BeritaDaerah

Ribuan Jamaah Umat Muslim Onemay – !Nggele Gelar Sholat Idul Adha 1446.H Di Masjid Nurul Yaqin Onemay

423
×

Ribuan Jamaah Umat Muslim Onemay – !Nggele Gelar Sholat Idul Adha 1446.H Di Masjid Nurul Yaqin Onemay

Sebarkan artikel ini

Dokumentasi La Omy La Tua : Perayaan Hari Raya Idul Adha 1446.H, Di Masjid Nurul Yaqin Onemay Kecamatan Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu

Taliabu Maluku Utra, Media Investigasi.net, Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446.H, ribuan Jamaah Umat Muslim asal Desa Onemay  dan Jamaah Umat Muslim asal Desa Nggele, tampak khusyuk melaksanakan Sholat Idul Adha 1446.hijiriah yang dipusatkan di Masjid Nurul Yaqin Onemay Kecamatan Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu, pada hari Jum’at tanggal, 6 juni 2025, pagi tadi.

Dimana Sholat Idul Adha 1446.hijiriah yang di selenggarakan oleh ribuan Jamaah Umat Muslim asal Desa Onemay  dan Jamaah Umat Muslim asal Desa Nggele, di Masjid Nurul Yaqin Onemay Kecamatan Taliabu Barat Laut di pimpin langsung oleh Imam Ustad Ali Rifai yang merupakan putra kelahiran Desa Nggele di dampingi oleh Camat Kecamatan Taliabu Barat Laut, La Ode Alvian, Sekcam Kecamatan Taliabu Barat Laut, Hasri H. La Rasidi, Ketua PHBI Kecamatan Taliabu Barat Laut, pengurus Masjid Nurul Yaqin Onemay serta tokoh agama lainya.

Sawaludin,. S .Pdi, dalam Khutbah Idul Adha 1446/H/2025 M. menyampaikan kepada seluruh Jamaah yang ikut melaksanakan Sholat bahwa kali ini kita mengambil tema yang berjudul :

“Pelajaran Dari Hikmah Qurban Nabi Ibrahim As.

السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،
اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ
كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً.
لا إله إلا الله وَاللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ذِى الجَلالِ وَالْإِكْرَامِ الَّذِي هَدَانَا
إلَى الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلامِ وَأَكْرَمَنَا بِشَرِيْعَةِ نُسُكِ الْحَجّ إِلَى
الْبَيْتِ الحَرَامِ، أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ
إِقْرَارًا بِرُبُوْبِيَّتِهِ وَحَلالِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُصْطَفَى مِنْ سَائِرٍ خَلْقِهِ، أَللَّهُمَّ صَلَّ

وَسَلّمْ وَبَارِكْ وَكَرّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
وَمَنْ تَبِعَهُ مِنْ جَمِيعِ أُمَّتِهِ،
فيا عِبَادَ الله
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
اللهُ أَكْبَرُ X۳ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat, jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah, degan rasa syukur Alhamdulillah, puji syukur kita persembahkan kehadirat Allah Swt atas anugerah rahmat dan nikmat yang dilimpahkan kepada kita semua Shalawat beriring Salam, semogas enantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW tauladan terbaik atas segenap makhluk.

Sebagai khatib saya mengajak dan menyeru kepada hadirin pada umumnya, terutama kepada diri saya sendiri, marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah, Karena itulah kunci bahagia dan sebaik-baik bekal bagi kita.

Pada hari ini 10 Dzulhijjah 1446 H. suara takbir menggema, tahmid berkumandang, tahlil bersenandung, bersahut dari masjid, surau dan musalla, dari perkotaan, hingga pedesaan, masyarakat pegunungan, para nelayan, sampai ke pelosok tanah air bahkan hingga ke penjuru dunia sebagai pertanda rasa bahagia dan syukur kepada Allah. Allah swt.

berfirman :
وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدْيكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Hendaklah kamu bertakbir (mengagungkan Allah) atas petunjuk- Nya yang diberikan kepadamu” (Q.S.Al-Baqarah: 185)
Pada saat yang bersamaan, ribuan bahkan jutaan umat manusia berdatangan dari seluruh penjuru dunia, meninggalkan sanak keluarga dan handai taulan serta menanggalkan semua atribut pangkat dan jabatan mengunjungi tanah kelahiran Rasulullah SAW “Mekkah Al mukarramah” sembari tak henti-henti mengucapkan talbiyah sebagai ketundukan kepada Allah menerima panggilan suci melaksanakan ibadah haji.

Dalam kesempatan ini khatib, mengajak jamaah semua untuk merenungi dan mengambil pelajaran dari hikmah qurban nabi Ibrahim a.s. mari kita memahami dari kisah kesalehan Ibrahim dan keikhlasan Ismail a.s. tersebut.

Kisah indah penuh haru dan menyentuh hati, sarat dengan muatan hikmah tersebut selalu terngiang malakala 10 hari pertama bulan Dzulhijjah datang menghampiri. sebagian kecil lembaran kisah tersebut diungkap dalam QS. Ash-Shaffat ayat 102. Allah SWT berfirman :

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَبُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ
أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَىٰ قَالَ يَتَأَبَتِ افْعَلْ

مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّبِرِينَ )

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama- sama Ibrahim, Ibrahim berkata :

“Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa menyembelihmu. maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.

اللهُ أَكْبَرُ X3 وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin dan muslimat jamaah idul Adha rahimakumullah dari kutipan ayat ini, memberikan gambaran tentang qurban dan pengorbanan nabi Ibrahim yang penuh dengan hikmah yang dapat dijadikan pelajaran berharga bagi umat Islam dan ditumbuh kembangkan dalam berbagai bentuk sikap mulia diantaranya :

1). Peristiwa kurban yang dilakukan oleh nabi Ibrahim terhadap Ismail merupakan simbol kepada semua manusia bahwasanya untuk mencapai kesuksesan dan ridho Allah maka semangat rela berqurban harus
digalakkan disertai dengan kecintaan kepada Allah di atas segalanya.

Hadirin rahimakumullâh, dalam penantian yang sangat lama hingga mencapai puncak usia 86 tahun, Nabi Ibrâhîm baru dikaruniai seorang anakyang kemudian diberi nama Ismâîl.

Setelah belahan jiwanya itu tumbuh dewasa menjadi seorang remaja, Allâh memerintahkan kepada Baginda Nabi Ibrâhîm agar menyembelih putra yang sangat dicintai dan dinanti-nanti itu.

Apa sikap Nabi Ibrâhîm dan Nabi Ismâîl menerima perintah itu? dengan ketundukan yang total kepada Allâh, Nabi Ibrâhîm bersegera menjalankan perintah itu tanpa ada keraguan sedikit pun, sang putra juga menyambut perintah itu dengan
kepasrahan yang total tanpa ada protes sepatah katapun.

Subhâna Allah! Sebuah potret keluarga shalih yang lebih mengutamakan perintah Allâh dibandingkan dengan apa pun selain itu, dialog indah antara keduanya terekam dalam al-Qur’an sebagaimana diceritakan oleh Allâh :

قَالَ يُبُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَأَنظُرْ مَاذَا تَرَى

Ibrâhîm berkata : ‘Duhai putraku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah apa pendapatmu?”” (QS As-Shâffât: 102). Lalu dengan kemantapan dan keteguhan hati, Nabi Ismâ’îl bahwa menjawab dengan jawaban yang menunjukkan kecintaannya kepada Allâh jauh melebihi kecintaannya kepada jiwa dan dirinya sendiri :

ن قَالَ يَأْبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصُّبِرِين
diperintahkan “Isma’il menjawab : ‘Wahai ayahandaku, kerjakanlah apa yang kepadamu, insyaa Allâh engkau akan mendapatiku termasuk orang- orang yang sabar.” (QS As- Shâffât 102)Jawaban Ismâ’il yang disertai “Insyâa Allâh” menunjukkan keyakinan sepenuh hati dalam dirinya bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allâh.

اللهُ أَكْبَرُ ٣ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Ma’âsyiral Muslimîn rahimakumullâh
Mendengar jawaban dari sang putra tercinta, Nabi Ibrâhîm lantas menciumnya dengan penuh kasih sayang sembari menangis terharu dan mengatakan kepada Ismâ’îl :

نِعْمَ الْعَوْنُ أَنْتَ يَا بُنَيَّ عَلَى أَمْرِ الله

Artinya, “Engkaulah sebaik-baik penolong bagiku untuk menjalankan perintah Allah, duhai putraku.” Nabi Ibrâhîm kemudian mulai menggerakkan pisau di atas
leher Ismâ’îl.

Akan tetapi pisau itu sedikit pun tidak dapat melukai leher Ismâ’îl, berkat takwa, sabar dan tawakal serta
ketundukan total yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrâhîm dan Ismail, Allâh kemudian memberikan jalan keluar dan
mengganti Ismâ’îl dengan seekor domba jantan yang besar dan berwarna putih yang dibawa malaikat Jibril dari surga. Allâh berfirman :

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلُوا الْمُبِينُ، وَفَدَيْنُهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Artinya, “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan kami tebus Ismâ’îl dengan seekor sembelihan yang
agung” (QS ash-Shâffât: 106-107).

اللهُ أَكْبَرُ X3 وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Kaum muslimin rahimakumullah
dan muslimat jamaah idul Adha.

2). Qurban pada hakikatnya menyembelih atau memotong sifat-sifat hewani seperti egois, rakus atau tamak, mencuri atau korupsi, merampas hak-hak orang lain, kezaliman bahkan tirani/diktator sudah selayaknya dipangkas atau dihilangkan.

Nabi Ibrahim a.s. tidak diperintah Allah untuk menjadi pembunuh agar membunuh Ismail, Ibrahim hanya diminta Allah untuk membunuh rasa “kepemilikan” terhadap Ismail, karena pada hakikatnya semua adalah milik Allah. setiap kata adalah “Ibrahim” dan setiap Ibrahim mempunyai “Ismail”. “Ismailmu” mungkin “hartamu”. “Ismailmu” mungkin “jabatanmu”. “Ismailmu” mungkin “gelarmu”, “Ismailmu mungkin “ego dan kesombonganmu”, “Ismailmu” mungkin adalah sesuatu yang paling engkau sayangi dan engkau “pertahankan” di dunia ini.

Kaum muslimin dan muslimat jamaah idul Adha rahimakumullah

3). Pembagian daging hewan kurban kepada orang yang tidak mampu hakekatnya adalah membangun kesetiakawanan dan solidaritas sosial umat Islam dan memupuk rasa kebersamaan serta nilai-nilai persaudaraan, agar silaturahim tetap terjalin ukhuwah selalu terjaga, oleh karena itu, mari kita bersama-sama menjadikan

momentum perayaan shalat sunnah Idul Adha ini sebagai ajang untuk membangun spirit kebahagiaan bersama, kepedulian bersama dan empati kepada orang-orang yang tidak mampu, sehingga harapannya.

Kita semua dijadikan hamba- hamba yang dicintai dan disenangi oleh Allah swt. Kita selipkan doa untuk mereka di tengah kegemberiaan kita.

Kita hadirkan dalam hati bahwa pada saat kita membantu orang-orang yang membutuhkan atau mendoakan mereka dan pada hakikatnya kita sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri.

إنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُ

“Jika kalian berbuat baik, sejatinya kalian telah berbuat baik bagi diri kalian sendiri.” (QS al-Isrâ’: 7), akhirnya

Semoga Hari Raya Idul Adha kita, benar-benar mampu menumbuhkan cinta dan kepedulian pada sesama, semoga semua ibadah kita, diterima oleh Allah swt. Amin, amin yaa Mujiibas Saailin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ
آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ
العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيمِ

Selanjutnya Sawaludin,. S .Pdi, membacakan Khutbah Kedua Idul Adha :

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ،
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ . اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً
وَأَصِيْلاً. لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ آمَرَنَا بِالْإِتِّحَادِ وَالْإِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللَّهِ الْمَتِيْنِ
أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاهُ
نَسْتَعِيْنَ
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوثُ
رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
أَللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ وَكَرَمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى الِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ
وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ وَارْضَى اللَّهُمَّ عَلَى أَرْبَعَةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ
سَيِّدِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِي وَعَلَى بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ
أَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الدِّين وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
أَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنِ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِينَ
وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَانَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيْبٌ مُحِيْبُ الدَّعَوَاتِ
يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ

رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الفَاتِحِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عباد الله
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْنِى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرُكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ
وَاسْتَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا تَصْنَعُونَ

Diakhir khutbanya Sawaludin,. S .Pdi, juga tak lupa mengucapkan Wass’Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah Swt, tutupnya.

Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua