Sekolah Rakyat Belum Hadir di Dharmasraya, Program Prioritas Presiden Terabaikan

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Gambar ilustrasi Sekolah Rakyat (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, sebagai terobosan untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan gratis berkualitas, hingga kini belum menyentuh Kabupaten Dharmasraya. Daerah ini justru terkesan belum siap mengelola program prioritas nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

Jasa Pembuatan website profesional

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengakui bahwa tahun ajaran ini, belum ada satupun Sekolah Rakyat di daerah tersebut resikonya Dharmasraya hanya masuk dalam daftar antrian nasional.

“Sekolah Rakyat belum ada. Kita berharapnya tahun ajaran ini. Kendala kita adalah lokasi. Dulu sempat kami ajukan lokasinya di SKB, tapi instruksi presiden mensyaratkan minimal kapasitas 100 siswa. SKB hanya bisa menampung sekitar 50 siswa saja,” kata Bobby kepada wartawan ini pada Rabu (16/7).

Ironisnya, program Sekolah Rakyat sebenarnya tidak membutuhkan siswa baru. Justru, skemanya adalah menarik siswa dari sekolah negeri maupun swasta yang berasal dari keluarga kurang mampu — sesuatu yang jelas tersedia di hampir semua wilayah, termasuk Dharmasraya.

“Pada dasarnya Sekolah Rakyat ini tidak menimbulkan siswa baru, tapi mengambil siswa-siswa yang sudah ada, terutama yang kurang mampu. Kalau tahun ini bisa, tinggal kita ambil anak-anak itu dari seluruh sekolah di kabupaten. Kendala kita tetap di lokasi. Tapi kalau dapat tahun ini, otomatis kita juga dapat pembangunan,” tambah Bobby.

Pernyataan ini memperlihatkan bahwa hambatan utama ada pada kurangnya kesiapan pemerintah daerah, baik dari sisi perencanaan lokasi maupun komitmen untuk memfasilitasi program nasional yang justru menyasar kelompok paling rentan.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sekolah ini menggunakan konsep berasrama (boarding school) dengan pendekatan gratis dan komprehensif: mencakup pendidikan, tempat tinggal, makanan, seragam, dan sebagainya.

Baca Juga :  FITNAH KEJI DUGAAN PERCABULAN YANG DIALAMATKAN KEPADA GURU SY SMPN 23 KOTA TANGERANG

Target utama program adalah anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kategori miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah pusat sendiri telah mengalokasikan anggaran melalui APBN 2025 untuk mendukung implementasi awal program ini mulai Juli 2025

Terpisah, Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Katadata, Dharmasraya memiliki jumlah Penduduk Miskin, Dari total 240.159 jiwa penduduk Dharmasraya pada tahun 2024, terdapat 15.250 penduduk miskin. Ketidakhadiran Sekolah Rakyat justru menimbulkan pertanyaan besar: apakah pemerintah daerah benar-benar serius dan siap mendukung arah pembangunan nasional?

Padahal, jika pemerintah kabupaten memiliki komitmen kuat, persoalan lokasi dan teknis bisa segera dicarikan solusi. Ketidaksiapan ini dapat diartikan sebagai bentuk kelalaian dalam merespons program strategis nasional yang bertujuan mulia: menyelamatkan generasi masa depan dari jerat kemiskinan melalui pendidikan bermutu dan berkarakter.

 

Editor: Yanti 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I
Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi
My Rubel Literasi Center Gebrak Festival Literasi Pasaman Barat 2026, Siap Lahirkan Generasi Emas 2045
Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong
DKUPP Inhil Tegaskan Lapak Pasar Bukan Untuk Diperjualbelikan, Buka Posko Pengaduan dengan QR Code
Polsek Kateman Ungkap Kasus Curat, Lima Orang Diamankan dalam Pengembangan Perkara
 Komitmen Lapas Bersih Narkoba, Razia Gabungan & Tes Urin di Lapas Bukittinggi Negatif
Pelantikan Rektor UINSA Surabaya Disambut Gelombang Penolakan Terhadap Rektor Muzakki Menjabat 2 Periode
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:28 WIB

Read Aloud Pasbar Bikin Kejutan di Festival Literasi 2026, Stan Terbaik Raih Juara I

Jumat, 18 September 2026 - 11:57 WIB

Fera Susanti, S.Pd Terima Piagam Penghargaan Insan Literasi

Jumat, 18 September 2026 - 10:36 WIB

Hermawan Rahman Adalah Sosok Pemimpin Cerdas Masuk Pada Bursa Calon Kepala Desa (Cakades) Kota Bobong

Jumat, 18 September 2026 - 09:41 WIB

DKUPP Inhil Tegaskan Lapak Pasar Bukan Untuk Diperjualbelikan, Buka Posko Pengaduan dengan QR Code

Jumat, 18 September 2026 - 06:51 WIB

Polsek Kateman Ungkap Kasus Curat, Lima Orang Diamankan dalam Pengembangan Perkara

Berita Terbaru