Nama Kiai Lirboyo Menguat di Tengah Pertarungan AHWA

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Sidang Tata Tertib (Tatib) Komisi Organisasi dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. (Dok istimewa)

Pelaksanaan Sidang Tata Tertib (Tatib) Komisi Organisasi dalam rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum. (Dok istimewa)

MEDIAINVESTIGASI.NET  – Dinamika penentuan kandidat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026 semakin memanas. Sejumlah nama ulama sepuh kini menjadi sorotan di tengah pembahasan tata tertib yang berlangsung dalam Komisi Organisasi Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Tarik-menarik kepentingan mencuat dalam pembahasan mengenai mekanisme dan komposisi kandidat AHWA. Di tengah proses tersebut, muncul dugaan adanya upaya dari salah satu kubu untuk tidak memasukkan sejumlah ulama dari lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo ke dalam jajaran kandidat AHWA.

Dua nama yang menjadi perhatian dalam dinamika tersebut adalah KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur. Keduanya disebut mendapat dukungan dari sejumlah kalangan agar tetap masuk dalam daftar kandidat AHWA Muktamar NU ke-35.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi mengenai kemungkinan tidak masuknya dua ulama tersebut memicu reaksi dari sejumlah alumni Pondok Pesantren Lirboyo yang saat ini menjabat sebagai Ketua PCNU maupun PCI NU dan hadir dalam arena pembahasan tata tertib.

Mereka disebut secara tegas menolak apabila KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur dikeluarkan dari daftar kandidat AHWA. Selain dua nama tersebut, muncul pula aspirasi agar KH Hasib Wahab turut dipertimbangkan untuk masuk dalam jajaran AHWA.

“Ada upaya untuk tidak memasukkan nama KH Nurul Huda Djazuli dan KH Anwar Mansur. Kami menentang upaya tersebut, karena mereka adalah ulama khos dan sepuh yang banyak berjasa dalam menjaga marwah Nahdlatul Ulama,” ujar salah seorang Ketua PCNU asal Kalimantan yang meminta identitasnya tidak disebutkan di Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Menurutnya, proses penentuan anggota AHWA seharusnya tidak didasarkan pada kepentingan kelompok maupun tarik-menarik kekuatan antar-kubu.

Baca Juga :  Perampokan Brutal di Sungai Betung, Pemilik Warung Ditodong Pembeli di Tembak

Ia menilai para ulama yang memiliki rekam jejak panjang dalam menjaga tradisi, perjuangan, serta marwah Nahdlatul Ulama harus mendapatkan penghormatan dan tempat yang layak dalam mekanisme pemilihan tersebut.

“Ini bukan persoalan kubu. Ini menyangkut penghormatan kepada ulama sepuh dan bagaimana marwah NU tetap dijaga,” katanya.

Dinamika kandidat AHWA tidak hanya berkaitan dengan nama-nama ulama dari lingkungan Lirboyo. Posisi Rois Aam PBNU KH Miftakhul Akhyar juga disebut masih menjadi bagian dari perdebatan di tengah pembahasan Muktamar NU ke-35.

Sejumlah pihak dikabarkan masih mendorong agar nama KH Miftakhul Akhyar tetap masuk dalam jajaran AHWA. Namun, dorongan tersebut disebut mendapat tanggapan berbeda dari sebagian peserta muktamar.

Perdebatan muncul seiring adanya dinamika kepengurusan PBNU pada periode sebelumnya ketika KH Miftakhul Akhyar berada dalam struktur kepemimpinan bersama KH Yahya Cholil Staquf.

Sebagian muktamirin menilai dinamika tersebut perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan figur-figur yang nantinya akan masuk dalam jajaran AHWA.

Meski demikian, seluruh nama yang berkembang hingga Sabtu pagi masih bersifat dinamis dan belum dapat dianggap sebagai daftar resmi maupun keputusan final.

Penetapan kandidat AHWA tetap menunggu mekanisme resmi yang disepakati dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

AHWA memiliki posisi yang sangat strategis dalam tradisi organisasi Nahdlatul Ulama. Forum para ulama tersebut memiliki peran penting dalam mekanisme penentuan Rois Aam PBNU.

Karena itu, pembentukan dan komposisi anggota AHWA menjadi salah satu tahapan paling krusial dalam seluruh rangkaian Muktamar NU ke-35.

Tarik-menarik nama ulama yang kini terjadi menunjukkan bahwa proses penentuan AHWA tidak sekadar menjadi persoalan administratif. Lebih jauh, proses tersebut berkaitan dengan arah kepemimpinan, legitimasi ulama, serta masa depan organisasi Nahdlatul Ulama.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Batang Hari Menghadiri Agenda Rapat Paripurna LKPJ

Dengan semakin intensnya pembahasan di Komisi Organisasi, perhatian para muktamirin kini tertuju pada rumusan tata tertib dan mekanisme pemilihan AHWA yang akan disepakati.

Nama-nama ulama sepuh yang kini menjadi perbincangan diperkirakan masih akan terus mengalami dinamika hingga keputusan resmi Muktamar NU ke-35 ditetapkan.

Pertarungan gagasan dan tarik-menarik kandidat AHWA pun menjadi salah satu isu paling penting yang mewarnai perjalanan Muktamar NU tahun 2026 di Jombang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Petani Kelapa Desak DPRD Inhil Gelar RDP, Cari Solusi Konkret bagi Petani
npektorat Tapanuli Tengah, Pastikan Dugaan Pemotongan Jadup Kades Sibio-bio Tidak Benar
SDN 210 Sanrangeng Sulap Keterbatasan Jadi Taman Literasi dan Numerasi
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Pimpin Pengarahan ASN : Minta OPD Ubah Pola Kerja Cepat, Target Terukur, dan Berdampak Nyata
Kapolres Padang Pariaman Ajak Warga Sintoga Perangi Narkoba dan Kekerasan terhadap Perempuan-Anak
Sekdakab Tapteng Binsar TH Sitanggang Pimpin Apel Gabungan ASN : Tekankan Disiplin, Inovasi Digital, dan Integritas
Wakapolres Soppeng Hadiri HUT IWO ke-14, Perkuat Sinergi Polri dan Insan Pers
Bertambah, Polda Riau Kini Tangani 45 Kasus Karhutla, 49 Orang Jadi Tersangka
Berita ini 23 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:36 WIB

Aliansi Petani Kelapa Desak DPRD Inhil Gelar RDP, Cari Solusi Konkret bagi Petani

Senin, 7 September 2026 - 20:16 WIB

npektorat Tapanuli Tengah, Pastikan Dugaan Pemotongan Jadup Kades Sibio-bio Tidak Benar

Senin, 7 September 2026 - 16:15 WIB

SDN 210 Sanrangeng Sulap Keterbatasan Jadi Taman Literasi dan Numerasi

Senin, 7 September 2026 - 16:10 WIB

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu Pimpin Pengarahan ASN : Minta OPD Ubah Pola Kerja Cepat, Target Terukur, dan Berdampak Nyata

Senin, 7 September 2026 - 16:06 WIB

Kapolres Padang Pariaman Ajak Warga Sintoga Perangi Narkoba dan Kekerasan terhadap Perempuan-Anak

Berita Terbaru