Bupati Kabupaten Pulau Taliabu).

4). AKPB Totok Handoyo, S.I.K (Kapolres Kabupaten Pulau Taliabu).

5). Suhendra Saputra (Kepala PN Bobong Pulau Taliabu).

6). Muhammad Taufik Thoib Koten (Waka 1 DPRD Kabupaten Pulau Taliabu).

7). Salim Ganiru (Sekda Kab. Pulau Taliabu).

8). Kompol. Aziz Ibrahim Muamar, (Waka Polres Pulau Taliabu).

9). M. Syukur Boeroe (Asisten 1 Setda Kabupaten Pulau Taliabu).

10). Ma’ruf (Asisten 2 Setda Kabupaten Pulau Taliabu).

11). Para OPD (Kabupaten Pulau Taliabu)

12). Nazamudin.,SH.MH (Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Pulau Taliabu).

13) . Pelda Bachtiar Umasugi (Perwakilan Danramil 1510).

14). Para Camat (Se-Kabupaten Pulau Taliabu).

15). Para Kades (Se-Kabupaten Pulau Taliabu).

Melalui laporan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Taliabu, Kuraysia Marsaoly,.S.Ag. pada tanggal 10 januari 2023 kami telah melaksanakan aktivitas percepatan penurunan stunting di Kab. Pulau Taliabu dengan terjun langsung ke lokus stunting untuk melakukan pengukuran ulang.

Untuk melanjutkan hasil pengukuran, kami akan mengukuhkan duta sgo Ngka Desa sebanyak 33 desa, untuk itu kami meminta Bupati untuk melepaskan perugas yaga mei di 33 Desa.

Dari hasil pengukuran ulang akan kami presentasikan pada aksi 1 konvergensi stunting yaitu analisia situasi di pertengahan februari. Kami berharap seluruh OPD terkait agar bsa bersama sama melakukan analisis data sehingga di 2024 kita nol lokus stunting.

Semua tim percepatan penurunan stunting dibawah pemandu pak wakil Bupati, koramil dan juga Polres, semua unsur terkait merupakan ujung tombak di kab. Pulau Taliabu untuj percepatan penurunan stunting.

Dari 35% prevalensi stunting di Kab. Pulau Taliabu dari survei SSGI, di tahun 2022 mengalamu penurunan 11,5%.

Ini bukan hasil kerja kami sendiri, ini merupakan komitmen seluruh pimpinan daerah dan semua stakholder sehingga dapat hasil tersebut.

Bupati Pulau Taliabu menginginkan untuk target nasional yang sebelumnya 14 persen namun keinginan Bupati harus sampai 0 persen. Ini menjadi pekerjaan yang sangat berat namun akan mudah jika semua berkomitmen untuk dapat menjadi 0 persen.

Untuk Bapak asuh anak stunting tetap berjalan dan pada bulan januari 2023 sudah terkumpul 150 jt dari hasik donatur Bapak asuh anak stunting.

Untuk anggara hasil donatur akan dislaurkan pada minggu ketiga bulan februari dan kita sama sama terjun ke lapangan.

Bapak asuh bisa mengambil daftar anak asuhnya sehingga di Desanya dapat mendengar kabar langsung.

Untuk petugas yaga mei sebanyak 46 orang yang akan dilpaskan kepada Kepala desa dan akan dibekali dengan alat kesehatan penduking di lapangan yaitu antroponektrikip yang didalamnya alat ukur, timbangan, test gula, HB dsb.

Hasil donatur susu dari ibu hamil sudah disalurkan dan terdapat penyampaian terimakasih pada Bupati dan Ibu Bupati. Mereka menunggu kedatanagan Ibu Bupati sebagai duta Sgo Ngka Stunting di Kab. Pulau Taliabu.

Untuk kedapanya terkait dengan percepatan penurunan stunting akan kami siapkan 2 desa sebagai pilot projek yaitu Kawalo dan Pancoran dan kami akan siapkan dengan segala aktivititas penurunan stunting.

Kami mendapat bocoran dari sekretariat presiden karena penurunan angka stunting yang signifikan sehingga akan terdapat tim yang akan turun ke Kab. Taliabu namun belum terjadwalkan.

Hal ini menjadi sebuah perjuangan semoga Kepala Desa Kawalo dan Pancoran dapat bersama kami dan itu adalah final projek dan menjadi contoh untuk kabupaten Lain dan akan melihat langsung bagaimana penanganan stunting di Kab. Pulau Taliabu.

Dinas KB dan Dinas Kesehatan adalah penanganan spesifik 30% penanganan stunting itu menjadi mitra yang kokoh untuk bagaimana bersama sama kader posyandu, kader PKB, Tim pendamping keluarga, dan ditambah inovasi kami Petugas Yaga Mei yang terdiri dari 1 petugas gizi dan 1 bidan di desa lokus stunting.

Pada sambutan Zahra Yolanda Mus selaku Ketua Duta Stunting Kabupaten Pulau Taliabu menyampaikan bahwa saya adalah suatu kehormatan dan penghargaan, dipercayakan untuk mengukuhkan Duta Sgo Ngka Stunting Desa yang di Kabupaten Pulau Taliabu.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa upaya percepatan penuruna stunting memerlukan berbagi cara dan komitmen dari semua komponen bangsa.

Terdapat 5 pilar utama penanganan stunting dan hari ini kita laksanakan pilar ketiga dari penanganan stunting itu yakni Konvergensi, Koordinasi, dan Konsolidasi untuk Penurunan Stunting.

Pilar ini, selain untuk memperkuat konvergensi, koordinasi dan konsolidasi, tetapi juga memperluas cakupan program yang dilakukan oleh instansi-instansi terkait.

Selanjutnya dibutuhkan perbaikan kualitas dari layanan program yang ada di Puskesmas dan Posyandu terutama mendukung ibu hamil, ibu menyusui dan balita pemberian insentif dari kinerja program intervensi stunting pada 1000

Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta diwilayah sasaran yang berhasil menurunkan angka Selain itu,dapat dilakukan stunting dengan memaksimalkan pemanfataan Dana Desa untuk prioritas intervensi stunting.

Sebagai Duta Sgo Ngka Stunting Kabupaten Pulau Taliabu, ada beberapa hal pokok yang akan saya sampaikan kepada Ibu-ibu Duta Sgo Ngka Stunting Desa untuk dilakukan dalam upaya pencegahan dan penanganan Stunting kedepan :

Pertama, Mendukung pelaksanaan kebijakan daerah dalam upaya percepatan dan pencegahan stunting melalui perannya di desa masing-masing.

Kedua, Secara aktif tim Penggerak PKK melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting.

Ketiga, Mendorong kerjasama dengan Dinas Terkait dalam upaya berperan secara aktif dan berkelanjutan terkait dengan pelaksana aksi konvergensi integrasi pencegahan penanggulangan stunting.

Keempat, Mendorong penggerakan dan pemberdayaan masyarakat melalui Tim Penggerak PKK, dalam melaksanakan intervensi stunting dengan memaksimalkan posyandu untuk penguatan 1000 hari pertama kehidupan di masyarakat.

Khusus untuk Intervensi Stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) ini, kita harus memberikan edukasi dan penguatan pada 6 langkah pola asuh anak yaitu :

1). Selama kehamilan, ibu harus mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang.

2). Ibu Hamil melakukan pemeriksaan minimal 4 kali selama kehamilan.

3). Memberikan stimulasi pada janin dalam kandungan.

4). Ibu memberikan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) ASI Ekslusif selama 6 bulan dan dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI sampai anak usia 2 tahun.

5). Memperkenalkan makanan bergizi pada anak sesuai dengan usia.

6). Memberikan stimulasi (rangsangan) kepada anak sesuai dengan usianya dan memantau perkembangan anak dengan Kartu Kembang Anak (KKA)

Semoga melalui kegiatan Pengukuhan Duta Sgo Ngka Stunting Desa yang dilaksanakan ini dapat memberikan stimus penting bagi Pemerintah Desa untuk perencanaan serta meningkatkan kualitas percepatan penurunan Stunting.

Saya berharap kepada kita semua untuk meneguhkan komitmen besar kita membangun Kabupaten Pulau Taliabu kedepan dengan tidak ada lagi anak-anak kita yang memiliki masalah kurang gizi dan stunting.

Dalam Sambutan Bupati Pulau Taliabu, Aling Mus, mengatakan bahwa saat ini, satu dari tiga balita Indonesia mengalami stunting.

Persoalan ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita karena anak-anak itu adalah generasi penerus.

Bagaimana kita bisa mencapai visi Indonesia Emas Tahun 2045 kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa, mengalami stunting, Untuk itu, saya kembali menekankan bahwa

Sehinggah Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu sangat serius mengupayakan penurunan stunting. Saya telah menandatangani Peraturan Bupati No. 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu

Substansinya mengadopsi Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024 dan Perpres 72 Tahun 2021.

Peraturan Bupati ini memberikan dasar hukum untuk melakukan penguatan kerangka substansi, intervensi, pendanaan, serta pemantauan dan evaluasi yang diperlukan dalam berbagai upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulau Taliabu.

Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pulau Taliabu sendiri mengalami penurunan kasus yang sangat signifikan, Kabupaten Pulau Taliabu berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2021 sebesar 35,2% dan pada tahun 2022 sebesar 23,7%. Dari data tersebut terlihat bahwa adanya tren penurunan kasus stunting 11,5%, tetapi perlu diingat bahwa perlu adanya

Percepatan penurunan stunting yang lebih terstruktur dan masif lagi untuk mencapai Target Nasional 14% di tahun 2024 Bahkan dapat kita capai lebih dari itu, komitmen yang kuat dari kita semua.

Namun tidak hanya komitmen di tingkat Kabupaten, upaya advokasi komitmen pemerintah kecamatan sampai pemerintah desa juga harus optimal.

Duta Stunting di Kabupaten Pulau Taliabu sendiri mengadopsi bahasa daerah yaitu Sgo Ngka. Sgo Ngka dalam terminology bahasa taliabu adalah Stop/Berhenti.

Pendekatan social budaya dalam upaya percepatan penurunan stunting sangatlah penting karena persoalan stunting sangatlah kompleks. Kabupaten Pulau Taliabu sendini telah memiliki 33 Duta Sgo Ngka Stunting Desa yang yang telah dikukuhkan.

Lewat kegiatan ini saya sampaikan bahwa terdapat empat tugas pokok Duta Sgo Ngka Stunting yakni :

1). Prioritas pembangunan nasional terkait upaya percepatan penurunan pencegahan stunting.

2). Mendukung pelaksanaan kebijakan daerah,

3). Ikut terlibat dalam percepatan penurunan stunting secara langsung.

4) Mendorong penggerakan dan pemberdayaan masyarakat melalui Tim Penggerak PKK. Selain itu, penanganan stunting bukan hal yang mudah

“Tapi saya yakin apabila dikerjakan bersama-sama kita bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Pulau Taliabu”

Maka dari itu saya tekankan kepada semua OPD terkait untuk berkolaborasi dan berkomitmen, serta data anak-anak yang menderita stunting aktual, sehingga dalam melakukan intervensi bisa tepat sasaran dan goals percepatan penurunan stunting bisa tercapai.

Selain pengukuhan Duta Sgo Ngka Stunting Desa, juga adanya penyerahan Petugas Yaga Mei (Pengasuh Anak) kepada Kepala Desa Lokus Stunting untuk bertugas di desa lokus stunting.

Yaga Mei sendiri merupakan program inovasi dalam upaya percepatan penurunan stunting dengan menugaskan petugas kesehatan gizi dan bidan yang terlatih. untuk membantu pemerintah desa dalam upaya penanganan stunting di desa lokus.

Pemerintah Desa saya tekankan agar optimalkan peran Posyandu dan BKD serta kader Posyadu dan kader BKB sebagai garda terdepan untuk menangani stunting

Mulai dari fasilitas pendukung yaitu gedung posyandu, alat kelengkapan dalam Posyandu serta dilakukannya pelatihan kader Posyandu secara paripurna. Saya juga mengharapkan kesediaan semua pihak yang hadir disini, untuk dapat saling bekerja sama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Pulau Taliabu, tutupnya.

(Ketua Inveatigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).