BeritaHukumNasional

Bandara Maranggo Wakatobi Sekian Lama Beroparasi Namun Ganti Rugi Lahan tak Kunjung Selesai Pemerintah Di Minta Peduli Tentang Hak Masyarakat

2705
×

Bandara Maranggo Wakatobi Sekian Lama Beroparasi Namun Ganti Rugi Lahan tak Kunjung Selesai Pemerintah Di Minta Peduli Tentang Hak Masyarakat

Sebarkan artikel ini

 

Wakatobi Sultra, Mediainvestigasi.Net–Sungguh ironis Bandara Udara Maranggo yang terletak di Pulau Tomia Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara yang di kelolah oleh PT. Wakatobi Driver Resort One Mobaa, namun aneh bin ajaib sudah sekian tahun beroprasi Ganti Rugi Lahan milik masyarakat tak kunjung selesai di bayarkan pada pemilik, Ungkap. salah seorang masyarakat pulau Tomia salah satu pemilik lahan berinesial (UD dan MD). melalui via tlpn minggu malam 9/10/2022.

Parahnya lagi sejak di bagun Bandara Maranggo sejak Ibu Kota Kabupaten di Pasar Wajo namun masalah ganti rugi pada pemilik lahan masih terkendala hinggah sampai saat ini entah apa kendala dan permasalahan ganti rugi sampai saat belum juga kunjung datang, kata. (UD dan MD).

Dimana Masyarakat pemilik lagan UD dan MD mengatakan bahwa sudah kesekian kalinya menanyakan tentang ganti rugi hinggah ke beberapa anggota DPRD di Wakatobi bahkan sudah beberapa Kepala Pemerintahan Daerah datang silih berganti namun seakan acuh tau akan hal itu.

UD dan MD juga mengungkapkan bahwa sampai saat ini proses ganti rugi lahan tersebut masih bermasalah dan terus berproses entah kenapa tak ada kepekahan pemerintah terhadap apa yang di alami masyarakat seakan ada lingkaran oknum-oknum yang terkesan kebal hukum.

Namun kata UD dan MD pemilik tanah tidak henti-hentinya mereka akan memperjuangkan hak-hak mereka hinggah ke meja hijau jika tak ada solusi dari pemerinrah Daerah, tegas. UD dan MD.

Melalui UD dan MD juga tegas mengatakan jika tidak ada kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi masyarakat akan melakukan aksi Boikot menghentikan segala aktivitas di Bandara Maranggo hinggah sampai ganti rugi lahan masyarakat terealisasi, tutup. UD dan MD.

Ketua Investigasi Wilayah Indonesia Timur **** La Omy La Tua).