Tim Gabungan Kepolisian Sosialisasi Pencegahan Karhutla Door to Door di Kayong Utara

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Gabungan Kepolisian Sosialisasi Pencegahan Karhutla Door to Door di Kayong Utara

 

KALiMANTANa BARAT – Mediainvestigasi.net.- Menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia melalui Kapolri, tim yang terdiri dari mahasiswa S2 STIK angkatan 16 dan serdik Setukpa polri menerjunkan personel untuk melaksanakan edukasi dan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Kayong Utara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim terdiri dari tiga perwira polisi yaitu Iptu Andrea Azmi Azhari, Iptu Surya Setiawan, dan Iptu Maulana Diki, serta dua siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), yaitu Pak Darmono dan Pak Ribut.

Iptu Andrea Azmi Azhari menyampaikan bahwa setibanya di Kayong Utara, tim langsung bergerak menghampiri warga secara mendatangi rumah ke rumah (door to door) untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan.

*DIPIMPIN KH. MASTUM, TOKOH DAN MASYARAKAT DUSUN SEI GALI GELAR DOA UKASYAH*

“Jadi kami tiba di Kayong Utara tadi malam kemudian langsung melaksanakan pembinaan dan penyuluhan dengan skema door to door pada masyarakat dan mengingatkan bahwa pentingnya untuk tidak membuka lahan semaksimal mungkin dengan cara dibakar,” kata Iptu Andrea saat dikonfirmasi, Jumat (28/8/2026).

“Bisa juga dengan cara-cara yang lain seperti nyingsing menggunakan parang dan sebagainya. Ataupun kalau misalnya memang harus menggunakan cara dibakar itu betul-betul diawasi dan juga betul-betul dijaga sehingga apinya tidak menyebar ke lahan-lahan yang lain,” tambahnya.

Langkah preventif ini digencarkan mengingat kondisi kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat yang mulai memprihatinkan akibat dampak asap kebakaran hutan dan lahan.

Kabut asap terpantau cukup pekat dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) masuk dalam kategori tidak sehat.

Baca Juga :  Ratusan Tokoh Masyarakat Padati Buka Puasa Bersama PDIP Dharmasraya, Semangat Soliditas Kader Menguat

“Jadi setelah kita berada di Kayong ini terutama di Kalimantan Barat kita merasakan bahwa kabut asapnya cukup pekat. Terus indeks udaranya juga tidak bagus,” sambungnya.

Pembakaran lahan yang tidak terkendali dinilai mengancam stabilitas perekonomian daerah serta mengganggu aktivitas belajar-mengajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA.

“Tentunya hal ini dapat mengganggu perekonomian Kalimantan Barat dan juga dapat mengganggu proses belajar mengajar pendidikan baik itu SD, SMP maupun SMA,” tegasnya.

Pihaknya berharap kesadaran masyarakat dapat meningkat sehingga praktik pembakaran lahan secara sembarangan tidak terulang kembali di masa mendatang, dan berharap curah hujan segera turun untuk membantu meredakan kabut asap.

“Ya jadi betul-betul kita berharap hujan segera bisa turun dan juga masyarakat di kemudian hari tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang tidak semestinya terjadi seperti itu,” tutupnya.(*)

Penulis : Abdul Muis

Editor : Rafdy Guci

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan di Desa Tanjung Melayu
Menepis Isu Soal Jual Beli Proyek Mencitus Nama Baik H. Zainal Mus Itu Murni Fitnah Di Lakukan Oleh Manusia Jahanam Minta Polisi Tangkap Pelaku
Pemkab Tapanuli Tengah Salurkan Ribuan perlengkapan Sekolah Dalam Rangka Hari Jadi Ke-81
Diduga Rugikan Petani Rp 11,4 Miliar dan Langgar Aturan KKPA, Kelompok Tani di Inhil Layangkan Somasi ke PT RSA
Tiga Pria Penjual Cempedak Dikabarkan Hilang di Perairan Inhil, Sudah Tiga Hari Tak Bisa Dihubungi
‎Pangdam XX/TIB Tinjau Jembatan Garuda Perintis, 1.154 Warga Kini Nikmati Akses yang Kembali Terhubung
Nama Kiai Lirboyo Menguat di Tengah Pertarungan AHWA
AHWA Jadi Perbincangan, Sidang Tatib NU Digelar Tertutup
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Polsek Kuindra Pantau Perkembangan Tanaman Jagung Ketahanan Pangan di Desa Tanjung Melayu

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Menepis Isu Soal Jual Beli Proyek Mencitus Nama Baik H. Zainal Mus Itu Murni Fitnah Di Lakukan Oleh Manusia Jahanam Minta Polisi Tangkap Pelaku

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Pemkab Tapanuli Tengah Salurkan Ribuan perlengkapan Sekolah Dalam Rangka Hari Jadi Ke-81

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:15 WIB

Diduga Rugikan Petani Rp 11,4 Miliar dan Langgar Aturan KKPA, Kelompok Tani di Inhil Layangkan Somasi ke PT RSA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Tim Gabungan Kepolisian Sosialisasi Pencegahan Karhutla Door to Door di Kayong Utara

Berita Terbaru

Kemendagri

Pemkot Bogor Disorot, Kepala Bagian Hukum dan HAM Dipertanyakan

Minggu, 30 Agu 2026 - 05:26 WIB