CIBINONG, Bogor —
Ada ironi dalam Bogor Bersholawat 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bogor di Gerbang Tri Tangtu di Buana, Sabtu (22/8/2026).
Ribuan jamaah bertahan hingga sekitar pukul 00.00 WIB mengikuti sholawat, ceramah dan doa bersama. Namun, sejumlah pejabat utama Pemkab Bogor justru tidak terlihat hingga rangkaian kegiatan berakhir.
Bupati Bogor Rudy Susmanto disebut berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. Alasan tersebut patut dihormati.
Namun Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi yang hadir menggantikan Bupati untuk membuka acara disebut meninggalkan lokasi setelah prosesi pembukaan. Sementara Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika juga tidak terlihat hingga acara selesai.
Di sinilah publik patut bertanya:
Apakah agenda resmi Pemkab Bogor cukup dimaknai dengan hadir di awal, membuka acara, lalu meninggalkan masyarakat yang masih bertahan?
Tidak ada yang mempersoalkan jika seorang pejabat memiliki agenda lain. Tetapi ketika sebuah kegiatan membawa nama resmi pemerintah daerah, alasan ketidakhadiran hingga acara selesai semestinya dapat dijelaskan secara terbuka.
Sebab rakyat bukan sekadar pelengkap seremoni.
Mereka datang, duduk, bertahan hingga tengah malam dan mengikuti acara sampai selesai. Sementara pejabat yang menjadi representasi pemerintah justru dipertanyakan keberadaannya.
Jangan sampai rakyat hanya diperlukan untuk memenuhi keramaian, sementara pejabat cukup hadir untuk memenuhi protokol.
Bogor Bersholawat seharusnya bukan sekadar panggung, sambutan dan dokumentasi.
Kalau benar membawa nilai keteladanan, maka pejabat pemerintah semestinya menunjukkan bahwa mereka mampu menghargai masyarakat yang hadir.
Jika memang ada alasan resmi mengapa para pejabat meninggalkan lokasi lebih awal, sampaikan.
Jangan biarkan publik menebak-nebak.
Karena dalam pemerintahan yang sehat, kritik bukan ancaman. Pertanyaan publik justru merupakan ujian transparansi.
Dan pertanyaan malam itu sangat sederhana:
Ribuan masyarakat mampu bertahan sampai tengah malam. Mengapa pejabat utama Pemkab Bogor tidak terlihat sampai acara selesai?
Publik tidak membutuhkan drama.
Publik hanya membutuhkan jawaban.
Am @ Tim/red 2026





