Bantah Fitnah, Ito Lawputra: Cedric Lievra, WNA Prancis yang Peduli Kesejahteraan Pekerja dan Taat Hukum

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bantah Fitnah, Ito Lawputra: Cedric Lievra, WNA Prancis yang Peduli Kesejahteraan Pekerja dan Taat Hukum

Palu —Mediainvestigasi.net– Pemberitaan miring yang menuding Cedric Lievra, warga negara asing (WNA) asal Prancis, terkait isu kepemilikan visa serta insiden perahu di Kepulauan Togean, dibantah keras oleh tim kuasa hukumnya. Pengelola Sanctum Dive Resort di Pulau Una-Una tersebut justru dikenal luas oleh masyarakat sekitar sebagai sosok yang dermawan, taat hukum, dan sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerja lokal.

Tim advokat dari Kantor Hukum Kanoana di Palu, Sulawesi Tengah, di bawah pimpinan Ito Lawputra, S.H., S.I.Kom., M.H., C.Med., CTA, meluruskan berbagai tuduhan yang dinilai sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap kliennya. “Klien kami adalah orang-orang baik yang selama ini bekerja dengan tulus. Mereka tidak pernah main-main dalam memperhatikan hak-hak pekerja lokal,” tegas Ito Lawputra dalam siaran pers resminya pada Rabu (12/8/2026).

Komitmen Kesejahteraan: Upah di Atas Standar UMK

Salah satu bukti nyata kepedulian Cedric terhadap masyarakat Tojo Una-Una adalah kebijakan pengupahan di Sanctum Dive Resort. Secara sukarela dan tanpa paksaan dari pihak mana pun, manajemen memberikan gaji kepada karyawan lokal di atas standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tojo Una-Una. Kebijakan ini diambil demi meningkatkan taraf hidup pekerja dan memberikan rasa tenang bagi mereka sebagai tulang punggung keluarga.

Selain urusan kesejahteraan karyawan, Cedric juga rutin mengulurkan bantuan sosial kepada warga sekitar tanpa publikasi. Salah satu bentuk kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir adalah tersedianya tarif penyeberangan khusus yang sangat terjangkau bagi warga lokal, di luar harga standar wisatawan.

Keabsahan Dokumen dan Visa Dikonfirmasi Imigrasi

Terkait isu bahwa Cedric menggunakan visa bermasalah atau ilegal, tim kuasa hukum telah melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Imigrasi setempat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh dokumen keimigrasian Cedric lengkap, sah, dan tidak memiliki kendala administratif.

Baca Juga :  Dua Kali Ancam Bunuh Awak Media Syafi'i Penjaga Gudang BBM Solar Bersubsidi Bisnis Ilegal Di Desa Siwalan Pekalongan Terus Intimidasi Kebebasan Pers

“Kami sudah melakukan kroscek langsung ke pihak Imigrasi. Semua dokumen lengkap dan legal. Jadi, tuduhan mengenai visa bermasalah itu murni tidak berdasar,” tambah tim kuasa hukum.

Akar Masalah: Polemik BBM yang Dipolitisasi

Kuasa hukum mengungkapkan bahwa dinamika ini sebenarnya berakar dari persoalan sederhana, yakni permintaan uang bahan bakar minyak (BBM) oleh seorang warga bernama Umar Tinamba untuk keperluan mengantar wisatawan. Namun, persoalan kecil tersebut kemudian dibesar-besarkan dan dikait-kaitkan secara sepihak dengan insiden perahu serta isu-isu lainnya.

Mengenai insiden perahu yang sempat terjadi, Cedric telah menunjukkan sikap bertanggung jawab dan kemanusiaan dengan memberikan santunan kepada para korban. Sayangnya, narasi yang berkembang di media massa dinilai tidak berimbang dan cenderung hanya menampilkan potongan percakapan tanpa konteks yang utuh. Hal tersebut menimbulkan persepsi publik yang menyesatkan serta merugikan nama baik Cedric.

Imbauan untuk Pemberitaan Berimbang

Atas laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh Umar Tinamba, tim kuasa hukum menyayangkan adanya framing media yang terkesan mengejar sensasi dengan mengorbankan iktikad baik seorang investor asing yang telah berkontribusi nyata bagi perekonomian warga lokal.

Pihak kuasa hukum menyatakan sangat terbuka untuk berdialog dan memberikan klarifikasi berbasis data agar publik mendapatkan informasi yang akurat. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan sepihak. Cedric Lievra terbukti sebagai pelaku usaha yang taat pada hukum Indonesia serta konsisten membela kesejahteraan warga Tojo Una-Una. (RUT/Red)

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu Kecewa, Degan Sikap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pusat Dinilai Kurang Peduli
Masyarakat Tani Taliabu Barat Laut Minta Bupati Ganti Kepala BPBD Pulau Taliabu
Masyarakat Kecewa Sikap BPBD Pulau Taliabu Dinilai Kurang Tanggap Saat Kebakaran Hanguskan Lahan Cengkih
‎Agrinas untuk Anak Indonesia, Karena Setiap Senyum Begitu Berharga
Tragedi Dini Hari di Sangir Tewaskan Empat Warga, Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi Dorong Pencegahan Tambang Ilegal
Ketua TP PKK Tapteng Tinjau SPPG : Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Lingkungan
Jalankan Tugas Penuh Tanggung Jawab Disiplin Profesionalisme Bupati Nias Utara Saat Serahkan Petikan SK Perpanjangan Kepada PPPK
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Masyarakat Kabupaten Pulau Taliabu Kecewa, Degan Sikap Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pusat Dinilai Kurang Peduli

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Masyarakat Tani Taliabu Barat Laut Minta Bupati Ganti Kepala BPBD Pulau Taliabu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Masyarakat Kecewa Sikap BPBD Pulau Taliabu Dinilai Kurang Tanggap Saat Kebakaran Hanguskan Lahan Cengkih

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:21 WIB

‎Agrinas untuk Anak Indonesia, Karena Setiap Senyum Begitu Berharga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Tragedi Dini Hari di Sangir Tewaskan Empat Warga, Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi Dorong Pencegahan Tambang Ilegal

Berita Terbaru