Diduga Rugikan Petani Rp 11,4 Miliar dan Langgar Aturan KKPA, Kelompok Tani di Inhil Layangkan Somasi ke PT RSA

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan : Muhammad

INDRAGIRI HILIR— Mediainvestigasi.net – Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Harapan Tani di Desa Cahaya Baru, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau secara resmi mengambil langkah hukum tegas setelah merasa dirugikan hingga miliaran rupiah akibat polemik pengelolaan kebun kelapa sawit.

Langkah hukum tersebut didampingi oleh Kantor Hukum Alhamran Ariawan, S.H., M.H & Partners yang resmi melayangkan Somasi Peringatan I kepada Direktur PT Riau Sawitindo Abadi dan Pengurus Koperasi Indah Sari Makmur berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 15 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelompok Tani Harapan Tani sendiri dibentuk secara sah berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Cahaya Baru Nomor: 026/PEM-CB.SK/V/2026 tertanggal 6 Mei 2026.

Dalam keterangannya, para petani yang semula merupakan anggota koperasi menyerahkan lahan produktif seluas 1.047,32 hektar yang terletak di Desa Batang Sari, Desa Cahaya Baru, dan Desa Belaras Barat untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit.

Namun, pengelolaan kebun melalui pola kemitraan 65% untuk perusahaan dan 35% untuk plasma masyarakat dinilai sarat kecurangan serta cacat tersembunyi. Akibat ketidakadilan tersebut, sebanyak 75 petani dengan total luas lahan 130 hektar telah menyatakan resmi mengundurkan diri dari kerja sama.

Berdasarkan hasil investigasi, buah kelapa sawit (TBS) dengan estimasi panen raya 1.500 hingga 4.000 Kg/ha per tiga bulan justru dinikmati secara tidak wajar. Para petani atau anggota koperasi tercatat hanya menerima hasil berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 80.000, atau maksimal Rp 150.000 per hektar setiap bulannya.

Selain itu, proporsi pembagian hasil penjualan TBS dipotong secara sepihak dan tidak masuk akal hingga memenuhi unsur penipuan. Kebun inti PT Riau Sawitindo Abadi juga diduga kuat belum memiliki Hak Guna Usaha (HGU) serta masih berada di dalam Kawasan Hutan.

Baca Juga :  Dugaan Penggelapan Uang Pajak oleh Oknum PNS Samsat Kota Solok, MYLC Terbitkan Legal Opinion

Menanggapi berbagai pelanggaran tersebut, Tim Kuasa Hukum secara tegas menyatakan bahwa tindakan pihak korporasi dan koperasi telah melanggar hukum.

“Tindak Pidana Penipuan tersebut ialah Perbuatan Curang Pasal 492 KUHP, serta Penggelapan Hasil Buah Sawit Pasal 486 juncto Pasal 488 KUHP Undang-undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana,” tegas Tim Kuasa Hukum dalam pernyataannya.

Lebuh lanjut, pihak perusahaan dan koperasi didesak untuk memenuhi tiga tuntutan utama dalam batas waktu 2 x 7 hari sejak somasi diterima.

Tuntutan tersebut mencakup penerapan manajemen terbaik (Best Management Practices/BMP), penyerahan hasil kebun plasma 35% dari luas 130 hektar senilai Rp 11.494.886.200 terhitung sejak Januari 2019 hingga Juli 2026, serta pengembalian tanah seluas 130 hektar kepada klien.

Apabila peringatan ini diabaikan, Tim Kuasa Hukum memastikan akan menempuh jalur hukum baik secara perdata maupun pidana secara maksimal.

Sementara itu, Ahmad selaku Ketua Kelompok Tani Harapan Tani mengakui bahwa lahan yg dijadikan kebun kelapa sawit oleh PT RSA merupakan lahan berisi kebun kelapa rakyat yg masih produktif yg menghasilkan 1-1,5 juta/ bulan yg dapat mencukupi kebutuhan kekuarga.

Namun akan tetapi tanah dan surat tanah yg diserahkan kepada perusahaan melalui koperasi diduga diagunkan ke bank oleh perusahaan. Selain itu, dari luas tanah yg diserahkan 65% menjadi hak perusahaan.

” Parahnya lagi dari hasil panen dipotong atas 60% untuk operasional perusahaan dan 25% untuk bayar hutang sosanya 15% itilah yang dibagi 35% petani dan 65% untuk perusahaan, apakah ini tidak membohongi petani namanya ” ungkap Ahmad.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.mediainvestigasi.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi
Perkuat Sinergi, Pemkab Padang Pariaman Gelar Rakor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi 2026
‎Berprestasi di Jambore PKK Sumbar, TP-PKK Padang Pariaman Bawa Pulang Sejumlah Penghargaan
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkab Padang Pariaman Bagikan Seragam Gratis Lewat Aksi Putar Roda
Padang Pariaman Raih Hampir Rp6 Miliar DAK Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2027
Pastikan Kondisi Prima, Kontingen Atlet KONI Padang Pariaman Jalani Cek Kesehatan Gratis
Hampir 2.000 Korban Keracunan MBG dalam 3 Hari, TINDAK Desak Sudaryono Mundur!
Modal Ngaku Petugas Leasing, Pria di Tapteng ditangkap Polisi Usai Rampas Motor Warga
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 09:41 WIB

Kapolda-Pangdam Cek Karhutla Siak, Empat Wilayah Riau Jadi Atensi

Minggu, 6 September 2026 - 07:59 WIB

Perkuat Sinergi, Pemkab Padang Pariaman Gelar Rakor Percepatan Pertumbuhan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi 2026

Minggu, 6 September 2026 - 07:33 WIB

‎Berprestasi di Jambore PKK Sumbar, TP-PKK Padang Pariaman Bawa Pulang Sejumlah Penghargaan

Minggu, 6 September 2026 - 07:26 WIB

Ringankan Beban Orang Tua, Pemkab Padang Pariaman Bagikan Seragam Gratis Lewat Aksi Putar Roda

Minggu, 6 September 2026 - 07:10 WIB

Pastikan Kondisi Prima, Kontingen Atlet KONI Padang Pariaman Jalani Cek Kesehatan Gratis

Berita Terbaru