Traktat Keamanan RI–Australia Diteken, Babak Baru Kerja Sama Pertahanan Indo-Pasifik

- Penulis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese ketika menandatangani Traktat Keamanan Bersama (Dok. BPMI Setpres/Laily Rachev)

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese ketika menandatangani Traktat Keamanan Bersama (Dok. BPMI Setpres/Laily Rachev)

MEDIAINVESTIGASI.NET – Indonesia dan Australia memasuki fase baru hubungan strategis setelah Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menandatangani Traktat Keamanan Bersama yang memperluas kerja sama pertahanan kedua negara. Penandatanganan dilakukan usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik sekaligus menandai peningkatan signifikan hubungan militer dan keamanan antara dua negara bertetangga tersebut. Pemerintah Indonesia menegaskan perjanjian ini tetap berada dalam kerangka politik luar negeri bebas aktif.

“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” kata Presiden Prabowo dalam keterangan pers bersama.

Presiden menekankan bahwa kedekatan geografis Indonesia dan Australia menjadikan kerja sama strategis sebagai kebutuhan bersama, bukan sekadar pilihan diplomatik. Hubungan bilateral, menurutnya, dibangun di atas prinsip saling percaya dan kepentingan menjaga stabilitas kawasan.

“Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh manapun,” ujar Prabowo.

Dari pihak Australia, PM Anthony Albanese menyebut traktat tersebut sebagai hasil proses diplomasi panjang yang telah dirintis sejak pertemuan bilateral di Sydney pada November tahun lalu. Ia menegaskan kerja sama pertahanan Indonesia–Australia telah berkembang selama lebih dari tiga dekade dan kini memasuki tahap yang lebih dalam.

“Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita,” kata Albanese.

Dalam traktat tersebut, kedua negara menyepakati sejumlah inisiatif baru, termasuk pembentukan posisi bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia, pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama, serta perluasan program pertukaran pendidikan militer.

Baca Juga :  Jadi Ketua Kerjasama Kepegawaian ASEAN 2026-2028, BKN Siapkan Indonesia Jadi Pusat Kolaborasi ASN ASEAN

Langkah ini dinilai sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan strategis sekaligus ambisi kedua negara dalam memperkuat interoperabilitas militer di tengah dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik.

“Hari ini merupakan momen bersejarah dalam hubungan bangsa kita dan pengakuan bahwa cara terbaik untuk menjaga stabilitas kawasan adalah dengan bertindak bersama,” ujar Albanese.

Penandatanganan traktat keamanan ini sekaligus menegaskan bahwa kerja sama Indonesia–Australia tidak lagi terbatas pada diplomasi dan ekonomi, tetapi juga merambah lebih dalam ke sektor pertahanan dan keamanan kawasan.

Editor: Shendy Marwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian
Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan
HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t
Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco
Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko
Mauritius Ambil Langkah Strategis, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko
Skandal Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf: Keuangan Polisario Dipertanyakan, Wilson Lalengke Desak Pembubaran Kamp
Jamaika dan Maroko Tandatangani Komunike Bersama, Wilson Lalengke: Langkah Strategis bagi Masa Depan Rakyat Sahara
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Bandar Lampung Jadi Panggung Dunia, 19 Tahun PPWI Tegaskan Kekuatan Pewarta Warga untuk Perdamaian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tonggak Sejarah Baru Maroko: Fatima Ezzahra El Mansouri Pimpin Pemerintahan Baru, Persisma Tegaskan Dukungan Berkelanjutan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:46 WIB

HM the King Appoints Fatima Ezzahra El Mansouri as Head of Government, Entrusts Her with Forming New Gov’t

Selasa, 29 September 2026 - 05:48 WIB

Addressing the Geopolitical Crisis Involving the Middle East and Saudi Arabia: Here Is the Official Statement from the King of Morocco

Sabtu, 26 September 2026 - 18:10 WIB

Kedok Polisario Terbongkar: Bantuan Kemanusiaan Dirampok, Persisma Desak Pengungsi Dipulangkan ke Sahara Maroko

Berita Terbaru