Anak SD Diduga Dianiaya Pemilik Pemandian Ajo Manenggang Sitiung, Gigi Patah Akibat Dituduh Curi Kelapa

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi penganiaya anak di bawah umur (Dok, Istimewa)

 

Dharmasraya, Mediainvestigasi.net – Seorang anak sekolah dasar (SD) berusia 11 tahun diduga menjadi korban penganiayaan di area pemandian dan resort Ajo Manenggang, Nagari Sitiung, Kecamatan Sitiung. Korban bernama Zeroun diduga mengalami kekerasan fisik setelah dituduh mencuri kelapa di lokasi tersebut.

Kelapa yang dibuka dengan mulut, gigi korban Aska

Kejadian bermula saat Zeroun bersama temannya mandi di kolam renang milik keluarga pelaku, Jumat 27 Juni 2025 sekitar pukul 12.00 Wib. Di tengah kunjungan itu, korban dituduh mengambil buah kelapa yang masih tergantung di pohon sekitar area pemandian. Tanpa melibatkan proses klarifikasi yang layak, pelaku langsung memberikan “hukuman” fisik yang keji terhadap anak di bawah umur tersebut.

 

Berdasarkan keterangan keluarga korban, korban dipaksa melakukan push-up sebanyak 50 kali, squat jump 50 kali, dan dipaksa menggigit kelapa sampai terbuka dengan mulutnya. Tak hanya itu, korban juga disuruh mengganti satu butir kelapa dengan uang sebesar Rp100 ribu. Akibat kekerasan tersebut, Zeroun mengalami patah gigi di bagian bawah.

Tak terima atas perlakuan yang diduga sangat tidak manusiawi itu, orang tua korban melapor ke Polsek Sitiung I Koto Agung dengan nomor laporan STTLP/25/VI/2025/SPKT-Polsek Sitiung I Koto Agung/Polres Dharmasraya.

Kapolsek Sitiung I Koto Agung, AKP Sutrisman, membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, laporan sudah kami terima. Selanjutnya akan kami proses sesuai prosedur hukum dan lakukan penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Tindakan kekerasan terhadap anak, terlebih dilakukan di lokasi wisata yang seharusnya menjadi tempat aman bagi publik, memantik kemarahan masyarakat. Warga berharap pihak kepolisian bertindak tegas dan memberikan sanksi hukum yang setimpal kepada pelaku.

Baca Juga :  Diduga Ada Pemerasan, Kepala Desa dan Sekretaris Desa Sekara Dilaporkan ke Polisi

Kasus ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur, yang bukan hanya melukai fisik tapi juga menimbulkan trauma psikologis.

Editor: Yanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan
Satukan Langkah Membangun Negeri, TMMD ke-130 Inhil Rampungkan 90% Target Fisik ​
Bangun Negeri dari Desa, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Perkuat Ketahanan Pangan di Keritang
Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa, TMMD ke-130 Tanam 1.000 Bibit Petai, Jengkol, dan Sirsak ​
Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti
Polisi Bekuk Pengedar Sabu di Pinangsori Tapteng, 14 Paket Disita
Bupati Tapteng Hadiri Wisuda Wabup Mahmud Efendi di UMN Al Washliyah Medan
Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perencanaan Pembangunan Gedung DPRD Kota Bukittinggi
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:37 WIB

Tiga Kapolda Berganti, 19 Bulan Laporan Tanah Samota Belum Naik Penyidikan

Senin, 2 November 2026 - 12:58 WIB

Satukan Langkah Membangun Negeri, TMMD ke-130 Inhil Rampungkan 90% Target Fisik ​

Senin, 2 November 2026 - 12:36 WIB

Bangun Negeri dari Desa, Satgas TMMD Kodim 0314/Inhil Perkuat Ketahanan Pangan di Keritang

Senin, 2 November 2026 - 12:17 WIB

Satukan Langkah Bangun Negeri dari Desa, TMMD ke-130 Tanam 1.000 Bibit Petai, Jengkol, dan Sirsak ​

Minggu, 1 November 2026 - 19:57 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumbar Ungkap Peredaran Sabu di Kota Padang, Dua Pria Diamankan dengan Puluhan Paket Barang Bukti

Berita Terbaru