Berita

Sosialisasi Kredit Perumahan di Bogor Banyak Peserta Tak Dapat Makan Jadi Sorotan Dan Sejumlah Media Kecewa

195
×

Sosialisasi Kredit Perumahan di Bogor Banyak Peserta Tak Dapat Makan Jadi Sorotan Dan Sejumlah Media Kecewa

Sebarkan artikel ini

Sosialisasi Kredit Perumahan di Bogor Banyak Peserta Tak Dapat Makan Jadi Sorotan Dan Sejumlah Media Kecewa

Foto La Omy La Tua Dokumentasi Istimewa : Maruarar Sirait (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia). 

Bogor Jawa Barat Media Investigasi.net, Malapetaka lahir pada acara sosialisasi Program Kredit Perumahan di Kabupaten Bogor yang dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, pada hari Senin, 03 November 2025, yang di selenggarakan langusung Gedung Serbaguna, Tegar Beriman, Cibinong ironisnya di ketahui ratusan peserta yang hadir dari pagi hinggah sore berakhir dengan kisah buruk lantaran
banyak peserta tak mendapatkan makanan.

Dimana kegiatan penting yang dihadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait ini diwarnai degan perebutan nasi kotak (nasi bok) akibatnya ratusan peserta, tak ke bagian karena kekurangan logistik yang di sediakan oleh panitia penyeleggara yakni pihak Pemerintah Saerah Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

Dampak minimnya logistik yang di sediakan oleh panitia penyelenggara, ratusan peserta pulang akibat dikecewakan oleh panitia penyelenggara sosialisasi Program Kredit Perumahan di Kabupaten Bogo degan ​Insiden berebut, makanan telah menjadi sorotan utama, mencerminkan buruknya perencanaan panitia dalam hal penyediaan logistik.

Akibat kekurangan jatah makanan ini sontak menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan peserta, terutama mereka yang telah datang dari jauh sejak pagi hari banyak peserta yang pulang sebelum kegiatan selesai.

Salah satu peserta yang enggan mau menyebutkan namanya degan tegas mejelaskan bahwa panitai penyelenggara kegiatan tak menghargai peserta yang hadir nampai pada penganbilan makanan ​tadi itu sampai rebutan ngambil nasi bok tapi tetap aja masih ada peserta yang lain enggak kebagian, katanya sudah habis,” ujar salah satu peserta dengan nada kecewa.

“Apalagi kami datang dari jauh, sejak pagi hinggah malam saya sudah ada di sini, tapi tetap aja enggak kebagian. harusnya panitia menyiapkan nasi bok lebih dari jumlah peserta degan kejadian ini kami jelas lah saya kecewa,

Kekecewaan serupa juga dilontarkan oleh peserta lain, “Kalau enggak kebagian, colek aja,” pintanya sinis kepada awak media. Mereka merasa upaya mereka untuk hadir dalam kegiatan tersebut tidak dihargai oleh panitia dengan minimnya logistik yang disiapkan.

Parahnya lagi Awak Media Jadi Korban “PHP Diskominfo Kabupaten Bogor yang mana tak hanya peserta, sejumlah awak mediapun yang meliput kegiatan ini pun turut merasakan kekecewaan pasalnya, H. Agus dari pihak Diskominfo Kabupaten Bogor sempat mengabsen dan mendata puluhan wartawan yang hadir, dengan janji konon untuk diberikan apresiasi pemberitaan ternyata tidak ada.

​Namun, harapan itu pupus seketika setelah kegiatan berakhir. H. Agus tiba-tiba menyatakan bahwa tidak ada apresiasi sama sekali untuk pemberitaan.

Sehinggah hal tersebut memicu dugaan keras di kalangan awak media bahwa data yang dikumpulkan tersebut hanya dimanfaatkan oleh oknum staf Diskominfo tanpa adanya tindak lanjut yang jelas.

​Kekecewaan awak media diungkapkan dengan tegas: “Kalau memang tidak ada perhatian, kenapa nama kami di data? Harusnya sampaikan dong dari awal! Kalau nama kami didatakan sama aja ngasih harapan, jangan PHP kami,” ungkap salah satu wartawan.

​Wartawan lain menutup protes mereka dengan pernyataan menohok: “Jangan pintar-pintar membuat absen nama media kalau tidak bisa mempertanggung jawabkannya agar tidak ketebalan muka pada para pemimpin!”

Akhirnya terjadi ​Insiden logistik yang kacau dan janji apresiasi tidak terpenuhi yang hanya menodai citra pelaksanaan sosialisasi program perumahan penting di Kabupaten Bogor apalagi kegiatan tersebut di hadiri langsung oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, tutupnya.

Ketua Investigasi Indonesia Nasional **** La Omy La Tua.