BKN: Tidak Perlu Panik, Ini Cara Hadapi Seleksi CAT KDKMP–KNMP 2026

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seleksi CAT KDKMP–KNMP 2026. (Dok. Istimewa)

Seleksi CAT KDKMP–KNMP 2026. (Dok. Istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Humas BKN, Seleksi kompetensi terhadap peserta calon pegawai Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 masih berlangsung. Terhitung hingga hari keempat pelaksanaan tes, peserta yang sudah mengikuti ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini sebanyak 140.211 dari 483.648 pelamar yang dinyatakan lolos ke tahap seleksi Pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Adapun pelamar Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden pada tahap pendaftaran mencapai 487.819.

Dalam tahap ujian CAT, peserta seleksi akan menghadapi dua jenis tes utama, yakni Tes Potensi Kognitif dan Tes Substansi Manajemen. Tes Potensi Kognitif secara khusus mengukur dua aspek penting, yaitu kecepatan kerja (speed) dan kemampuan berpikir (power). Skema soal dirancang untuk menilai bagaimana peserta mampu memproses informasi, dan menyelesaikan soal secara akurat dalam waktu yang terbatas sehingga membutuhkan strategi pengerjaan yang efektif. Oleh karena itu, BKN telah menyiapkan sarana prasarana dan infrastruktur teknologi yang dibutuhkan agar para peserta dapat mengikuti ujian secara maksimal.

Namun demikian, BKN mencermati adanya beberapa dinamika yang terjadi di lapangan. Salah satunya terkait durasi penyelesaian soal ujian yang menjadi tantangan peserta seleksi. Untuk mengatasi hal ini, para peserta diimbau untuk tidak panik agar terhindar dari kecenderungan mengklik jawaban secara cepat dan berulang. BKN juga terus memastikan akses sistem dapat mengakomodir pelaksanaan tes secara masif dalam waktu bersamaan, termasuk dari aspek sistem keamanan CAT saat proses ujian berlangsung.

BKN telah merancang sistem CAT untuk memudahkan peserta ujian. Kemudahan ini juga telah teruji melalui pelaksanaan ujian CAT dalam pengadaan CASN sehingga peserta cukup memahami mekanisme pengerjaan ujian secara optimal melalui Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024. Sistem CAT sendiri telah melalui berbagai pengujian untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam seleksi. Oleh karena itu, peserta diharapkan dapat mengikuti seluruh proses dengan memahami aturan serta menerapkan strategi yang tepat.

Baca Juga :  Taruna Asing KRI Bima Suci Senang Berada di Padang

Berikut beberapa tips agar peserta dapat mengerjakan ujian CAT secara optimal:

1. Tetap fokus dan tidak panik

Waktu yang terbatas memang menjadi tantangan, namun kepanikan justru dapat menghambat konsentrasi dan akurasi.

2. Prioritaskan soal yang mudah terlebih dahulu

Tidak semua soal harus dijawab. Peserta disarankan untuk mengerjakan soal yang dianggap lebih cepat dan mudah untuk memaksimalkan skor.

3. Hindari klik berlebihan

Setiap jawaban yang di klik simpan akan masuk kedalam pangkalan data sehingga tidak perlu klik berulang. Dalam hal data yang telah disimpan tampil pada layar tidak sesuai dengan yang dipilih, bukan berarti jawabannya berubah, hal tersebut dikarenakan ada waktu jeda dalam kondisi jaringan pada akses sedang tinggi.

4. Beri waktu jeda

Beri waktu jeda dan biarkan sistem menyelesaikan proses agar berjalan optimal. Hal tersebut agar tidak ada penumpukan beban pada waktu tertentu, di mana selama proses kirim jawaban ke server dan belum dapat respons dari server, maka waktunya tidak dihitung sehingga peserta tidak dirugikan.

5. Manfaatkan waktu secara efisien

Perhatikan durasi setiap subtes dan atur ritme pengerjaan dengan baik.

Pada kesempatan ini Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, menyampaikan bahwa melalui seleksi ini, pemerintah berharap dapat menjaring talenta terbaik yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga mampu bekerja efektif, sesuai dengan kebutuhan pengembangan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bogor Bersholawat 2026: Rakyat Bertahan, Pejabat Pergi — Seremoni Pemkab Bogor Dipertanyakan
Tanah Berhamburan ke Jalan, Proyek di Sukmajaya Disorot: Izin Lengkap atau Sekadar Klaim?
Skandal Rutan Tanjung Gusta Medan: Potret Kebobrokan Sistemik dan Urgensi Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Garuda Pancasila: Antara Simbol yang Terinjak dan Nilai yang Dilumat Kekuasaan
Bantah Fitnah, Ito Lawputra: Cedric Lievra, WNA Prancis yang Peduli Kesejahteraan Pekerja dan Taat Hukum
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua
Merajut Silaturahmi, Memperkokoh Ukhuwah: Presiden Komunitas Yaman Kunjungi Ketum PPWI
Persekusi Marak di Berbagai Negara: Panggilan Nurani Global untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia Menggema dari Indonesia
Berita ini 23 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Bogor Bersholawat 2026: Rakyat Bertahan, Pejabat Pergi — Seremoni Pemkab Bogor Dipertanyakan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:26 WIB

Tanah Berhamburan ke Jalan, Proyek di Sukmajaya Disorot: Izin Lengkap atau Sekadar Klaim?

Kamis, 20 Agustus 2026 - 05:50 WIB

Skandal Rutan Tanjung Gusta Medan: Potret Kebobrokan Sistemik dan Urgensi Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Garuda Pancasila: Antara Simbol yang Terinjak dan Nilai yang Dilumat Kekuasaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Bantah Fitnah, Ito Lawputra: Cedric Lievra, WNA Prancis yang Peduli Kesejahteraan Pekerja dan Taat Hukum

Berita Terbaru